Tentara Pembebasan Rakyat (TPR) menggunakan sistem komando palagan dan saat ini terdapat lima komando:Komando Palagan Timur berkantor pusat di Nanjing Komando Palagan Selatan berkantor pusat di Guangzhou Komando Palagan Barat berkantor pusat di Chengdu Komando Palagan Utara berkantor pusat di Shenyang Komando Palagan Pusat berkantor pusat di Beijing
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Tentara Pembebasan Rakyat (TPR) menggunakan sistem komando palagan (Hanzi: 战区; Pinyin: zhànqū) dan saat ini terdapat lima komando:
Tentara Pembebasan Rakyat pada awalnya diorganisir oleh komando daerah militer. Pada Juli 1950 terdapat Daerah Militer Barat Laut, Tiongkok Utara, Timur Laut, Barat Daya, Tiongkok Timur, dan Selatan Tengah.[2]
Pada bulan Desember 1954, enam daerah militer utama tersebut direorganisasi menjadi dua belas daerah: Shenyang (riwayatnya dari Daerah Militer Timur Laut), Beijing, Jinan, Nanjing, Guangzhou, Kunming, Wuhan, Chengdu, Lanzhou, Tibet, Xinjiang, dan Mongolia Dalam.[3] Bekas Daerah Militer Barat Laut yang menjadi Daerah Militer Beijing merangkap sebagai Komando Garnisun Beijing-Tianjin. Setelah terjadi ketegangan di Selat Taiwan, maka Dewan Negara memerintahkan pembentukan Daerah Militer Fuzhou pada 22 April 1956 yang meliputi distrik militer provinsi Fujian dan Jiangsu yang sebelumnya di bawah Daerah Militer Nanjing. Daerah Militer Fuzhou secara resmi didirikan pada 1 Juli 1956 dan Ye Fei menjabat sebagai komandan dan komisaris politiknya.[4]
Tiga belas daerah militer yang didirikan tahun 1956 dikurangi menjadi sebelas di akhir 1960-an.[5] Pada 1967, Daerah Militer Mongolia Dalam dan Tibet diturunkan peringkatnya dan dimasukkan ke dalam Daerah Militer Beijing dan Chengdu.[6]
Kesebelas daerah militer itu adalah Shenyang, Beijing, Jinan, Nanjing, Guangzhou (termasuk Pulau Hainan), Kunming, Wuhan, Chengdu, Lanzhou, Xinjiang, dan Fuzhou yang kemudian dikurangi menjadi tujuh pada 1985-1988. Sejak saat itu, distrik militer aktif meliputi Daerah Militer Lanzhou yang digabung dengan mantan Daerah Militer Ürümqi, untuk Daerah Militer Chengdu digabungkan dengan bekas Daerah Militer Kunming, sedangkan Daerah Militer Nanjing termasuk bekas Daerah Militer Fuzhou, Daerah Militer Beijing, dan Daerah Militer Shenyang. Akhirnya Daerah Militer Guangzhou dan Daerah Militer Jinan keduanya termasuk bagian dari Daerah Militer Wuhan yang dulu.
Daerah militer dibagi menjadi beberapa distrik militer yang biasanya berdekatan dengan provinsi dan subdistrik militer.[7]
Pada Januari 2014, para perwira militer senior Tiongkok mengungkapkan bahwa TPR berencana mengurangi jumlah daerah militer dari tujuh menjadi lima guna memiliki komando bersama dengan pasukan darat, laut, udara, dan Korps Artileri Kedua. Hal ini dimaksudkan untuk mengubah konsep operasi mereka dari pertahanan yang berorientasi darat menjadi pergerakan yang mobil dan terkoordinasi dari semua angkatan serta meningkatkan kemampuan ofensif udara dan angkatan laut ke wilayah Laut Tiongkok Timur. Daerah pesisir Jinan, Nanjing, dan Guangzhou akan diubah menjadi tiga daerah militer, masing-masing dengan komando operasi bersama untuk memproyeksikan kekuatan ke wilayah Laut Kuning, Laut Tiongkok Timur, dan Laut Tiongkok Selatan. Empat daerah militer darat lainnya akan disederhanakan menjadi dua daerah militer terutama untuk mengorganisir pasukan yang beroperasi. Perubahan dilakukan selama kurun waktu lima tahun.[8]
Pada bulan Februari 2016, tujuh daerah militer ditata ulang menjadi lima komando palagan sebagai bagian dari Reformasi militer Republik Rakyat Tiongkok.[9]