Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kolong

Kolong, kulong atau lobang camuy adalah istilah dalam bahasa Melayu Bangka yang berarti danau atau kolam besar yang berasal dari sisa penambangan timah. Metode penambangan timah di Bangka dilakukan dengan menggali hingga ke dalam tanah. Sisa-sisa lubang bekas tambang yang tidak direklamasi lama kelamaan berisi air dan menjadi danau.

danau di Indonesia
Diperbarui 1 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kolong
Kolong bekas penambangan timah dan kaolin di Belitung.

Kolong, kulong atau lobang camuy[1] adalah istilah dalam bahasa Melayu Bangka yang berarti danau atau kolam besar yang berasal dari sisa penambangan timah. Metode penambangan timah di Bangka dilakukan dengan menggali hingga ke dalam tanah. Sisa-sisa lubang bekas tambang yang tidak direklamasi lama kelamaan berisi air dan menjadi danau.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh PT. Tambang Timah, pada tahun 2003 tercatat sebanyak 887 kolong bekas penambangan timah dengan luas 1.712,65 hektar di seluruh wilayah Bangka-Belitung.[1]

Etimologi

Kata kolong atau kulong diserap dari kata bahasa Hakka, "fut-long" (窟郎)[2] Secara harfiah kolong bermakna "lubang", tetapi dalam ukuran yang besar.[3] Kata ini telah diserap ke dalam bahasa Indonesia dengan pengertian "lubang (tembusan) di dalam tanah (tambang)"; "korok".[4]

Istilah lain yang umum digunakan di Bangka selain kolong adalah "camui", yang diambil dari kata bahasa Hakka, "cha-mui" 車尾, yang bermakna "ujung mesin", tempat pembuangan pembuangan pada penambangan timah.[butuh rujukan]

Sejarah

Artikel utama: Teknik Kolong

Kolong pada awalnya tercipta dari teknik penambangan kolong yang dilakukan untuk mendapatkan timah dari dalam tanah. Pelopor teknik kolong di Bangka adalah Encek Wan Akub atau yang dikenal sebagai Datuk Akub sekitar abad ke-18.[5] Penggalian tanah dikerjakan menggunakan sekop dan pacul seperti yang dilakukan di Johor.[5] Metode ini dinilai lebih cepat daripada sistem lobang sumur (Sumur Palembang) yang mempergunakan linggis.[5] Penambang atau pekerja tambang timah asal Tiongkok menggunakan metode kolong di mana saja yang memungkinkan adanya kandungan timah.[3] Teknik ini hanya khusus berasal dari Tiongkok.[3][6] Penambangan ini berskala besar di mana pada masa lalu ukurannya panjang dan lebarnya dapat mencapai 30 meter.[3]

Teknik penggalian semacam ini sampai sekarang masih dilakukan di Bangka-Belitung, tetapi dengan menggunakan peralatan yang lebih modern. Dampak penambangan dengan teknik kolong yang sporadis kini dinilai merusak dan tidak ramah lingkungan.

Pemanfaatan pada masa modern

Banyak tambang timah pada masa lalu dan pada masa sekarang yang telah ditinggalkan berisi oleh air hujan atau sungai sehingga menjadi danau.[6] Beberapa penambang ada yang memanfaatkannya sebagai objek wisata dan tambak ikan.[6]

Galeri

  • Kolong-kolong yang tercipta akibat penambangan timah
    Kolong-kolong yang tercipta akibat penambangan timah

Pranala luar

  • KOLONG, PERMASALAHAN DAN POTENSINYA
  • Saat Air Kolong Jadi Andalan Masyarakat Bangka

Referensi

  1. 1 2 Daerah Kolong Timah di Bangka Belitung dengan Data Satelit Spot_6, Seminar Nasional Sains dan Teknologi 2015. Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta, 17 November 2015. Akses: 4 Juli 2022.
  2. ↑ Hakka-woordenboek. P. A. Van De Stadt. Landsdrukkerij, Batavia (1912). Hal 121
  3. 1 2 3 4 Timah Bangka dan lada Mentok : peran masyarakat Tionghoa dalam pembangunan Pulau Bangka abad ke XVIII s/d XX. Mary Somers Heidhues. Yayasan Nabil, Jakarta (2008). Hal 17-19. ISBN 978-979-187301-1-7
  4. ↑ kolong, Kamus Besar Bahasa Indonesia. Akses: 6 Juli 2022.
  5. 1 2 3 Legenda Dalam Sejarah Bangka - Mencermati Kontribusi Legenda dalam Penyusunan Sejarah Bangka. Sutedjo Sujitno. Cempaka Publishing (2011). Hal.145 ISBN 979166960-1
  6. 1 2 3 Cerita Kolong Timah Bangka di Masa Lalu Sampai Masa Sekarang, National Geographic Indonesia. Akses: 4 Juli 2022.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Etimologi
  2. Sejarah
  3. Pemanfaatan pada masa modern
  4. Galeri
  5. Pranala luar
  6. Referensi

Artikel Terkait

Daftar danau di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Danau di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Danau Toba

danau vulkanik di Sumatera Utara, Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026