Dalam mitologi Yunani, nama Klytie atau Klytia dapat merujuk pada:Klytie (Okeanid), dikenal karena cintanya yang tak berbalas untuk Helios. Karena cemburu, secara tidak langsung, Klytie menyebabkan kematian Leucothoe, kekasih Helios.
Klytie, putri Pandareus dan saudara perempuan Cameiro. Cameiro dan Klytie kehilangan orang tua mereka karena murka para dewa sehingga mereka dibesarkan oleh Aphrodite. Mereka juga menerima hadiah dari dewi Olympus yakni: kebijaksanaan dan kecantikan dari Hera, perawakan tinggi dari Artemis, keterampilan dalam pekerjaan tangan dari Athena. Ketika Aphrodite pergi ke Olympus untuk mengatur agar para suster menikah dengan bahagia di masa depan, gadis-gadis itu dibiarkan tanpa pengawasan sehingga diculik oleh para Harpy dan diberikan oleh mereka kepada Erinyes.
Klytie, putri Merops, istri Eurypylus dari Cos, ibu dari Chalcon dan Antagoras. Dia menerima Demeter sebagai tamu.
Klytie, putri Amphidamas dan kemungkinan ibu dari Pelops dengan Tantalus.
Klytie, kemungkinan ibu dari Myrtilus dengan Hermes.
Klytie, salah satu Niobid.
Klytie, dalam satu sumber disebut ibu Thalpius dengan Eurytus bukan Theraiphone.
Klytie atau Phthia, selir Amyntor, penyebab konflik antara dia dan putranya Phoenix.
Klytia, istri Aeeta (Aietes) dan ibu Medea. Ada juga yang mengatakan istri Aietes bernama Ipsia, Idyia, Asterodeia, Hecate, Neaera atau Eurylyte.
Clytemnestra kadang-kadang disingkat Klytie
Dalam mitologi Yunani, nama Klytie (Yunani Kuno: Κλυτίη, Ionic) atau Klytia (Κλυτίαcode: grc is deprecated , Attic dan dialek lainnya) dapat merujuk pada:
Klytie (Okeanid), dikenal karena cintanya yang tak berbalas untuk Helios. Karena cemburu, secara tidak langsung, Klytie menyebabkan kematian Leucothoe, kekasih Helios.[1]
Klytie, putri Pandareus dan saudara perempuan Cameiro. Cameiro dan Klytie kehilangan orang tua mereka karena murka para dewa sehingga mereka dibesarkan oleh Aphrodite. Mereka juga menerima hadiah dari dewi Olympus yakni: kebijaksanaan dan kecantikan dari Hera, perawakan tinggi dari Artemis, keterampilan dalam pekerjaan tangan dari Athena. Ketika Aphrodite pergi ke Olympus untuk mengatur agar para suster menikah dengan bahagia di masa depan, gadis-gadis itu dibiarkan tanpa pengawasan sehingga diculik oleh para Harpy dan diberikan oleh mereka kepada Erinyes.[2][3]
Theocritus, Idylls from The Greek Bucolic Poets translated by Edmonds, J M. Loeb Classical Library Volume 28. Cambridge, MA. Harvard Univserity Press. 1912. Online version at theoi.com