Odisseia adalah salah satu dari dua puisi epik besar Yunani Kuno yang dikaitkan dengan Homer. Karya ini adalah salah satu karya sastra tertua yang masih dibaca secara luas oleh khalayak modern. Seperti Iliad, puisi ini dibagi menjadi 24 buku. Iliad dan Odisseia merupakan dua puisi epik utama Yunani yang dikatakan ditulis oleh Homeros, seorang penyair buta dari Ionia. Odisseia merupakan sebuah karya yang menceritakan tentang peristiwa yang terjadi setelah Perang Troya di Troya.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Odisseia | |
|---|---|
| karya Homer | |
Fragmen manuskrip tertua yang diketahui dari Odisseia, dibuat di Mesir Ptolemaik pada abad ke-3 SM dan ditemukan di Medinet Ghoram | |
| Judul asli | Ὀδύσσεια |
| Penerjemah | Lihat terjemahan dari Odisseia atau Terjemahan bahasa Inggris |
| Ditulis | ca abad ke-8 SM |
| Bahasa | Bahasa Yunani Homerik |
| Genre | Epik |
| Bentuk | Puisi epik |
| Susunan rima | Tidak ada |
| Larik | 12,109 |
| Didahului | Iliad |
| Teks utuh | |
| Perang Troya |
|---|
| Perang |
|
Medan: Kurun waktu: Pertanggalan tradisional: Pertanggalan modern: Hasil: Kesejarahan Ilias |
| Sumber sastrawi |
Perang Troya dalam budaya populer |
| Babak |
| Pihak Yunani dan sekutunya |
Katalog Kapal |
| Pihak Troya dan sekutunya |
Gugus tempur Troya |
| Dewa-dewi yang terlibat |
|
Memicu perang: Memihak Yunani: Memihak Troya: |
| Topik terkait |
Odisseia (/ˈɒdɪsi/;[1] Yunani Kuno: Ὀδύσσεια, romanized: Odýsseiacode: grc is deprecated )[2] adalah salah satu dari dua epik utama dalam sastra Yunani kuno yang dikaitkan dengan Homer. Ini adalah salah satu karya sastra tertua yang masih ada dan tetap populer di kalangan pembaca modern. Sama halnya dengan Iliad, Odisseia dibagi menjadi 24 buku. Kisah ini mengikuti raja heroik dari Ithaca, Odysseus, juga dikenal dengan varian Latin Ulysses, dan perjalanan pulangnya setelah Perang Troya yang berlangsung selama sepuluh tahun. Perjalanannya dari Troya ke Ithaca berlangsung selama sepuluh tahun tambahan, di mana ia menghadapi banyak bahaya dan semua awak kapalnya tewas. Selama ketidakhadiran Odysseus yang lama, ia dianggap telah meninggal, meninggalkan istri Penelope dan putranya Telemakhos untuk menghadapi sekelompok pelamar Penelope yang tidak terkendali yang bersaing untuk mendapatkan Penelope sebagai calon istri.
Odisseia pertama kali disusun dalam bahasa Yunani Homerik sekitar abad ke-8 atau ke-7 SM; pada pertengahan abad ke-6 SM, ini telah menjadi bagian dari kanon sastra Yunani. Pada zaman klasik, Kepengarangan Homer dianggap benar, tetapi penelitian kontemporer sebagian besar mengasumsikan bahwa Iliad dan Odisseia disusun secara independen, sebagai bagian dari tradisi lisan yang panjang. Mengingat tingkat buta huruf yang tinggi, puisi tersebut dibacakan di hadapan penonton oleh seorang aoidos atau rhapsode.
Tema-tema utama dalam wiracarita ini meliputi gagasan-gagasan tentang nostos (νόστοςcode: grc is deprecated ; 'kembali', pulang), pengembaraan, xenia (ξενίαcode: grc is deprecated ; 'persahabatan tamu), pengujian, dan pertanda. Para cendekiawan membahas peran penting kelompok-kelompok tertentu dalam puisi tersebut, seperti perempuan dan budak, yang memiliki peran lebih besar daripada dalam karya sastra kuno lainnya. Fokus ini sangat luar biasa jika dibandingkan dengan Iliad, yang berpusat pada kepahlawanan para prajurit dan raja selama Perang Troya.
Odisseia dianggap sebagai salah satu karya terpenting dalam kanon Barat. Terjemahan bahasa Inggris pertama dari Odisseia terjadi pada abad ke-16. Adaptasi dan penafsiran ulang terus diproduksi di berbagai media. Pada tahun 2018, ketika BBC Culture menjajak pendapat para ahli di seluruh dunia berupaya menemukan narasi sastra yang paling abadi, dan Odisseia menduduki peringkat teratas.
Setelah Perang Troya, semua raja Yunani kembali ke kerajaannya. Kecuali Odisseus, Raja Ithaka yang dalam perjalanan pulangnya. Dia ditangkap oleh nimfa Kalipso. Ithaka tidak memiliki raja pada masa itu, beberapa orang jahat mencoba menjadi raja dan menikahi Ratu Penelope. Sang Ratu dan anaknya, pangeran Telemakhos masih menunggu Odisseus. Telemakhos meninggalkan Ithaka untuk mencari ayahnya. Perjalanan Odisseus berlangsung lama dan memakan waktu 20 tahun. Dia dan pengikutnya dihambat setiap kali oleh dewi, kiklops (raksasa bermata satu), penyihir, makhluk besar, siren dan lain lain. Namun, Odisseus sangat cerdik dan selalu menemukan solusi. Setelah 20 tahun Odisseus akhirnya pulang ke Ithaka. Dia menyamar sebagai pengemis karena banyak orang jahat mau membunuhnya untuk mencuri takhta. Sang Ratu mengatur sebuah pertandingan panah. Yang mana setiap peserta harus melewati sebuah tantangan dalam berpanah. Pemenangnya akan menjadi raja. Hanya pengemis itu yang berhasil melalui tantangan tersebut. Kemudian pengemis mengungkapkan identitasnya. Odisseus dibantu keluarganya berperang melawan orang jahat di kerajaannya.
Odisseus terdiri dari 12.109 baris yang disusun dalam metrum heksameter daktilik,[3][4] yang juga disebut sebagai heksameter Homerik. Kisah ini dimulai in medias res, di tengah-tengah cerita keseluruhan, dengan peristiwa sebelumnya yang diceritakan melalui kilas balik dan narasi.[5] Dua puluh empat buku dalam karya ini sesuai dengan huruf-huruf alfabet Yunani; pembagian ini kemungkinan besar dibuat setelah puisi tersebut disusun oleh seseorang selain Homer, tetapi umumnya diterima.[6]
Pada periode Klasik, beberapa buku (baik secara individu maupun dalam kelompok) biasanya diberi judul tersendiri:
Buku 22 menutup Siklus Epik Yunani, meskipun masih ada fragmen yang tersisa dari semacam "akhir alternatif" yang dikenal sebagai Telegony. Selain Telegony, 548 baris terakhir dari Odisseus, yang sesuai dengan buku 24, diyakini oleh banyak ahli ditambahkan oleh penyair yang sedikit lebih belakangan.[9]
Dalam Canto XXVI dari Inferno, Dante Alighieri bertemu dengan Odisseus di lingkaran kedelapan neraka, Di sana, Odisseus menambahkan akhir baru pada Odisseus menambahkan akhir baru pada Odyssye, di mana dia tidak pernah kembali ke Ithaca dan malah melanjutkan petualangannya yang tidak pernah berhenti. Edith Hall berpendapat bahwa gambaran Dante tentang Odisseus mencerminkan kolonialisme Renaisans dan sikap "othering", dengan siklop mewakili "kisah ras-ras mengerikan di ujung dunia", dan kekalahanny melambangkan "dominasi Romawi di Mediterania Barat". Beberapa petualangan Ulysses muncul kembali dalam cerita-cerita Arab tentang Sinbad Sang Pelaut.
Novel Modernis James Joyce, Ulysses (1922), sangat dipengaruhi oleh odyssey. Joyce pertama kali mengenal Odisseus lewat Adventures of Ulysses karya Charles Lamb, sebuah adaptasi puisi epik untuk anak-anak, yang tampaknya telah membentuk nama Latin dalam pikiran Joyce. Ulysses, sebuah retelling dari Odisseus yang berlatar di Dublin, dibagi menjadi 18 bagian (episode) yang bisa dikaitkan dengan 24 buku Odisseus.