Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiKlortetrasiklin
Artikel Wikipedia

Klortetrasiklin

Klortetrasiklin adalah antibiotik golongan tetrasiklin pertama yang diidentifikasi. Obat ini ditemukan pada tahun 1945 di Lederle Laboratories di bawah pengawasan ilmuwan Yellapragada Subbarow, Benjamin Minge Duggar. Mereka dibantu oleh Louis T. Wright, seorang ahli bedah yang melakukan percobaan pertama obat ini pada manusia. Duggar mengidentifikasi antibiotik ini sebagai produk dari bakteri Actinomycetales yang dibiakkannya dari sampel tanah yang dikumpulkan dari Sanborn Field di University of Missouri. Organisme tersebut diberi nama Streptomyces aureofaciens, dan obat yang diisolasinya yakni Aureomisin, karena warnanya yang keemasan.

senyawa kimia
Diperbarui 10 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Klortetrasiklin
Klortetrasiklin
Data klinis
Nama dagangAureomycin
AHFS/Drugs.comMicromedex Detailed Consumer Information
Rute
pemberian
Oral, IV, topikal
Kode ATC
  • A01AB21 (WHO)
    D06AA02
    J01AA03
    S01AA02
    QG51AA08
    QJ51AA03
Data farmakokinetika
Bioavailabilitas30%
Pengikatan protein50 – 55%
MetabolismeSaluran gastrointestinal, hati (75%)
MetabolitIsochlortetracycline
Waktu paruh eliminasi5,6 — 9 jam
Ekskresi60% (ginjal) dan >10% (saluran empedu)
Pengenal
Nama IUPAC
  • (4S,4aS,5aS,6S,12aR)-7-Kloro-4-(dimetillamino)-1,6,10,11,12a-pentahidroksi-6-metil-3,12-diokso-4,4a,5,5a-tetrahidrotetrasena-2-karboksamida[1]
Nomor CAS
  • 57-62-5 checkY
PubChem CID
  • 54675777
DrugBank
  • DB09093 checkY
ChemSpider
  • 10469370 checkY
UNII
  • WCK1KIQ23Q
KEGG
  • D07689 checkY
ChEMBL
  • ChEMBL456066 N
Nomor EE702 (antibiotik) Sunting di Wikidata
CompTox Dashboard (EPA)
  • DTXSID9022811 Sunting di Wikidata
ECHA InfoCard100.000.310 Sunting di Wikidata
Data sifat kimia dan fisik
RumusC22H23ClN2O8
Massa molar478,88 g·mol−1
Model 3D (JSmol)
  • Gambar interaktif
Rotasi spesifik[α]D25−275°·cm3·dm−1·g−1 (metana)
Titik leleh168 hingga 169 °C (334 hingga 336 °F)
Kelarutan dalam air0,5–0,6 mg/mL (20 °C)
SMILES
  • CN(C)[C@@H]2C(\O)=C(\C(N)=O)C(=O)[C@@]3(O)C(/O)=C4/C(=O)c1c(O)ccc(Cl)c1[C@@](C)(O)[C@H]4C[C@@H]23
InChI
  • InChI=1S/C22H23ClN2O8/c1-21(32)7-6-8-15(25(2)3)17(28)13(20(24)31)19(30)22(8,33)18(29)11(7)16(27)12-10(26)5-4-9(23)14(12)21/h4-5,7-8,15,26,28-29,32-33H,6H2,1-3H3,(H2,24,31)/t7-,8-,15-,21-,22-/m0/s1 checkY
  • Key:CYDMQBQPVICBEU-XRNKAMNCSA-N checkY
 ☒NcheckY (what is this?)  (verify)

Klortetrasiklin adalah antibiotik golongan tetrasiklin pertama yang diidentifikasi. Obat ini ditemukan pada tahun 1945 di Lederle Laboratories di bawah pengawasan ilmuwan Yellapragada Subbarow, Benjamin Minge Duggar. Mereka dibantu oleh Louis T. Wright,[2] seorang ahli bedah yang melakukan percobaan pertama obat ini pada manusia. Duggar mengidentifikasi antibiotik ini sebagai produk dari bakteri Actinomycetales yang dibiakkannya dari sampel tanah yang dikumpulkan dari Sanborn Field di University of Missouri.[3] Organisme tersebut diberi nama Streptomyces aureofaciens, dan obat yang diisolasinya yakni Aureomisin, karena warnanya yang keemasan.[1]

Obat ini tercantum dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia.[4]

Kegunaan dalam medis

Krim kombinasi dengan triamsinolon asetonida tersedia untuk pengobatan dermatitis alergi yang terinfeksi pada manusia.[5]

Dalam pengobatan hewan, klortetrasiklin umumnya digunakan untuk mengobati konjungtivitis pada kucing,[6] anjing, dan kuda. Obat ini juga digunakan untuk mengobati luka yang terinfeksi pada sapi, domba, dan babi, serta infeksi saluran pernapasan pada pedet, babi, dan ayam.[5]

Kontraindikasi

Klortetrasiklin untuk penggunaan sistemik dikontraindikasikan hewan dengan gangguan fungsi hati atau ginjal yang parah. Klortetrasiklin topikal tidak boleh digunakan pada ambing hewan yang susunya ditujukan untuk konsumsi manusia.[5]

Efek samping

Seperti golongan tetrasiklin lainnya, klortetrasiklin dapat menghambat mineralisasi tulang dan gigi pada manusia dan hewan yang sedang tumbuh dan belum lahir, serta mewarnai gigi mereka menjadi kuning atau cokelat. Klortetrasiklin juga dapat mengganggu fungsi hati dan ginjal. Reaksi alergi jarang terjadi.[5]

Interaksi

Klortetrasiklin dapat meningkatkan aktivitas antikoagulan asenokumarol. Risiko atau keparahan efek samping dapat meningkat jika klortetrasiklin dikombinasikan dengan asitretin, adapalen, atau alitretinoin. Aluminium fosfat dan aluminium hidroksida dapat menyebabkan penurunan penyerapan klortetrasiklin yang mengakibatkan penurunan konsentrasi serum dan berpotensi penurunan efikasi. Efikasi terapeutik mesilinam (amdinosilin), amoksisilin, dan ampisilin dapat menurun jika digunakan dalam kombinasi dengan klortetrasiklin. Klortetrasiklin dapat meningkatkan aktivitas penghambatan neuromuskular atrakurium besilat.[7]

Referensi

  1. 1 2 "chlortetracycline | C22H23ClN2O8 - PubChem". Pubchem.ncbi.nlm.nih.gov. Diakses tanggal 2017-03-13.
  2. ↑ Posner, Gerald. PHARMA : Greed, Lies, and the Poisoning of America. S.L., Avid Reader Pr, 2021, pp. 47–57.
  3. ↑ Jukes TH (1985). "Some historical notes on chlortetracycline". Reviews of Infectious Diseases. 7 (5): 702–7. doi:10.1093/clinids/7.5.702. PMID 3903946.
  4. ↑ World Health Organization (2021). World Health Organization model list of essential medicines: 22nd list (2021). Geneva: World Health Organization. hdl:10665/345533. WHO/MHP/HPS/EML/2021.02.
  5. 1 2 3 4 Austria-Codex (dalam bahasa Jerman). Vienna: Österreichischer Apothekerverlag. 2018.
  6. ↑ Merck Veterinary Manual. Diakses tanggal 2017-03-13.
  7. ↑ "Chlortetracycline - DrugBank". Drugbank.ca. Diakses tanggal 2017-03-13.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kegunaan dalam medis
  2. Kontraindikasi
  3. Efek samping
  4. Interaksi
  5. Referensi

Artikel Terkait

Senyawa kimia

sifat fisik

Kimia

Ilmu pengetahuan tentang susunan, sifat, dan reaksi suatu unsur atau zat

Tata nama senyawa kimia

Seperangkat aturan pembuatan nama sistematik untuk senyawa kimia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026