Gangguan jiwa adalah perubahan pada fungsi Jiwa yang menyebabkan adanya gangguan pada fungsi jiwa, yang menimbulkan penderitaan pada individu dan atau hambatan dalam melaksanakan peran sosial. Gangguan jiwa berbeda dengan keterbelakangan mental, karena gangguan jiwa berangkat dari pengalaman hidup yang mengganggu fungsi jiwa, sedangkan keterbelakangan mental disebabkan rendahnya Intellgence Quotience (IQ).
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Artikel bertopik psikiatri atau psikologi ini tidak dimaksudkan sebagai acuan analisa atau penentuan pengobatan atas kondisi diri sendiri atau orang lain. Silakan berkonsultasi dengan psikiater atau psikolog klinis yang berwenang melakukan hal tersebut. Silakan baca juga halaman mengenai sangkalan medis |
Gangguan jiwa adalah perubahan pada fungsi Jiwa yang menyebabkan adanya gangguan pada fungsi jiwa, yang menimbulkan penderitaan pada individu dan atau hambatan dalam melaksanakan peran sosial. Gangguan jiwa berbeda dengan keterbelakangan mental, karena gangguan jiwa berangkat dari pengalaman hidup yang mengganggu fungsi jiwa, sedangkan keterbelakangan mental disebabkan rendahnya Intellgence Quotience (IQ).[1]
Menurut Rusdi (1998), ada beberapa macam gangguan jiwa, yaitu:
Gangguan jiwa organik dan simtomatik, skizofrenia, gangguan skizotipal dan gangguan waham, gangguan suasana perasaan, gangguan neurotik, gangguan somatoform, sindrom perilaku yang berhubungan dengan gangguan fisiologis dan faktor fisik, Gangguan kepribadian dan perilaku masa dewasa, retardasi mental, gangguan perkembangan psikologis, gangguan perilaku dan emosional dengan onset masa kanak dan remaja.[1]
Berdasarkan PPDGJ (Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa) III, Gangguan Jiwa diklasifikasikan menjadi beberapa jenis.