Kota Kisaran Barat adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Indonesia. Di Kecamatan ini terdapat Masjid yaitu Masjid Agung H. Ahmad Bakrie dan Tugu Adipura di depannya. Di Kecamatan ini juga terdapat Sekolah Perguruan Swasta Diponegoro, Rumah Dinas Bupati Asahan, Alun-Alun Rambate Rata Raya dan Kantor Bupati Asahan. Pada tahun 2021, penduduk Kisaran Barat sebanyak 60.724 jiwa.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Kota Kisaran Barat | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Sumatera Utara | ||||
| Kabupaten | Asahan | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Drs. Armansyah[1] | ||||
| Populasi | |||||
| • Total | 60.428 jiwa | ||||
| • Kepadatan | 1.842,03/km2 (4,770,8/sq mi) | ||||
| Kode pos | 21211 - 21218 | ||||
| Kode Kemendagri | 12.09.19 | ||||
| Kode BPS | 1208160 | ||||
| Luas | 32,81 Km² | ||||
| Kepadatan | 1842,03 | ||||
| Desa/kelurahan | 13 Kelurahan | ||||
| Situs web | keckisaranbarat | ||||
| |||||
Kota Kisaran Barat adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Indonesia. Di Kecamatan ini terdapat Masjid yaitu Masjid Agung H. Ahmad Bakrie dan Tugu Adipura di depannya. Di Kecamatan ini juga terdapat Sekolah Perguruan Swasta Diponegoro, Rumah Dinas Bupati Asahan, Alun-Alun Rambate Rata Raya dan Kantor Bupati Asahan. Pada tahun 2021, penduduk Kisaran Barat sebanyak 60.724 jiwa.[2]
Kecamatan Kisaran Barat memiliki batas wilayah sebagai berikut:
| Utara | Kecamatan Rawang Panca Arga dan Kecamatan Pulo Bandring |
| Timur | Kecamatan Kota Kisaran Timur |
| Selatan | Kecamatan Pulo Bandring dan Kecamatan Sei Dadap |
| Barat | Kecamatan Pulo Bandring |
Penduduk Kisaran Barat terdiri dari berbagai suku bangsa, agama, ras dan adat istiadat (SARA), yang menciptakan berbagai budaya berbaur, dengan mayoritas Jawa dan Batak. Suku Batak sebagian besar adalah Batak Angkola, Toba, dan Mandailing, dan sebagian Simalungun, Karo dan Pakpak.[3]
Berikut adalah daftar banyaknya penduduk Kota Kisaran Barat berdasarkan suku bangsa, pada tahun 2010:[3]
| No | Suku | Jumlah 2010 | % |
|---|---|---|---|
| 1 | Jawa | 32.670 | 51,03% |
| 2 | Batak | 18.053 | 28,20% |
| 3 | Minangkabau | 3.201 | 5,00% |
| 4 | Melayu | 2.592 | 4,05% |
| 4 | Banjar | 756 | 1,18% |
| 6 | Aceh | 326 | 0,51% |
| 7 | Lainnya* | 6.423 | 10,03% |
| Kota Kisaran Barat | 64.021 | 100% | |
Catatan: Suku lainnya, sebagian besar adalah Tionghoa, dan suku lain seperi Nias, Sunda dan lain-lain.
Keragaman suku bangsa di Kisaran Barat juga memengaruhi perbedaan agama yang dianut. Berdasarkan Sensus Penduduk Indonesia 2010, mayoritas warga Kisaran Barat menganut agama Islam.[4][5] Adapun persentasi penduduk Kisaran Barat menurut agama yang dianut yakni Islam sebanyak 83,74%, kemudian Kristen sebanyak 7,79% yang mana Protestan sebanyak 7,22% dan selebihnya Katolik sebanyak 0,57%. Penduduk yang beragama Buddha sebanyak 7,24%, kemudian Hindu sebanyak 0,13% dan lainnya 1,10%.[4] Sementara untuk sarana rumah ibadah di Kisaran Barat pada tahun 2021, terdapat 38 masjid, 32 musala, 14 gereja Protestan, dan 7 vihara.[2]