Aek Kuasan adalah sebuah kecamatan yang berada di Kabupaten Asahan, provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Kecamatan Aek Kuasa berbatasan langsung dengan Kabupaten Labuhanbatu Utara. Pada tahun 2021, jumlah penduduk kecamatan ini sebanyak 25.939 jiwa.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Aek Kuasan | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Sumatera Utara | ||||
| Kabupaten | Asahan | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Jutawan Sinaga, S. STP, MAP[1] | ||||
| Populasi | |||||
| • Total | 25.939 jiwa | ||||
| • Kepadatan | 181/km2 (470/sq mi) | ||||
| Kode pos | 21273 | ||||
| Kode Kemendagri | 12.09.18 | ||||
| Kode BPS | 1208031 | ||||
| Luas | 143,13 km² | ||||
| Kepadatan | 181 | ||||
| Desa/kelurahan | 1 kelurahan 6 desa 50 dusun | ||||
| Situs web | kecaekkuasan | ||||
| |||||

Aek Kuasan adalah sebuah kecamatan yang berada di Kabupaten Asahan, provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Kecamatan Aek Kuasa berbatasan langsung dengan Kabupaten Labuhanbatu Utara. Pada tahun 2021, jumlah penduduk kecamatan ini sebanyak 25.939 jiwa.[2]
Kecamatan ini terdiri dari 1 kelurahan dan 6 desa, yakni;[3]
Penduduk Aek Kuasan terdiri dari beragam suku bangsa, agama, ras dan adat istiadat (SARA), dengan mayoritas suku Jawa dan Batak. Suku Batak sebagian besar adalah Batak Angkola dan Mandailing, sebagian lagi Batak Toba, Simalungun, Karo dan Pakpak.[4] Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Asahan tahun 2010, banyaknya penduduk Aek Kuasan berdasarkan suku bangsa yakni suku Jawa sebanyak 72,08%, kemudian Batak sebanyak 23,89%. Suku Melayu sebanyak 0,75%, kemudian Minangkabau sebanyak 0,56%, Banjar sebanyak 0,44%. Selebihnya berasal dari suku Aceh, Tionghoa, Nias, Sunda dan lain-lain sebanyak 2,28%.[4]
Berdasarkan Sensus Penduduk Indonesia 2010, mayoritas penduduk Aek Kuasan menganut agama Islam.[5][6] Adapun persentasi penduduk kecamatan ini menurut agama yang dianut yakni Islam sebanyak 94,77%, kemudian Kristen sebanyak 4,66% yang mana Protestan sebanyak 4,51% dan Katolik sebanyak 0,15%. Sebagian menganut agama Buddha sebanyak 0,54% dan Hindu sebanyak 0,03%.[5] Sementara untuk sarana rumah ibadah di kecamatan ini pada tahun 2021, terdapat 41 masjid, 15 musala, dan 8 gereja Protestan.[2]