Ketindihan adalah sebuah film horor supranatural Indonesia tahun 2025 yang disutradarai oleh Dyan Sunu Prastowo, diproduseri oleh Chetan A. Samtani, dan ditulis oleh Widi Lestari. Film ini dibintangi oleh Haico Van der Veken, Kevin Ardilova, dan Donny Damara, di mana alur ceritanya berkisah mengenai seorang atlet tenis yang mengalami ketindihan pada saat tidur.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Ketindihan | |
|---|---|
Poster penayangan di bioskop | |
| Sutradara | Dyan Sunu Prastowo |
| Produser | Chetan A. Samtani |
| Skenario | Widi Lestari |
| Pemeran | |
| Penata musik | Indra Qadarsih |
| Sinematografer | Akhmad Khomaini |
| Penyunting | Gita Miaji |
Perusahaan produksi |
|
Tanggal rilis |
|
| Durasi | 96 menit |
| Negara | Indonesia |
| Bahasa | Indonesia |
Ketindihan adalah sebuah film horor supranatural Indonesia tahun 2025 yang disutradarai oleh Dyan Sunu Prastowo, diproduseri oleh Chetan A. Samtani, dan ditulis oleh Widi Lestari. Film ini dibintangi oleh Haico Van der Veken, Kevin Ardilova, dan Donny Damara, di mana alur ceritanya berkisah mengenai seorang atlet tenis yang mengalami ketindihan pada saat tidur.
Film ini ditayangkan di bioskop pada 9 Januari 2025 dan di Netflix pada 15 Mei 2025.[1][2]
Tania adalah seorang atlet tenis yang berada dalam tekanan sang ayah yang berambisi agar dirinya memenangkan kejuaraan dan membawa pulang medali emas Olimpiade.
Suatu malam Tania lagi ngobrol dengan teman-temannya, dan Silmi bercerita legenda mistis asal Aceh mengenai fenomena ketindihan yang disebabkan karena diganggu oleh jin bernama Beuno. Tania yang tidak percaya dengan hal semacam itu mencoba ritual memanggil Beuno. Malamnya Nurul berjalan saat tidur dan menjatuhkan diri dari lantai atas dan terbunuh secara tragis.
Seminggu setelah meninggalnya Nurul, Tania mulai melihat penampakan dan merasakan kehadiran Beuno, sehingga sering ketindihan saat tidur, membuatnya bertengkar dengan Bimo akibat munculnya cupang misterius di lehernya, dan mencekik dan hampir membunuh Leona setelah latihan.
Suatu hari Tania mendengarkan kabar bahwa Silmi meninggal dalam keadaan yang mengenaskan. Adiknya, Timo juga meninggal setelah mengadu pada orang tuanya bahwa Tania berhubungan badan dengan pacarnya, Coki. Saat menyadari bahwa semua yang terjadi adalah karena ulah Beuno, Tania segera menuju ke rumah Coki untuk memperingatkannya, tapi mengalami kecelakaan saat perjalanan. Coki di sisi lain memblender tangannya sendiri di rumahnya. Sementara itu ayahnya juga mengalami ketindihan.
Di rumah sakit, Ustadzah Riza mengatakan pada Tania bahwa ada jin jahat yang sedang mengikutinya. Tania mengatakan bahwa jin tersebut selalu menyerang pada jam 03:15 pagi. Ustadzah Riza kemudian menuntun Tania untuk membaca ayat Kursi untuk memusnahkan jin yang mengikutinya selama ini. Tidak lama setelahnya, Coki meninggal. Tania melanjutkan hidupnya dan berhasil menjadi juara turnamen tenis.
Seorang gadis galau memanggil nama Beuno tiga kali dan memintanya datang ke mimpinya malam itu, diikuti sebuah penampakan di belakangnya.
Luana Dutra yang berperan sebagai sosok hantu dalam film ini harus mengenakan makeup prostetik selama enam jam tanpa bisa bergerak sedikit pun.[3]