Shutter adalah film horor Indonesia tahun 2025 yang disutradarai oleh Herwin Novianto dan ditulis oleh Alim Sudio, serta dibintangi oleh Vino G. Bastian, Niken Anjani, dan Anya Geraldine. Film ini adalah daur ulang dari film Thailand berjudul sama yang dirilis tahun 2004, dengan alur cerita yang mengikuti seorang fotografer yang dikejutkan oleh kemunculan bayangan seorang perempuan di setiap hasil jepretannya.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Shutter | |
|---|---|
Poster penayangan di bioskop | |
| Sutradara | Herwin Novianto |
| Produser | |
| Ditulis oleh | Alim Sudio |
| Pemeran | |
| Penata musik | Mondo Gascaro |
| Sinematografer | Rahmat Nur Hidayat |
| Penyunting |
|
Perusahaan produksi | |
Tanggal rilis |
|
| Durasi | 89 menit |
| Negara | Indonesia |
| Bahasa | Indonesia |
Shutter adalah film horor Indonesia tahun 2025 yang disutradarai oleh Herwin Novianto dan ditulis oleh Alim Sudio, serta dibintangi oleh Vino G. Bastian, Niken Anjani, dan Anya Geraldine. Film ini adalah daur ulang dari film Thailand berjudul sama yang dirilis tahun 2004, dengan alur cerita yang mengikuti seorang fotografer yang dikejutkan oleh kemunculan bayangan seorang perempuan di setiap hasil jepretannya.
Film ini tayang di bioskop pada 30 Oktober 2025 dan ditayangkan di Netflix pada 27 Februari 2026.[1]
Darwin yang hidup bersama kekasihnya, Pia, adalah seorang fotografer profesional yang masih setia memakai kamera manual di era serba digital. Sepulang dari suatu acara, mereka mengalami kecelakaan mobil dan tanpa sengaja menabrak seorang wanita di jalan sepi. Karena panik dan takut menghadapi konsekuensi hukum, Darwin memilih melarikan diri dari lokasi kejadian, meninggalkan wanita tersebut tergeletak di jalan. Sejak itu, Pia yang merasa bersalah, tidak pernah bisa tenang dan mulai melihat penampakan dari seorang hantu wanita. Darwin dan Pia mencoba mengunjungi lokasi kejadian, tapi tidak menemukan jejak bahwa pernah ada korban tabrak lari di jalan tersebut. Mereka juga berkonsultasi dengan dosen fotografi kampus yang berkata bahwa salah satu alasan arwah bisa menampakkan diri adalah karena disakiti.
Darwin mulai menyadari sesuatu yang aneh. Setiap foto yang ia ambil selalu menampilkan bayangan perempuan misterius. Awalnya Darwin menganggapnya sebagai kebetulan atau gangguan kamera biasa, tetapi sosok itu muncul semakin jelas dan konsisten. Gangguan tidak hanya terjadi pada foto, tapi dia sering merasakan sakit pada leher dan bahu. Dia juga merasa seperti diawasi dan mengalami mimpi buruk serta halusinasi. Situasi makin genting, ketika satu per satu teman lama Darwin — Tio, Reza, dan Abi — meninggal dengan cara yang ganjil. Pola kematian ini membuat Pia sadar bahwa hantu tersebut tidak menyerang secara acak, melainkan membalas sesuatu dari masa lalu mereka. Pia mulai menyelidiki identitas wanita yang mereka tabrak. Dalam kilas balik, terungkap bahwa Darwin pernah memiliki hubungan asmara dengan seorang mahasiswi beprestasi bernama Lilis. Karena Darwin tidak memiliki perasaan kepada Lilis, hubungan mereka akhirnya kandas. Merasa trauma dan sakit hati, Lilis sempat mencoba bunuh diri tapi gagal. Lilis akhirnya meninggal tidak lama kemudian.
Darwin dan Pia memutuskan untuk pergi ke rumah Lilis di kampung halamannya. Di sana mereka menemukan mayat Lilis yang dibiarkan oleh ibunya tetap di tempat tidurnya. Merasa bahwa itu penyebab arwah Lilis menghantui mereka, mereka menyarankan agar mayat Lilis bisa dikuburkan dengan layak. Setelah penguburan, gangguan arwah Lilis tidak berhenti. Darwin terus diteror oleh Lilis sehingga terjatuh dari tangga saat bekerja. Pia menemukan rangkaian foto arwah Lilis yang tertuju pada sebuah negatif film, yang mengungkap bahwa teman-teman Darwin pernah memperkosa Lilis dan mengancamnya untuk menjauhi Darwin. Di sanalah, Pia menyadari bahwa Lilis meninggal karena hal tersebut serta masih menyimpan dendam kepada Darwin. Setelah Darwin sadar di rumah sakit, Pia menunjukkan foto-foto tersebut kepadanya dan meninggalkannya. Setelah sembuh, Darwin yang merasa frustasi berteriak memanggil arwah Lilis sambil mengambil foto disetiap sudut rumahnya. Saat Darwin membanting kamera polaroid-nya ke lantai, tiba-tiba kamera tersebut mencetak foto-foto yang menunjukkan bahwa arwah Lilis selama ini menaiki pundaknya. Darwin yang berusaha mengeyahkan arwah Lilis akhirnya terjatuh ke dalam kolam.
Di auditorium kampus, Pia menampilkan slide mengenai kekerasan seksual yang dilakukan oleh teman-teman Darwin di hadapan para dosen dan mahasiswa, untuk membangkitkan kepedulian mengenai kasus kekerasan terhadap perempuan. Di rumah sakit jiwa, Pia mengunjungi Darwin yang tengah membungkuk di tempat tidurnya. Dalam bayangan kaca, terlihat arwah Lilis masih menaiki pundaknya.
Pada 18 Mei 2025, saat malam pelaksanaan Cannes Film Market 2025, Falcon Pictures yang sebelumnya memproduksi Kang Mak from Pee Mak (2024), daur ulang dari film Thailand Pee Mak (2013), mengumumkan film baru yang kembali dibuat berdasarkan film horor Thailand.[2][3] Mengikuti kesuksesan film sebelumnya, Herwin Novianto dan Alim Sudio kembali dipilih menjadi sutradara dan penulis skenario film ini. Menurut Alim, tantangan utama mendaur ulang film yang sudah dirilis 21 tahun yang lalu adalah karena penyesuaian beberapa faktor akibat perubahan zaman dan teknologi khususnya yang berhubungan dengan kamera.[4] Alim juga menyampaikan dia menggunakan banyaknya kasus perundungan dan kekerasan seksual di Indonesia sebagai salah satu dasar dan nilai yang dikaitkan dengan alur cerita film.[4]