Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kesavananda Bharati v. State of Kerala

Kesavananda Bharati v. State of Kerala adalah putusan penting Mahkamah Agung India yang menjabarkan doktrin struktur dasar Konstitusi India. Dalam putusan ini, Hakim Hans Raj Khanna menyatakan bahwa konstitusi India memiliki struktur dasar yang tidak dapat diamendemen oleh Parlemen India.

Wikipedia article
Diperbarui 20 Desember 2022

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kesavananda Bharati v. State of Kerala
Lambang Mahkamah Agung India

Kesavananda Bharati v. State of Kerala (nama lengkap: His Holiness Kesavananda Bharati Sripadagalvaru and Ors. v. State of Kerala and Anr. (1973) 4 SCC 225) adalah putusan penting Mahkamah Agung India yang menjabarkan doktrin struktur dasar Konstitusi India. Dalam putusan ini, Hakim Hans Raj Khanna menyatakan bahwa konstitusi India memiliki struktur dasar yang tidak dapat diamendemen oleh Parlemen India.[1]

Sebelumnya, dalam perkara Golaknath v. State of Punjab, Mahkamah Agung India menyatakan bahwa amendemen konstitusi tidak boleh digunakan untuk mengurangi hak-hak dasar karena amendemen dianggap masuk ke dalam cakupan istilah "undang-undang" dalam Pasal 13 Undang-undang Dasar India yang melarang parlemen mengeluarkan undang-undang yang mengurangi hak-hak dasar.[2] Akibatnya, Perdana Menteri India Indira Gandhi mengeluarkan Amendemen ke-24 dan ke-25 Undang-undang Dasar India pada tahun 1971. Amendemen ke-24 memperbolehkan parlemen menambah, mengubah, atau mencabut pasal mana pun di dalam undang-undang dasar (termasuk yang terkait dengan hak-hak dasar), sementara amendemen ke-25 mengizinkan reformasi properti. Keabsahan amendemen-amendemen tersebut digugat ke Mahkamah Agung pada tahun 1973.[1]

Mahkamah Agung pada mulanya menyatakan bahwa istilah "undang-undang" tidak mencakup amendemen konstitusi, sehingga pernyataan ini membatalkan preseden dalam perkara Golaknath. Namun demikian, tujuh dari tiga belas hakim Mahkamah Agung menegaskan bahwa wewenang untuk mengamendemen konstitusi tidak mencakup wewenang untuk mengubah "struktur dasar" Konstitusi India dan juga tidak dapat mengubah identitas konstitusi India. Hal inilah yang disebut dengan "doktrin struktur dasar". Sementara itu, enam hakim lainnya mengeluarkan pendapat berbeda yang menyatakan bahwa semua pasal dalam undang-undang dasar memiliki status yang sama dan dapat diamendemen.[1]

Catatan kaki

  1. 1 2 3 Roznai 2017, hlm. 44.
  2. ↑ Roznai 2017, hlm. 43.

Daftar pustaka

  • Roznai, Yaniv (2017). Unconstitutional Constitutional Amendments: The Limits of Amendment Powers. Oxford University Press. ISBN 9780198768791.

Pranala luar

  • "Kesavananda Bharati ... vs State Of Kerala And Anr on 24 April, 1973". Indian Kanoon. Diakses tanggal 2012-06-24.


Ikon rintisan

Artikel bertopik hukum ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Catatan kaki
  2. Daftar pustaka
  3. Pranala luar

Artikel Terkait

Golaknath v. State Of Punjab

kemudian dibatalkan oleh Mahkamah Agung India dalam putusan Kesavananda Bharati v. State of Kerala pada tahun 1973. Namun, putusan Golaknath yang terkait dengan

Amendemen konstitusi yang tidak konstitusional

Honduras. Kesavananda Bharati v. State of Kerala Roznai, Yaniv (September 19, 2017). Unconstitutional Constitutional Amendments: The Limits of Amendment

Doktrin Struktur Dasar India

pada tahun 1960-an dan 1970-an yang berpuncak pada kasus Kesavananda Bharati v. State of Kerala, di mana doktrin tersebut secara resmi diadopsi. Bangladesh

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026