Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiKonflik Sampit
Artikel Wikipedia

Konflik Sampit

Konflik Sampit, Perang Sampit, Tragedi Sampit atau Kerusuhan Sampit adalah pecahnya kekerasan antaretnis di Indonesia, yang dimulai pada bulan Februari 2001 dan berlangsung sepanjang tahun tersebut. Konflik ini bermula di Sampit, Kalimantan Tengah, dan menyebar ke seluruh provinsi, termasuk ibu kota Palangka Raya. Konflik ini terjadi antara suku Dayak asli dan suku Madura migran dari pulau Madura di lepas pantai Jawa. Asal mula konflik ini masih diperdebatkan, tetapi akhirnya mengakibatkan ratusan korban tewas, dengan setidaknya seratus orang Madura dipenggal kepalanya.

kerusuhan antar etnis di Indonesia
Diperbarui 3 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Konflik Sampit
Bagian dari Era Reformasi
Tanggal18–28 Februari 2001
LokasiSampit, Kalimantan Tengah, Indonesia
Hasil
  • Kerusuhan berakhir pada 28 Februari
  • Kerusuhan berskala kecil terus berlanjut sepanjang tahun
Pihak terlibat
Perusuh Dayak Perusuh Madura

Indonesia Indonesia

  • TNI
  • POLRI
Kekuatan

32.000 di Sampit

1.500.000 di Kalimantan Tengah
90.000 di Sampit 4.000–5.000 di Kalimantan Tengah
Korban
188 tewas
  • 500–1.000 tewas (100 korban dipenggal termasuk wanita dan anak-anak)[1][2]
  • 100.000–250.000 mengungsi[3]
6 tewas[4]

Konflik Sampit, Perang Sampit, Tragedi Sampit atau Kerusuhan Sampit[5] adalah pecahnya kekerasan antaretnis di Indonesia, yang dimulai pada bulan Februari 2001 dan berlangsung sepanjang tahun tersebut. Konflik ini bermula di Sampit, Kalimantan Tengah, dan menyebar ke seluruh provinsi, termasuk ibu kota Palangka Raya. Konflik ini terjadi antara suku Dayak asli dan suku Madura migran dari pulau Madura di lepas pantai Jawa.[6] Asal mula konflik ini masih diperdebatkan, tetapi akhirnya mengakibatkan ratusan korban tewas, dengan setidaknya seratus orang Madura dipenggal kepalanya.[7][8]

Latar belakang

Konflik Sampit tahun 2001 bukanlah insiden yang terisolasi karena telah terjadi beberapa insiden sebelumnya antara warga Dayak dan Madura.[9] Konflik besar terakhir terjadi antara Desember 1996 dan Januari 1997 yang mengakibatkan 600 korban tewas.[10] Penduduk Madura pertama kali tiba di Kalimantan pada era 1930-an di bawah program transmigrasi yang dicanangkan oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda dan dilanjutkan oleh pemerintah Indonesia.[11] Pada tahun 2000, transmigran membentuk 21% populasi Kalimantan Tengah.[12] Suku Dayak merasa tidak puas dengan persaingan yang terus datang dari warga Madura yang semakin agresif. Hukum-hukum baru telah memungkinkan warga Madura memperoleh kontrol terhadap banyak industri komersial di provinsi ini seperti perkayuan, penambangan dan perkebunan.[12]

Ada sejumlah cerita yang menjelaskan insiden kerusuhan tahun 2001. Satu versi mengklaim bahwa ini disebabkan oleh serangan pembakaran sebuah rumah Dayak. Rumor mengatakan bahwa kebakaran ini disebabkan oleh warga Madura dan kemudian sekelompok anggota suku Dayak mulai membakar rumah-rumah di permukiman Madura.[9] K.M.A. Usop dari Asosiasi Masyarakat Dayak mengklaim bahwa pembantaian oleh suku Dayak dilakukan demi mempertahankan diri setelah beberapa anggota mereka diserang.[13] Selain itu, juga dikatakan bahwa seorang warga Dayak disiksa dan dibunuh oleh sekelompok warga Madura setelah sengketa judi di desa Kerengpangi pada 17 Desember 2000.[14]

Versi lain mengklaim bahwa konflik ini berawal dari percekcokan antara murid dari berbagai ras di sekolah yang sama.[15]

Pemenggalan kepala

Artikel utama: Ngayau

Sedikitnya 100 warga Madura dipenggal kepalanya oleh suku Dayak selama konflik ini. Suku Dayak memiliki sejarah praktik ritual pemburuan kepala (Ngayau), meski praktik ini dianggap musnah pada awal abad ke-20,[13][16] akan tetapi korban dari Suku Madura juga termasuk anak anak dan wanita yang tidak bersalah yang tidak luput dibantai oleh Suku Dayak.

Tanggapan dari pihak berwenang

Skala pembantaian dan intensitas agresi membuat militer dan polisi sulit mengendalikan situasi di Kalimantan Tengah. Bala bantuan dikirim untuk membantu personel militer yang ada di provinsi tersebut. Pada tanggal 18 Februari, suku Dayak mengambil alih kendali atas Sampit.[17]

Polisi menangkap seorang pejabat lokal yang diyakini sebagai salah satu dalang di balik serangan tersebut. Dalang tersebut diduga membayar enam orang untuk memprovokasi kerusuhan di Sampit. Polisi juga menangkap sejumlah perusuh Dayak setelah pembunuhan yang terjadi.[18]

Beberapa hari kemudian, pada tanggal 21 Februari, ribuan orang Dayak mengepung sebuah kantor polisi di Palangka Raya untuk menuntut pembebasan para tahanan Dayak. Polisi menyerah pada tuntutan ini karena mereka kalah jumlah dengan orang Dayak yang agresif. Pada tanggal 28 Februari, militer berhasil membersihkan orang-orang Dayak dari jalanan dan memulihkan ketertiban,[19] tetapi kekerasan sporadis terus berlanjut sepanjang tahun.

Lihat pula

  • Kejatuhan Soeharto
  • Kerusuhan Sambas
  • Kerusuhan Tarakan, kerusuhan kecil antara warga Dayak Tidung dan Bugis di Tarakan
  • Program transmigrasi

Referensi

  1. ↑ "Kalimantan's Agony: The failure of Transmigrasi". CNN. May 31, 2008. Diarsipkan dari asli tanggal May 31, 2008.
  2. ↑ "Dan Kepala Bocah Pun Dipenggal". Liputan6. March 5, 2001.
  3. ↑ Patji, Abdul Rachman (2003). "Tragedi Sampit 2001 Dan Imbasnya Ke Palangka Raya" (PDF). Jurnal Masyarakat Dan Budaya. 5 (2): 14–34.
  4. ↑ "Sampit Mencekam, TNI-Polri Baku Tembak". Liputan6. February 28, 2001.
  5. ↑ "Sampit jadi lautan api (Kalimantan)". e-borneo.com. 2001-2-22. Diakses tanggal 2019-4-15.
  6. ↑ Rinakit, Sukardi (2005). The Indonesian Military After the New Order. Nordic Institute of Asian Studies. ISBN 87-91114-06-3.
  7. ↑ "Horrors of Borneo massacre emerge". BBC. February 27, 2001. Diakses tanggal August 13, 2008.
  8. ↑ "Sejarah Konflik Sampit: Kronologi, Penyebab, dan Penyelesaiannya". Kompas.com. March 16, 2023.
  9. 1 2 Mentari Sampit, 2001
  10. ↑ "Indonesia: The Violence in Central Kalimantan (Borneo)". Human Rights Watch. February 28, 2001. Diakses tanggal 2008-08-13.
  11. ↑ Tri Nuke Pudjiastuti (June 2002). "Immigration and Conflict in Indonesia" (PDF). IUSSP Regional Population Conference, Bangkok. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2012-02-09. Diakses tanggal 2008-08-13.
  12. 1 2 "Indonesia flashpoints: Kalimantan". BBC. June 28, 2004. Diakses tanggal August 13, 2008.
  13. 1 2 "Kalimantan's Agony: The failure of Transmigrasi". CNN. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-05-31. Diakses tanggal 2008-08-13.
  14. ↑ Elegant, Simon (March 5, 2001). "The Darkest Season". Time. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-10-25. Diakses tanggal 2008-08-13.
  15. ↑ "Interim Report of KONTRAS Fact Finding into the Causes of the Sampit Tragedy". Kontras. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-05-18. Diakses tanggal 2008-08-14.
  16. ↑ "Beheading: A Dayak ritual". BBC. February 23, 2001. Diakses tanggal 2008-08-13.
  17. ↑ "Chronology of violence in Central Kalimantan". Indahnesia. Diarsipkan dari asli tanggal June 3, 2021. Diakses tanggal August 13, 2008.
  18. ↑ "Chronology of violence in Central Kalimantan". Indahnesia. Diarsipkan dari asli tanggal June 3, 2021. Diakses tanggal August 13, 2008.
  19. ↑ "Chronology of violence in Central Kalimantan". Indahnesia. Diarsipkan dari asli tanggal June 3, 2021. Diakses tanggal August 13, 2008.

Catatan kaki

Bacaan lanjutan

  • Mentari Sampit, Berita Terkini di Indonesia (2001). "Peristiwa Memicu Tragedi Sampit Dayak vs Madura". mentari.biz (dalam bahasa Indonesia). Diarsipkan dari asli tanggal 2011-08-22. Diakses tanggal 2018-7-22. ; Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  • Sampit Berdarah, Dayak (2001). "Sampit Berdarah". fortunecity.com (dalam bahasa Indonesia). Diarsipkan dari asli tanggal 2007-07-07. Diakses tanggal 2021-02-25. ; Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  • Tragedi Berdarah Sampit, KRK. "Madura harus tanggapi hasil KRK (Kalimantan)". e-borneo.com (dalam bahasa Indonesia). Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  • Konflik Sampit, Madura (2001). "KONDISI SOSIAL-BUDAYA DAN EKONOMI PENGUNGSI AKIBAT KERUSUHAN SOSIAL KALIMANTAN DI KABUPATEN SAMPANG DAN BANGKALAN, MADURA". witayablog.blogspot.com (dalam bahasa Indonesia). Diakses tanggal 2010-4-28. ; Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  • l
  • b
  • s
Sejarah konflik di Indonesia
Konflik politik
  • Revolusi Sosial Sumatra Timur
  • Perang Cumbok
  • Peristiwa Madiun
  • Kudeta APRA
  • Pemberontakan DI/TII
  • Peristiwa Andi Azis
  • Sinterklas Hitam
  • Gerakan 30 September
  • Pembantaian 1965-1966
  • Peristiwa 19 Agustus 1966
  • Pemberontakan di Aceh
  • Konflik Papua
  • Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia
  • Permesta
  • Aksi 5 Agustus 1989
  • Peristiwa 27 Juli
  • Kerusuhan Mei 1998
    • Pendudukan Gedung DPR/MPR
    • Peristiwa Cimanggis
    • Peristiwa Gejayan
Konflik sosial
  • Revolusi Sosial Sumatera Timur 1946
  • Kerusuhan Anti Tionghoa di Bandung 1963
  • Peristiwa Mangkuk Merah 1967
  • Peristiwa Malari 1974
  • Kerusuhan Solo 1980
  • Peristiwa Talangsari 1989
  • Kerusuhan Situbondo 1996
  • Kerusuhan Banjarmasin 1997
  • Kerusuhan Mei 1998
  • Kerusuhan Poso
  • Konflik sektarian Maluku
  • Konflik Sampit 2001
  • Kerusuhan Koja April 2010
  • Kerusuhan Tarakan September 2010
  • Unjuk rasa dan kerusuhan Jakarta 2019
  • Pembatasan penggunaan internet di Indonesia 2019
  • Bentrok Jayanti
  • Kerusuhan Haruku 2022
  • Kerusuhan Maluku Tenggara 2022
  • Bentrokan Bitung 2023
Konflik sumber daya alam
  • Konflik Wadas
Kejahatan kemanusiaan
  • Pembantaian Rawagede
  • Pembantaian Westerling
  • Tragedi Mergosono
  • Pembantaian Rengat
  • Pembantaian simpatisan komunis 1965/1966
  • Penembakan misterius
  • Peristiwa Tanjung Priok
  • Pembantaian Santa Cruz
  • Peristiwa 27 Juli
  • Penculikan aktivis 1997/1998
  • Tragedi Trisakti
  • Tragedi Semanggi
  • Tragedi Simpang KKA
  • Tragedi Beutong Ateuh
  • Insiden Alastlogo
  • Penembakan Cebongan
  • Unjuk rasa dan kerusuhan Jakarta 2019
  • Unjuk rasa dan kerusuhan Indonesia September 2019
  • Pembatasan penggunaan internet di Indonesia 2019
  • Tragedi Gelora Bandung Lautan Api 2022
  • Tragedi Stadion Kanjuruhan 2022


Lihat pula: Pelanggaran hak asasi manusia oleh Tentara Nasional Indonesia

Terorisme
  • Templat:Terorisme di Indonesia
  • l
  • b
  • s
Abdurrahman Wahid
Presiden Indonesia ke-4
Keluarga
Kakek
K.H. Hasyim Asy'ari (Pendiri Nahdlatul Ulama, Pahlawan Kemerdekaan Indonesia)  · K.H. Bisri Syansuri (Pendiri Nahdlatul Ulama, Anggota DPR RI)
Orang tua
K.H. Wahid Hasyim (ayah) dan Hj. Sholehah (ibu)
Pasangan dan saudara
Sinta Wahid (istri) · Salahuddin (adik) · Lily (adik) · Hasyim (adik)
Generasi ke-2
Alissa (anak) · Yenny (anak) · Dhohir Farisi (menantu) · Anita (anak) · Inayah (anak) · Halim (keponakan) · Imin (keponakan)  · Saiful (keponakan)  · Irfan Wahid (keponakan)
Masa pemerintahan
Pelantikan Abdurrahman Wahid  · Pemakzulan Abdurrahman Wahid  · Buloggate  · Bruneigate  · Konflik Sampit
← Didahului: B. J. Habibie
Digantikan: Megawati Soekarnoputri →

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar belakang
  2. Pemenggalan kepala
  3. Tanggapan dari pihak berwenang
  4. Lihat pula
  5. Referensi
  6. Catatan kaki
  7. Bacaan lanjutan

Artikel Terkait

Kerusuhan Mei 1998

Kerusuhan massa, demonstrasi anti-pemerintah, dan pembangkangan sipil di Indonesia pada bulan Mei 1998

Kerusuhan Sambas

kerusuhan antar etnis di Indonesia

Kerusuhan Lampung Selatan 2012

27 hingga 29 Oktober 2012. Kerusuhan antar desa ini merupakan konflik etnis antara etnis Bali dan etnis Lampung. Kerusuhan ini mengakibatkan korban jiwa

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026