Kepiting raja adalah sebutan umum untuk anggota famili Lithodidae, sekelompok krustasea laut besar yang menyerupai kepiting sejati dan banyak ditemukan di perairan dingin Samudra Pasifik Utara. Meskipun disebut "kepiting", mereka sebenarnya merupakan bagian dari kelompok yang lebih dekat dengan kelomang, bukan kepiting sejati.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Kepiting raja Rentang waktu: | |
|---|---|
| Paralithodes californiensis | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Arthropoda |
| Kelas: | Malacostraca |
| Ordo: | Decapoda |
| Subordo: | Pleocyemata |
| (tanpa takson): | Reptantia |
| Infraordo: | Anomura |
| Superfamili: | Paguroidea Samouelle, 1819 |
| Famili: | Lithodidae Samouelle, 1819 |
| Genera | |
|
Hapalogastrinae Brandt, 1850
Lithodinae Samouelle, 1819
| |
Kepiting raja adalah sebutan umum untuk anggota famili Lithodidae, sekelompok krustasea laut besar yang menyerupai kepiting sejati dan banyak ditemukan di perairan dingin Samudra Pasifik Utara. Meskipun disebut "kepiting", mereka sebenarnya merupakan bagian dari kelompok yang lebih dekat dengan kelomang (infraordo Anomura), bukan kepiting sejati (infraordo Brachyura).[1]
Kepiting raja dapat tumbuh hingga ukuran yang sangat besar, dengan rentang kaki mencapai lebih dari 1,8 meter dan berat lebih dari 10 kilogram pada spesies tertentu seperti Paralithodes camtschaticus (Kepiting raja merah). Tubuh mereka keras, berduri, dan memiliki lima pasang kaki; sepasang pertama memiliki capit besar, dan sepasang terakhir tersembunyi di bawah karapas.
Sebagian besar spesies memiliki warna merah keunguan saat hidup dan berubah menjadi merah cerah setelah dimasak, karena pigmen astaksantin yang stabil terhadap panas.
Kepiting raja hidup di laut dalam yang dingin, biasanya di kedalaman 20 hingga 300 meter, dan ditemukan di dasar berlumpur atau berpasir. Mereka tersebar di Samudra Pasifik Utara, khususnya di perairan Alaska, Rusia Timur Jauh, dan Jepang Utara. Spesies seperti Paralithodes camtschaticus juga telah diperkenalkan ke Laut Barents.[2]
Kepiting raja sangat dihargai sebagai makanan laut mewah dan merupakan komoditas penting dalam industri perikanan. Penangkapan komersial banyak dilakukan di Alaska dan Rusia. Karena populasi mereka rentan terhadap eksploitasi berlebihan, beberapa wilayah telah menetapkan musim tangkap terbatas dan kuota.[3]
Hingga Mei 2025[update], terdapat 15 genera kepiting raja dalam dua subfamili,[4][5][6] yang mencakup:[4]
Secara filogenetik, kepiting raja berasal dari nenek moyang kelomang dan menunjukkan fenomena evolusi konvergen karena bentuknya menyerupai kepiting sejati. Proses ini dikenal sebagai "karsinisasi", yakni perubahan morfologi menuju bentuk menyerupai kepiting.[8]