Kepercayaan adalah keyakinan bahwa orang lain akan melakukan apa yang diharapkan. Kepercayaan membawa kesediaan bagi satu pihak untuk menjadi rentan terhadap pihak lain, dengan anggapan bahwa wali amanat akan bertindak dengan cara yang menguntungkan pemberi kepercayaan. Selain itu, pemberi kepercayaan tidak memiliki kendali atas tindakan wali amanat. Para ahli membedakan antara kepercayaan umum, yang merupakan perluasan kepercayaan ke lingkaran orang lain yang relatif besar yang tidak dikenal, dan kepercayaan khusus, yang bergantung pada situasi tertentu atau hubungan tertentu.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia



Kepercayaan adalah keyakinan bahwa orang lain akan melakukan apa yang diharapkan. Kepercayaan membawa kesediaan bagi satu pihak (pemberi kepercayaan) untuk menjadi rentan terhadap pihak lain (wali amanat), dengan anggapan bahwa wali amanat akan bertindak dengan cara yang menguntungkan pemberi kepercayaan.[1][2][3] Selain itu, pemberi kepercayaan tidak memiliki kendali atas tindakan wali amanat.[1] Para ahli membedakan antara kepercayaan umum (juga dikenal sebagai kepercayaan sosial), yang merupakan perluasan kepercayaan ke lingkaran orang lain yang relatif besar yang tidak dikenal, dan kepercayaan khusus, yang bergantung pada situasi tertentu atau hubungan tertentu.[1]

Karena pemberi amanah tidak yakin akan hasil tindakan wali amanah, pemberi amanah hanya dapat mengembangkan dan mengevaluasi ekspektasi. Ekspektasi tersebut dibentuk dengan mempertimbangkan motivasi wali amanah, bergantung pada karakteristik, situasi, dan interaksi mereka.[4] Ketidakpastian tersebut berasal dari risiko kegagalan atau kerugian bagi pemberi amanah jika wali amanat tidak berperilaku seperti yang diinginkan.
Dalam ilmu sosial, seluk-beluk kepercayaan merupakan subjek penelitian yang berkelanjutan. Dalam sosiologi dan psikologi, tingkat kepercayaan suatu pihak terhadap pihak lain merupakan ukuran keyakinan terhadap kejujuran, keadilan, atau kebaikan hati pihak lain. Istilah "kepercayaan" lebih tepat untuk keyakinan terhadap kompetensi pihak lain.[5][6] Kegagalan dalam memberikan kepercayaan bisa lebih mudah dimaafkan jika hal tersebut diartikan sebagai kegagalan kompetensi daripada kurangnya kebajikan atau kejujuran.[7] Dalam ilmu ekonomi, kepercayaan sering dikonseptualisasikan sebagai keandalan dalam transaksi. Dalam semua kasus, kepercayaan adalah aturan pengambilan keputusan heuristik, yang memungkinkan seseorang untuk menangani kompleksitas yang membutuhkan upaya yang tidak realistis dalam penalaran rasional [8] 4 ]
Kepercayaan dalam politik adalah kemanjuran politik.[9]
Trust is generally defined as a willingness to accept vulnerability based on positive expectation of another party.