Kepemimpinan Militer adalah karya dua volume karya Prabowo Subianto, yang kini menjabat sebagai Presiden Indonesia. Pertama kali diterbitkan dalam bahasa Indonesia pada tahun 2021/2022, buku ini dirilis dalam terjemahan bahasa Rusia dengan judul Ob iskusstve voennogo liderstva pada tahun 2025 bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Prabowo Subianto ke Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg. Presiden Indonesia saat ini sebelumnya menjabat sebagai menteri pertahanan dan ia merupakan seorang ahli teori konflik bersenjata dan konfrontasi bersenjata. Buku ini menggabungkan tulisan autobiografi, teori militer, dan komentar budaya-politik.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini berkualitas rendah karena menggunakan kata-kata yang berlebihan dan hiperbolis tanpa memberikan informasi yang jelas. |
Netralitas artikel ini dipertanyakan. |
Kontributor utama artikel ini tampaknya memiliki hubungan dekat dengan subjek. |
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Agustus 2025) |
Kepemimpinan Militer (judul bahasa Inggris: On the Art of Military Leadership) adalah karya dua volume karya Prabowo Subianto, yang kini menjabat sebagai Presiden Indonesia. Pertama kali diterbitkan dalam bahasa Indonesia pada tahun 2021/2022, buku ini dirilis dalam terjemahan bahasa Rusia dengan judul Ob iskusstve voennogo liderstva (Об искусстве военного лидерства) pada tahun 2025 bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Prabowo Subianto ke Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg.[1] Presiden Indonesia saat ini sebelumnya menjabat sebagai menteri pertahanan dan ia merupakan seorang ahli teori konflik bersenjata dan konfrontasi bersenjata. Buku ini menggabungkan tulisan autobiografi, teori militer, dan komentar budaya-politik.


Ditulis selama masa jabatan Subianto sebagai Menteri Pertahanan, karya ini disusun dalam dua volume. Volume pertama menyajikan potret tokoh-tokoh militer berpengaruh dan tokoh-tokoh formatif yang menginspirasi Subianto selama kariernya—kawan seperjuangan, atasan, dan pahlawan nasional Indonesia seperti Kertanegara, Gajah Mada, Pangeran Diponegoro, Sukarno, dan Jenderal Sudirman. Prabowo menceritakan pengalaman militernya sendiri, dari masa-masa awalnya sebagai letnan hingga memimpin unit pasukan khusus dan akhirnya menjabat sebagai menteri pertahanan. Bab-bab dalam buku ini juga mengungkap episode-episode yang kurang dikenal dari sejarah militer Indonesia.
Volume kedua menawarkan analisis komparatif para pemimpin terkemuka di berbagai era dan budaya, termasuk Julius Caesar, Alexander Agung, Sun Zi, Salahuddin al-Ayyubi, Jenghis Khan, Toyotomi Hideyoshi, Simón Bolívar, Zhu De, Emiliano Zapata, Võ Nguyên Giáp, George Washington, Nelson Mandela, serta komandan Rusia dan Soviet seperti Mikhail Kutuzov, Georgy Zhukov, dan Konstantin Rokossovsky. Prabowo mengkaji prinsip-prinsip kepemimpinan, ciri-ciri karakter, dan sikap moral yang, menurutnya, melegitimasi otoritas militer. Buku ini juga merefleksikan model-model kepemimpinan yang cacat dan destruktif.
Tentang ahli strategi militer Tiongkok, Marsekal Zhu De (1886–1976), misalnya (dalam terjemahan bahasa Inggris) disebutkan:[2]
Yang paling saya kagumi dari Zhu adalah kontribusinya terhadap teori perang gerilya. Meskipun Mao sering menerima pujian atas hal ini, sebenarnya Zhu-lah yang memiliki pendidikan dan pengalaman militer yang dibutuhkan untuk memimpin perang gerilya. Latar belakang inilah yang digunakan Zhu untuk memimpin perang non-konvensional PKT. Strategi yang diterapkan Zhu menginspirasi dan diikuti oleh puluhan gerakan gerilya dari paruh kedua abad ke-20 hingga saat ini.
Prabowo memadukan anekdot pribadi dengan refleksi tentang nilai-nilai luhur seperti disiplin, pengorbanan diri, dan loyalitas. Peribahasa lokal—seperti "Bekerja keraslah, jangan mencari keuntungan berlebihan; kesejahteraan rakyat dan bangsa di atas segalanya"—berfungsi sebagai landasan etika di seluruh teks.[3] Buku ini ditujukan untuk perwira junior, profesional militer, sejarawan, dan masyarakat umum.
Edisi asli bahasa Indonesia diterbitkan oleh PT Media Pandu Bangsa pada tahun 2021 dan 2022. Terjemahan bahasa Rusia, yang diawasi oleh Institut Studi Oriental Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, dirilis pada tahun 2025 dengan dukungan dari mantan duta besar Rusia untuk Jakarta. Penerbitannya bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Prabowo Subianto ke Rusia, menandai sebuah gestur kemitraan strategis dan diplomasi budaya.
Kepemimpinan Militer lebih dari sekadar risalah tentang doktrin militer. Buku ini berfungsi sebagai pernyataan politik dan ideologis dari seorang mantan jenderal dan kepala negara saat ini, yang mengartikulasikan tema-tema identitas nasional, kesinambungan sejarah, dan posisi geopolitik Indonesia di abad ke-21.
Pada tanggal 19 Juni 2025, pertemuan tingkat tinggi Rusia-Indonesia di Saint Petersburg menandai peristiwa penting dalam hubungan diplomatik kedua negara, yang merayakan ulang tahun ke-75 mereka. Untuk itu, Institut Studi Oriental dari Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia dan portal ilmiah-analitis "Eastern Tribune" (Восточная трибуна) telah menjadwalkan penerbitan memoar tersebut dalam bahasa Rusia.[4]
Menanggapi klaim bahwa Rusia akan menjadi sekutu yang tidak dapat diandalkan karena tidak membela Iran, Presiden Rusia Vladimir Putin mengutip karya Prabowo Subianto dalam sebuah diskusi dengan kata-kata: «Каждая страна несёт собственную ответственность за то, что происходит у неё»[5] ("Setiap negara memikul tanggung jawabnya sendiri atas apa yang terjadi di dalamnya").
Bab-bab dari karya ini (dalam terjemahan bahasa Inggris bebas)[6]
Volume I
Volume II