Tata tertib atau disiplin merupakan perilaku taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya merupakan tanggung jawabnya.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Tata tertib atau disiplin merupakan perilaku taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya merupakan tanggung jawabnya.
Penertiban adalah usaha usaha untuk menanamkan nilai ataupun pemaksaan agar subjek memiliki kemampuan untuk menaati sebuah peraturan. Penertiban bisa menjadi istilah pengganti untuk hukuman ataupun sarana hukum yang dilakukan pada diri sendiri ataupun pada orang lain.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, disipli atau tata tertib atau ketaatan (kepatuhan) terhadap peraturan (dan sebagainya); juga disiplin bermakna bidang kajian yang memiliki objek, sistem, dan metode tertentu.[1]
Tata tertib diri merujuk pada pelatihan yang didapatkan seseorang untuk memenuhi tugas tertentu atau untuk mengasuh pola perilaku tertentu, walaupun orang tersebut lebih senang melakukan hal yang lain. Sebagai contoh, seseorang mungkin saja tidak melakukan sesuatu yang menurutnya memuaskan dan menyenangkan dengan membelanjakan uangnya untuk sesuatu yang ia inginkan dan menyumbangkan uang tersebut kepada pertubuhan amal dengan pikiran bahwa hal tersebut lebih penting. Tata tertib punya nama lain sebagai disiplin, yang menurut asal katanya dari dari bahasa Latin “disibel” yang berarti Pengikut, melalui kata turunannya yang menghasilkan "disipline". Seiring dengan perkembangan zaman, kata tersebut mengalami perubahan makna yang menyerupai tata tertib, yaitu kepatuhan pada peraturan. Tata tertib memerlukan keutuhan perasaan dalam mewujudkan keadaan. Tata tertib diri berawal dari hal-hal kecil, seperti misalnya bagi pelajar yang mampu membagi waktu untuk belajar, untuk bermain sehingga tak menimbulkan suatu pertabrakan kegiatan pada waktu yang sama. Tata tertib diri juga bisa kita lihat dengan contoh sederhana yaitu dengan pelajar tersebut mengerjakan PR (pekerjaan rumah) dan dikumpulkan di sekolah tepat pada waktunya.