Keong Pohon adalah keong darat yang hidup di pohon. Cangkangnya berbetuk bulat telur memanjang, dengan ujung runcing, berwarna cerah, kuning, kehijauan atau coklat muda, polos atau bergaris-garis lurus, melingkar maupun berbintik merah kecoklatan, ungu, coklat tua atau warna-warna lainnya. Hewan ini terdapat di daratan rendah hingga daerah pegunungan pada ketinggian 2.000 di atas permukaan laut. Makanannya daun yang ada di pohon. Berbagai jenis keong ini tersebar di daratan Asia Tenggara, Malaysia, Filipina, dan Indonesia. Di Indonesia terdapat 50 Jenis, salah satunya dari Timor yang merupakan hama pohon cendana.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (November 2025) |
| Keong Pohon | |
|---|---|
| Abapertural and apertural view of the shell of Amphidromus perversus | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | |
| Filum: | |
| Kelas: | |
| (tanpa takson): | clade Heterobranchia clade Euthyneura clade Panpulmonata clade Eupulmonata clade Stylommatophora informal group Sigmurethra |
| Superfamili: | |
| Famili: | |
| Subfamili: | |
| Genus: | Amphidromus |
| Diversitas[2][3][4] | |
| 87 species | |
Keong Pohon (Lat.: Amphidromus) adalah keong darat yang hidup di pohon.[5] Cangkangnya berbetuk bulat telur memanjang, dengan ujung runcing, berwarna cerah, kuning, kehijauan atau coklat muda, polos atau bergaris-garis lurus, melingkar maupun berbintik merah kecoklatan, ungu, coklat tua atau warna-warna lainnya.[5] Hewan ini terdapat di daratan rendah hingga daerah pegunungan pada ketinggian 2.000 di atas permukaan laut.[5] Makanannya daun yang ada di pohon.[5] Berbagai jenis keong ini tersebar di daratan Asia Tenggara, Malaysia, Filipina, dan Indonesia (kecuali Maluku dan Irian).[5] Di Indonesia terdapat 50 Jenis, salah satunya dari Timor (Lat.: Amphidromus contrarius) yang merupakan hama pohon cendana.[5]
Keong pohon relatif besar dan berwarna-warni dan berada di antara siput tanah Indonesia pertama dibawa kembali ke Eropa, sebagian besar spesies ini dikoleksi kembali oleh wisatawan atau penjelajah selama abad ke-18.[6]
Keong pohon adalah genus dari arboreal siput tanah pulmonate.[6] Informasi yang berkaitan dengan kebiasaan dan cara hidup spesies Amphidromus adalah hampir tidak ada.[6] Mereka umumnya telah dikumpulkan merangkak pada pohon atau semak-semak.[6]