Kendaraan motor lintasan atau Track motor car (TMC) adalah kendaraan berukuran kecil berbasis rel serbaguna yang digunakan oleh sebagian besar operator kereta api di dunia untuk pemeliharaan jalur, perawatan bangunan hikmat, pengangkutan material ringan, dan pemindahan rangkaian di dalam depo kereta.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Kendaraan motor lintasan atau Track motor car (TMC) adalah kendaraan berukuran kecil berbasis rel serbaguna yang digunakan oleh sebagian besar operator kereta api di dunia untuk pemeliharaan jalur, perawatan bangunan hikmat, pengangkutan material ringan, dan pemindahan rangkaian di dalam depo kereta.
Penggunaan dan standar spesifikasi dari sebuah kendaraan motor lintasan dapat berbeda di setiap negara sesuai dengan dokumen teknis yang dikeluarkan oleh masing-masing pemerintah atau operator.
Kendaraan motor lintasan juga lazim disebut sebagai jigger, trike, atau draisine trolley. Dalam beberapa kasus, kendaraan motor lintasan juga disebut dengan inspection car atau track-maintenance car pada beberapa dokumen perjalanan atau nota dinas yang dicetak oleh sebagian operator kereta api. Pada dasarnya, kendaraan rel yang ditujukan oleh sebutan-sebutan tersebut merujuk pada kendaraan rel berukuran kecil yang digunakan untuk inspeksi, pemeliharaan jalur, dan transportasi kru kerja. Kendaraan ini, baik manual maupun bermotor, telah digunakan secara global sejak abad ke-19, awalnya untuk keperluan operasional kereta api dan kini juga dapat dijumpai sebagai pelangsir.
Kendaraan motor lintasan lebih dikenal dengan istilah speeders di Amerika Serikat. Secara umum digunakan sejak 1890-an oleh operator seperti Union Pacific, Santa Fe Railroad, dan Canadian National Railway (CNR) untuk inspeksi rel dan transportasi kru.[1] Saat ini masih digunakan di galangan kereta atau museum, serta oleh penggila kereta api melalui North American Railcar Operators Association (NARCOA) untuk kepemilikan pribadi atas hobi dan digunakan di jalur sepi atau jalur mati.[2]
Digunakan oleh Australian Rail Track Corporation untuk pemeliharaan rel. Terdapat klub kereta api seperti Australian Society of Section Car Operators yang menggunakan kendaraan motor lintasan sebagai hobi.[3]
Di Jepang, penggunaan kendaraan motor lintasan oleh Kementerian Perkeretaapian Jepang (Japanese Ministry of Railways) atau kini Japan National Railway dimulai sekitar tahun 1919. Pada saat itu, kantor pemeliharaan jalur rel Kofu menggunakan sarana khusus dengan mesin motor berdaya 8 tenaga kuda yang diimpor dari perusahaan Amerika Serikat, Buda Engine.
Kendaraan motor lintasan produksi dalam negeri mulai muncul pada tahun 1924. Perusahaan-perusahaan seperti Takata Motor Enterprises, Kato Manufacturing, Tokyo Gas Electric Industry, Izumi Motor Manufacturing, dan Kuroita Industries memproduksi kendaraan yang umumnya menggunakan mesin berbahan bakar bensin seperti Harley-Davidson.[4] Pada periode 1930 hingga 1931, produksi kendaraan motor lintasan telah sepenuhnya dilakukan di dalam negeri. Salah satu inovasi yang menonjol adalah yang dilakukan oleh Kato Manufacturing, yang menggunakan transmisi gesekan (friction drive) dan ditenagai oleh mesin hot bulb (mesin semi-diesel).[5] Selain Kementerian Perkeretaapian, Resimen Kereta Api Jepang (The Railway Regiment) juga tercatat pernah memiliki beberapa unit kendaraan rel jenis ini sebagai peralatan khusus berbasis rel.[6]
Di Jepang, kendaraan motor lintasan secara hukum tidak diklasifikasikan sebagai kereta api pada umumnya, melainkan diperlakukan sebagai alat pemeliharaan jalur rel yang beroperasi secara mandiri di atas rel. Operator yang membawanya tidak diwajibkan memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) untuk perkeretaapian, bahkan personel pemeliharaan jalur yang tidak berlisensi boleh mengoperasikannya, sehingga meniadakan kebutuhan untuk merekrut masinis khusus.
Namun, karena dianggap sebagai sarana pemeliharaan dan bukan lokomotif, kecepatan maksimumnya dibatasi hingga 45 km/jam. Kendaraan ini hanya dapat dioperasikan di jalur utama ketika jalur ditutup (track closure), yaitu ketika operasi kereta reguler dihentikan seluruhnya.
Kendaraan motor rel terkadang disamakan dengan lokomotif langsir. Namun, keduanya memiliki fungsi yang berbeda, kendaraan motor lintasan digunakan untuk pemeliharaan jalur, sementara lokomotif langsir atau pelangsir digunakan untuk memindahkan dan merangkai gerbong. Perbedaan teknis utamanya terletak pada roda, lokomotif umumnya menggunakan roda normal (tidak terisolasi) agar dapat merespons sinyal dan sirkuit rel, sementara kendaraan motor rel menggunakan roda terisolasi. Meskipun secara fisik terlihat sama dengan lokomotif langsir, terutama lokomotif langsir yang berukuran kecil, spesifikasi operasional keduanya dibedakan secara jelas dalam peraturan transportasi di Jepang.
Di Indonesia, kendaraan motor lintasan tidak dikategorikan sebagai lokomotif. Penyebutan kendaraan motor lintasan dipopulerkan oleh INKA untuk menggantikan istilah track motor car (TMC).[7] Berdasarkan regulasi resmi dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI, kendaraan motor lintasan atau TMC termasuk dalam kategori peralatan dan sarana khusus yang mendukung operasional kereta api. Sesuai Peraturan Menteri Perhubungan (PM) Nomor 16 Tahun 2011 tentang Standar, Tata Cara Pengujian, dan Sertifikasi Peralatan Khusus, kendaraan motor lintasan harus menjalani uji laik operasi sebagai peralatan khusus, bukan sebagai lokomotif.[8] Peralatan khusus yang dimaksud adalah lori inspeksi dan lori pemeliharaan jalan reI.[9] Lokomotif didefinisikan secara terpisah dalam PM 153/2016 sebagai kendaraan penggerak utama dengan sumber tenaga diesel atau listrik yang menarik rangkaian kereta penumpang/barang.[10]
Kendaraan motor lintasan bersifat mungil, serbaguna, dan terkadang dilengkapi crane untuk tugas pemeliharaan.[11] Ukurannya mungil (panjang sekitar 3-4 meter), berbahan bakar diesel, dan kecepatan maksimal hingga 40 km/jam. Dalam daftar rolling stock Kereta Api Indonesia (KAI), TMC tidak tercantum di bawah kategori lokomotif, melainkan sebagai sarana pendukung, dengan nomor induk berawalan SR, berbeda dengan lokomotif yang menggunakan klasifikasi UIC lokomotif berdasarkan poros penggerak seperti CC atau BB.[12]
MRT Jakarta dan LRT Jakarta, juga tercatat memiliki kendaraan motor lintasan. Dalam persiapan operasional LRT Jakarta (sekitar 2018), disebutkan kebutuhan sarana khusus seperti TMC untuk menarik kereta yang mengalami gangguan listrik, tetapi hal ini sangat jarang terjadi.
Kendaraan motor lintasan yang termasuk pada sarana peralatan khusus biasanya dioperasikan dioperasikan oleh Direktorat Sarana dan Balai Perawatan Kereta Api.[13]
Perusahaan manufaktur perkeretaapian biasanya juga memproduksi kendaraan ringan berbasis rel, seperti railbus atau kendaraan motor lintasan (TMC).
| Amerika Serikat | Kanada | Indonesia |
|---|---|---|
|
|
|
Pada dekade 1990-an, banyak kendaraan motor lintasan (speeder) digantikan oleh jenis kendaraan konvensional yang lebih modern, yang dikenal sebagai kendaraan jalan rel (road-rail vehicles) atau hi-rail (singkatan dari highway-railroad), yaitu kendaraan beroda karet yang juga memiliki roda untuk berjalan di rel kereta api. Kendaraan ini umumnya berupa truk pikap atau sport utility vehicle (SUV) yang dimodifikasi dengan roda bertepi (flanged wheels) tambahan yang dapat diturunkan untuk bergerak di atas rel.
Meskipun penggunaannya dalam operasional tidak lagi digunakan dengan alasan keselamatan, kendaraan motor lintasan kini menjadi barang koleksi oleh para penggemar hobi. Para kolektor ini merenovasi unit-unit lama untuk digunakan dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh berbagai komunitas hobi. Di Amerika Serikat dan Kanada, kegiatan ini diorganisir oleh North American Railcar Operators Association (NARCOA), sementara di Australia dilakukan oleh Australian Society of Section Car Operators, Inc.[15]
Penggunaan kendaraan motor lintasan oleh Kementerian Perkeretaapian Jepang (Japanese Ministry of Railways) dimulai sekitar tahun 1919. Pada saat itu, kantor pemeliharaan jalur rel Kofu menggunakan kendaraan motor berdaya 8 tenaga kuda yang diimpor dari perusahaan Amerika Serikat.