Yesus dielu-elukan di Yerusalem secara khusus adalah peristiwa datangnya Yesus Kristus masuk ke kota Yerusalem dengan dielu-elukan oleh orang banyak, menjelang kematian dan kebangkitan-Nya, dan ini dicatat di keempat Kitab Injil dalam Perjanjian Baru Alkitab Kristen. Kejadian ini diperingati setiap tahun oleh berbagai denominasi gereja-gereja Kristen sebagai Minggu Palma atau Minggu Palem, yaitu hari Minggu sebelum minggu Paskah dan merupakan permulaan Pekan Suci menjelang perayaan Paskah. Menurut Injil Yohanes, peristiwa ini terjadi 5 hari sebelum Paskah Yahudi, berarti tanggal 10 bulan Nisan dalam kalender Yahudi, karena 6 hari sebelum Paskah, Yesus dijamu makan di rumah Simon si kusta di Betania dan keesokan harinya, Yesus pergi ke Yerusalem.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Bagian dari seri tentang |

Yesus dielu-elukan di Yerusalem secara khusus adalah peristiwa datangnya Yesus Kristus masuk ke kota Yerusalem dengan dielu-elukan oleh orang banyak, menjelang kematian dan kebangkitan-Nya, dan ini dicatat di keempat Kitab Injil dalam Perjanjian Baru Alkitab Kristen. Kejadian ini diperingati setiap tahun oleh berbagai denominasi gereja-gereja Kristen sebagai Minggu Palma atau Minggu Palem (bahasa Inggris: Palm Sundaycode: en is deprecated ), yaitu hari Minggu sebelum minggu Paskah dan merupakan permulaan Pekan Suci menjelang perayaan Paskah.[1][2][3][4] Menurut Injil Yohanes, peristiwa ini terjadi 5 hari sebelum Paskah Yahudi, berarti tanggal 10 bulan Nisan dalam kalender Yahudi, karena 6 hari sebelum Paskah, Yesus dijamu makan di rumah Simon si kusta di Betania (Yohanes 12:1) dan keesokan harinya, Yesus pergi ke Yerusalem (Yohanes 12:12).
Penggenapan: Matius 21:4–5 mengutip ayat di atas, ketika mencatat peristiwa masuknya Yesus ke Yerusalem dengan meriah: "Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: Katakanlah kepada puteri Sion: Lihat, Rajamu datang kepadamu, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda." Sedangkan Yohanes 12:1 mengutip "Jangan takut, hai puteri Sion, lihatlah, Rajamu datang, duduk di atas seekor anak keledai." Injil Yohanes mengakui bahwa mula-mula murid-murid Yesus tidak mengerti akan hal itu, tetapi sesudah Yesus dimuliakan, teringatlah mereka, bahwa nas itu mengenai Dia, dan bahwa mereka telah melakukannya juga untuk Dia.[5]
"TUHAN akan maju berperang melawan bangsa-bangsa itu seperti Ia berperang pada hari pertempuran. Pada waktu itu kaki-Nya akan berjejak di bukit Zaitun yang terletak di depan Yerusalem di sebelah timur."
Ini dianggap sebagai nubuatan kedatangan Mesias ke Yerusalem dari arah "Bukit Zaitun"[3] seperti yang juga disinggung oleh sejarawan Flavius Yosefus dalam tulisan-tulisannya:[6]
Penggenapan: Keempat Injil – Matius 21:1, Markus 11:1, Lukas 19:28, dan Yohanes 12:12 – menyebutkan bahwa Yesus memang datang dari arah timur Yerusalem, yaitu jalan yang dari Yerikho, melewati Betania, masuk ke Yerusalem melalui gerbang sebelah timurnya.
"Dan masuk ke dalamnya... dengan ucapan syukur, dan ranting-ranting dari pohon palem, dan dengan kecapi dan ceracap, dan dengan biola dan pujian dan nyanyian."
Penggenapan: Keempat Injil – Matius 21:8–9, Markus 11:8–10, Lukas 19:36–38 dan Yohanes 12:13 – mencatat orang banyak menyanyikan kata-kata ini ketika mengelu-elukan Yesus yang memasuki Yerusalem. Tanpa disadari, mereka menyambut korban hari raya yang akan dipersembahkan menjadi korban penebus dosa bagi seluruh umat manusia, tepat pada hari raya Paskah.
Penggenapan: Yesus tiba di Yerusalem tanggal 10 Nisan dengan dielu-elukan orang banyak, sebagai domba pilihan untuk penebusan dosa seluruh umat manusia. Ia berada di Yerusalem dan sekitarnya sampai tanggal 14 Nisan, dimana Ia dibunuh, darah-Nya teroleskan di kayu salib, dari tangan kiri dan kanan-Nya, serta kepala-Nya di ambang atas salib itu.

Sumber: Matius 21:12–17; Markus 11:15–19; Lukas 19:45–48 [29]
Para ahli mengatakan bahwa orang-orang Israel biasa menggunakan daun-daun palem di Bait Allah dalam perayaan Pondok Daun dan mereka sudah menyiapkan sebelumnya dari rumah, kemudian ketika mereka bertemu dengan Yesus mereka melambai-lambaikan daun-daun palem tersebut.[12] Tindakan mereka tersebut menjadi sebuah tanda penghormatan kepada seorang pemenang atau untuk menyambut pahlawan perang yang baru kembali dari pertempuran.
Di dalam pemikiran orang banyak itu, seruan “hosanna” mempunyai hubungan yang sangat kuat dengan daun palem. Kata הושׁיעה־נא (hôši˓āh-nā) merupakan sebuah bentuk penekanan dari kata perintah “give salvation now” (berikanlah keselamatan sekarang) yang kemudian menjadi sebuah sambutan bahkan pujian. Hal ini mirip dengan peristiwa dalam Mazmur 118:25 yang sangat familiar dengan orang Yahudi. Dalam perayaan Pondok Daun, koor Bait Allah akan menyanyikan Mazmur 113-118 (Hallel) setiap pagi dan ketika mereka tiba pada Mazmur 118:25 dan mengatakan “Hosanna” maka semua laki-laki (muda dan dewasa) di Bait Allah melambai-lambaikan lulab (melati yang diikatkan dengan daun palem) sambil menyerukan “hosanna” 3 kali. Tindakan ini merupakan sebuah ekspresi dari sukacita atau kemenangan. Sehingga orang-orang Yahudi sudah biasa mengasosiasikan lulab tersebut dengan seruan “hosanna.” Itulah sebabnya mereka secara spontan menyerukan Mazmur 118 “diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan,” ketika mereka melambai-lambaikan daun palem. Ucapan ini pada awalnya ditujukan kepada para peziarah yang datang ke Bait Allah, tetapi ucapan ini juga memiliki aplikasi yang khusus kepada Mesias, menurut catatan Midrash dari Mazmur 118.
Catatan injil sinoptik memberikan keterangan lebih detail mengenai persiapan Yesus masuk ke Yerusalem dan dielu-elukan. Yesus menggunakan keledai[36] dan bukan seekor kuda. Yesus melakukan hal tersebut (naik keledai muda) untuk menggenapi nubuatan Nabi Zakharia ({Zakharia 9:9). Kuda adalah simbol dari kekuatan dan keperkasaan dan memiliki asosiasi yang kuat dengan peperangan (bandingkan dengan Yesaya 31:1–3; 1 Raja–raja 4:26), tetapi Yesus memilih menggunakan keledai. Selain untuk menggenapkan apa yang dinubuatkan nabi, Yesus sebenarnya menyampaikan pesan kepada orang banyak yang menyambutnya. Ia adalah Mesias tetapi Dia bukanlah mesias yang sesuai dengan harapan bangsa Israel. Yesus tidak akan memimpin bangsa itu untuk melakukan peperangan dan mengusir penjajah dari tanah Israel. Ia datang untuk memberikan keselamatan kepada manusia dan mendamaikan manusia dengan Allah. Yesus adalah utusan Bapa supaya barangsiapa yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan memperoleh hidup yang kekal.
Kutipan dari Zakharia 9:9 menyebutkan bahwa raja yang darang dengan keledai beban yang muda itu adalah raja yang lemah lembut. Sehingga hal ini semakin menegaskan bahwa wajah Mesias yang datang tidaklah sesuai dengan keinginan orang-orang Yahudi. Jika dihubungkan dengan konteks Zakharia 9:9, maka kurang lebih apa yang Yesus lakukan ini dapat disimpulkan demikian:
Meskipun murid-murid melihat Yesus dielu-elukan sebagai raja ketika masuk ke Yerusalem, Injil Yohanes mengatakan bahwa mereka tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada waktu itu.[37] Mereka baru mengerti bahwa nas Zakharia itu sungguh-sungguh berbicara tentang Kristus. Yohanes memberikan kalimat kunci “setelah Yesus dimuliakan,” barulah mereka mengerti. Bagian ini persis sama dengan peristiwa Yesus ketika Yesus membersihkan Bait Allah (Yohanes 3:22). Pengertian mereka menjadi jelas ketika Kristus sudah dimuliakan. Setelah Yesus dimuliakan murid-murid pun menerima Roh Kudus, sehingga dapat kita simpulkan bahwa titik balik pengertian dan pengenalan murid-murid akan Tuhan adalah kematian, kebangkitan dan Roh Kudus. Sebab Yohanes, merupakan penulis Injil yang paling banyak berbicara tentang Roh Kudus dibandingkan para penulis Injil yang lain. Oleh karena itu peran Roh Kudus untuk membuat orang menjadi percaya kepada Kristus dan firman Allah sangat signifikan dalam Injil Yohanes.
Bagian ini menjelaskan bahwa orang banyak yang hadir terbagi menjadi 2 golongan:
Catatan ini menyatakan dengan jelas bahwa usaha perlawanan orang-orang Yahudi tidak mampu membuat orang-orang menyangkal bahwa sungguh Yesus adalah Tuhan dan Raja. Padahal para imam-imam kepala dan komplotannya sudah berencana untuk membunuh Lazarus karena dengan kebangkitannya banyak orang yang menjadi percaya kepada Yesus. Di sini Injil Yohanes menegaskan bahwa para orang-orang yang melihat kebangkitan Lazarus adalah “para penginjil” yang membuat kumpulan orang banyak itu datang dan menyerukan “Hosana” kepada Yesus dengan palem-palem yang melambai. Sehingga apa yang dijelaskan di prolog Injil merupakan suatu pola yang konsisten: "Signs - Glory - Believe - Saved by Jesus’ death" ("Tanda - Kemuliaan - Percaya - Diselamatkan oleh kematian Yesus").

Yesus dielu-elukan di Yerusalem | ||
| Didahului oleh: Yesus menyembuhkan dua orang buta |
Injil Matius pasal 21 |
Diteruskan oleh: Yesus menyucikan Bait Allah Yesus mengutuk pohon ara |
| Didahului oleh: Yesus menyembuhkan Bartimeus |
Injil Markus pasal 11 |
Diteruskan oleh: Yesus mengutuk pohon ara Yesus menyucikan Bait Allah |
| Didahului oleh: Perumpamaan tentang uang mina |
Injil Lukas pasal 19 |
Diteruskan oleh: Yesus menyucikan Bait Allah |
| Didahului oleh: Yesus diurapi di Betania Persepakatan untuk membunuh Lazarus |
Injil Yohanes pasal 12 |
Diteruskan oleh: Yesus memberitakan kematian-Nya |