Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kegubernuran di Hindia Belanda

Kegubernuran atau gubernemen adalah nama dari beberapa gewest di Hindia Belanda :Dependensi Aceh - 1874 - ibukota Kutaraja (kini Banda Aceh. Pantai Barat Sumatra - 1913 - ibukota Padang. Dependensi Borneo - 1846-1848. Ibukota Sintang. Dependensi Celebes - 1824-1924 - ibukota Makassar. Maluku - 1817-1867 dan 1925-1935 - ibukota Ambon.

Wikipedia article
Diperbarui 18 September 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kegubernuran atau gubernemen adalah nama dari beberapa gewest di Hindia Belanda (kini Indonesia):

  • Dependensi Aceh - 1874 - ibukota Kutaraja (kini Banda Aceh.
  • Pantai Barat Sumatra - 1913 (kemudian keresidenan) - ibukota Padang.
  • Dependensi Borneo - 1846-1848. Ibukota Sintang.
  • Dependensi Celebes - 1824-1924 (menjadi keresidenan di tahun 1925) - ibukota Makassar.
  • Maluku - 1817-1867 dan 1925-1935 (menjadi keresidenan di tahun 1935) - ibukota Ambon.

Pada tahun 1925, Jawa dan Madura, yang telah dibagi menjadi 3 provinsi (Jawa Barat, Tengah, dan Timur), dibagi atas 2 kegubernuran:

  • Yogyakarta, beribukota di Yogyakarta.
  • Surakarta, beribukota di Surakarta, juga disebut Solo.

Pada tahun 1938, Daerah Luar dibagi atas 3 kegubernuran:

  • Sumatra, beribukota di Medan.
  • Borneo, beribukota di Banjarmasin.
  • Timur Raya, beribukota di Makassar.

Kegubernuran Nugini Belanda adalah wilayah seberang lautan antara tahun 1949-1962.

Provinsi dan kegubernuran kemudian dibagi lagi menjadi keresidenan.

Kegubernuran diperintah oleh gubernur, yang secara hukum diangkat oleh GubJend. Sejak tahun 1862, Gubernur Sumatra's Westkust adalah pegawai negeri sipil, yang sebelumnya hanya perwira medan. Sehubungan dengan reorganisasi kegubernuran, pada bulan September 1898, diangkatlah gubernur sementara.

Literatur

  • Encyclopædie van Nederlandsch-Indië. 's-Gravenhage dan Leiden: Martinus Nijhoff en E.J. Brill, 4 bagian dan 4 suplemen, 1917-1939.[1]
  • Cribb, Robert, Historical Atlas of Indonesia. Richmond Surrey: Curzon Press, 2000. ISBN 0-7007-0985-1.

Referensi

  1. ↑ Jilid 1: 4 bagian dari sekitar tahun 1895-1905. 's-Gravenhage en Leiden, s.a.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Literatur
  2. Referensi

Artikel Terkait

Daftar Gubernur-Jenderal Hindia Belanda

artikel daftar Wikimedia

Hindia Belanda

koloni Belanda di Asia Tenggara; sejak tahun 1949 dikenal sebagai Indonesia

Gubernur Jenderal Hindia Belanda

mewakili kekuasaan Belanda di Hindia Belanda antara tahun 1610 hingga pengakuan Belanda atas kemerdekaan Indonesia pada tahun 1949.

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026