Kabupaten Keerom adalah kabupaten di Provinsi Papua, Indonesia. Menurut fakta, ibu kota kabupaten ini terletak di Distrik Arso. Namun menurut undang-undang, ibu kota kabupaten ini berada di Distrik Waris, sehingga beberapa waktu ke depan akan ada pemindahan ibu kota kabupaten di distrik tersebut. Sebelum berdiri sendiri sebagai kabupaten otonom, Keerom pernah menjadi bagian dari Kabupaten Jayapura. Populasi penduduk pada tahun 2020 berjumlah 64.136 jiwa, dan sebanyak 74.332 jiwa pada akhir 2024.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kabupaten Keerom | |
|---|---|
Tari Kepala Panjang Draa dari Distrik Yaffi | |
| Motto: Tamne Yisan Kefase (Bersatu Untuk Membangun) | |
![]() Peta | |
| Koordinat: 2°53′01″S 140°44′37″E / 2.8837°S 140.7436°E / -2.8837; 140.7436 | |
| Negara | |
| Provinsi | Papua |
| Tanggal berdiri | 25 Oktober 2002 |
| Dasar hukum | UU Nomor 26 Tahun 2002[1] |
| Ibu kota | Arso (de facto) Waris (de jure) |
| Jumlah satuan pemerintahan | Daftar
|
| Pemerintahan | |
| • Bupati | Piter Gusbager |
| • Wakil Bupati | Daud |
| • Sekretaris Daerah | Stenly Moningka (Pj.) |
| Luas | |
| • Total | 9.526,30 km2 (3,678,12 sq mi) |
| Populasi (31 Desember 2024)[2] | |
| • Total | 74.332 |
| • Kepadatan | 7,8/km2 (20/sq mi) |
| Demografi | |
| • Agama | |
| • IPM | sedang [4] |
| Zona waktu | UTC+09:00 (WIT) |
| Kode BPS | |
| Pelat kendaraan | PA xxxx Q* |
| Kode Kemendagri | 91.11 |
| Situs web | www |
Kabupaten Keerom adalah kabupaten di Provinsi Papua, Indonesia. Menurut fakta, ibu kota kabupaten ini terletak di Distrik Arso[a]. Namun menurut undang-undang, ibu kota kabupaten ini berada di Distrik Waris, sehingga beberapa waktu ke depan akan ada pemindahan ibu kota kabupaten di distrik tersebut.[5] Sebelum berdiri sendiri sebagai kabupaten otonom, Keerom pernah menjadi bagian dari Kabupaten Jayapura. Populasi penduduk pada tahun 2020 berjumlah 64.136 jiwa, dan sebanyak 74.332 jiwa pada akhir 2024.[2][6]
Ada 5 distrik di kabupaten ini yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Papua Nugini, yakni distrik Web, Towe, Yaffi, Waris, dan Arso Timur.[6]
Kabupaten Keerom secara geografis berbatasan langsung dan berada di dekat perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini. Memiliki luas 9.365 km², secara astronomis Kabupaten Keerom terletak antara 1400 15' 0 - 1410 0'0 Lintang Selatan dan 20 37' 0 - 40 0' 0 Bujur Timur.[6]
Kabupaten Keerom memiliki batas-batas wilayah administratif sebagai berikut:
| Utara | Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura |
| Timur | Papua Nugini |
| Selatan | Provinsi Papua Pegunungan |
| Barat | Kabupaten Jayapura |
Topografi wilayah Kabupaten Keerom merupakan lahan dengan kemiringan sekitar 52,2%. Untuk wilayah lahan datar sekitar 44,05% sedangkan 2,75% adalah wilayah perbukitan dan rawa. Daerah datar pada kabupaten ini umumnya tersebar di beberapa kawasan pada Distrik Arso, Skanto, Waris, Senggi dan Web.
Ketinggian Kabupaten Keerom berkisar antara 0 – 2000 M di atas permukaan laut, di mana Distrik Arso, Arso Timur dan Skanto merupakan daerah terendah dengan ketinggian 0 – 1000 M di atas permukaan laut. Sedangkan Distrik Waris, Senggi, Web dan Towe berada pada ketinggian 500 – 2000 M dari permukaan laut. Tekstur tanah di wilayah Kabupaten Keerom 99,36 % merupakan tanah bertekstur halus. Tanah dengan tekstur gambut terdapat di Distrik Senggi yang meliputi 0,42 % dari wilayah Kabupaten Keerom.
Wilayah Kabupaten Keerom diklasifikasikan sebagai wilayah beriklim tropis basah karena curah hujan cukup tinggi per-tahunnya dengan suhu udara rata-rata mencapai 30,5-35,1 °C dengan kelembaban udara antara 80-89 % dalam 0 °C. Berdasarkan catatan dari Balai Meteorologi dan Geofisika, pada tahun 2007 jumlah curah hujan di Kabupaten Keerom sebesar 1.096 mm. Sedangkan jumlah curah hujan tahun 2006 yaitu sebesar 980 mm. Hari hujan pada tahun 2007 yaitu sebesar 105 hari. Sedangkan jumlah hari hujan yang terjadi pada tahun 2006 yaitu sebanyak 106 hari hujan.
Berikut ini adalah sejarah singkat Keerom sejak tahun 1909:[7]
Tahun 2006, Pemerintah Daerah Kabupaten Keerom memiliki 5 distrik, 48 kampung, Pada tahun 2007 terjadi pemekaran distrik sehingga saat ini memiliki 7 distrik, 61 kampung. Dilihat dari komposisi jumlah kampung, Distrik Arso memiliki jumlah kampung terbanyak yaitu sebanyak 17 kampung. Sedangkan Distrik Waris, Distrik Senggi dan Distrik Web memiliki jumlah kampung paling sedikit yaitu masing-masing berjumlah 6 kampung.
| Bupati | Mulai jabatan | Akhir jabatan | Prd. | Wakil Bupati | ||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Piter Gusbager | 20 Februari 2025 | Petahana | 18 (2024) |
Daud | ||||
DPRD Keerom beranggotakan 20 orang yang dipilih melalui pemilihan umum setiap lima tahun sekali. Anggota DPRD Keerom yang sedang menjabat saat ini adalah hasil Pemilu 2019 yang dilantik pada 14 Oktober 2019 oleh Ketua Pengadilan Negeri Jayapura, Khamim Thohari, di Ruang Sidang DPRD Kabupaten Keerom.[8][9] Komposisi anggota DPRD Keerom periode 2019-2024 terdiri dari 11 partai politik di mana Partai Keadilan Sejahtera, Partai Golkar, dan Partai NasDem adalah partai politik pemilik kursi terbanyak yang masing-masing berhasil meraih 3 kursi.[10]
Kabupaten Keerom terdiri atas 11 distrik dan 91 kampung dengan luas wilayah 8.390,00 km² dan jumlah penduduk 59.406 jiwa (2017) dengan sebaran penduduk 7 jiwa/km². Kode Wilayah untuk Kabupaten Keerom adalah 91.11[11][12][13]
| Kode Wilayah | Nama Distrik | Ibu kota | Jumlah Kampung | Daftar |
|---|---|---|---|---|
| 91.11.01 | Waris | Pund | 8 | |
| 91.11.02 | Arso | Arso Kota | 12 | |
| 91.11.03 | Senggi | Senggi | 7 | |
| 91.11.04 | Web | Umuraf | 6 | |
| 91.11.05 | Skanto | Jaifuri | 12 | |
| 91.11.06 | Arso Timur | Yetti | 9 | |
| 91.11.07 | Towe | Towe Hitam | 10 | |
| 91.11.08 | Arso Barat | Sanggaria | 8 | |
| 91.11.09 | Mannem | Wonorejo | 7 | |
| 91.11.10 | Yaffi | Yabanda | 7 | |
| 91.11.11 | Kaisenar | Kaisenar | 5 | |
| Total | 91 | |||