Kedidi putih adalah sejenis burung perandai atau burung pantai yang berukuran sedang. Burung ini berbiak di wilayah lingkar kutub Arktika; di musim dingin bermigrasi jauh ke selatan hingga Eropa selatan, Amerika Selatan, Afrika, Asia Tenggara, dan Australasia. Saat bermigrasi ini kedidi putih biasa membentuk kelompok-kelompok, kadang-kadang hingga membentuk kelompok besar yang berkumpul mencari pakan di paparan lumpur atau pantai berpasir. Sebutannya dalam bahasa Inggris adalah sanderling.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Kedidi Putih | |
|---|---|
| Kedidi putih (Calidris alba) di gosong pasir Kali Mujur, Lumajang | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | |
| Filum: | |
| Kelas: | |
| Ordo: | |
| Famili: | |
| Genus: | |
| Spesies: | C. alba |
| Nama binomial | |
| Calidris alba (Pallas, 1764) | |
| Wilayah berbiak kedidi putih di sekeliling Kutub Utara; garis hitam melukiskan batas paling selatan. | |
| Sinonim | |
| |
Kedidi putih (Calidris alba) adalah sejenis burung perandai atau burung pantai yang berukuran sedang. Burung ini berbiak di wilayah lingkar kutub Arktika; di musim dingin bermigrasi jauh ke selatan hingga Eropa selatan, Amerika Selatan, Afrika, Asia Tenggara, dan Australasia. Saat bermigrasi ini kedidi putih biasa membentuk kelompok-kelompok, kadang-kadang hingga membentuk kelompok besar yang berkumpul mencari pakan di paparan lumpur atau pantai berpasir. Sebutannya dalam bahasa Inggris adalah sanderling.

Burung perancah berukuran agak kecil, panjang tubuh lk. 20 cm. Saat tak berbiak berwarna putih keabu-abuan dengan pundak hitam menyolok, tampak lebih putih daripada jenis kedidi lainnya. Bagian tengah ekor gelap, sisi-sisinya putih. Terdapat palang putih di sayap yang tampak ketika terbang. Ciri khas: tidak ada jari belakang.[1]: 147, [2]: 146
Iris cokelat tua; paruh dan kaki hitam. Suara berupa nada mencicit pada waktu terbang: "ciip-ciip-ciip".[1]: 147, : 146
| Ukuran Standar[3][4] | |
|---|---|
| panjang tubuh | 1.800–2.200 mm (71–87 in) |
| bobot tubuh | 60 g (2,1 oz) |
| rentang sayap | 430 mm (17 in) |
| panjang sayap | 1.145–1.216 mm (45,1–47,9 in) |
| panjang ekor | 473–53 mm (18,6–2,1 in) |
| lengkung paruh | 225–266 mm (8,9–10,5 in) |
| tungkai bawah | 235–258 mm (9,3–10,2 in) |
Kedidi putih berbiak di wilayah lingkar kutub Arktika di Amerika Utara (Kanada, Greenland, dan sebagian Alaska), Erasia (Spitsbergen di Norwegia, dan Rusia bagian utara). Namun, pada saat musim dingin di utara, burung ini bermigrasi nyaris ke seluruh bagian dunia yang lebih hangat. Kedidi putih mengembara hingga sejauh 3.000 hingga 10.000 km (1.900 hingga 6.200 mi), antara lokasi berbiaknya hingga ke wilayah tempat burung ini menghabiskan musim dingin utara. Burung-burung yang mengembara lebih jauh akan berangkat lebih awal dan pulang lebih akhir. Kebanyakan burung dewasa meninggalkan sarang-sarangnya sedini bulan Juli dan awal Agustus, sementara burung-burung muda menunggu hingga cukup kuat untuk terbang jauh di akhir bulan Agustus hingga September awal. Arus balik burung-burung ini ke utara tercatat dimulai sekitar bulan Maret dari wilayah selatan.[5]
Habitat berbiak kedidi putih adalah tundra pesisir di utara garis isoterm 5 °C (41 °F) bulan Juli. Burung-burung ini memilih area kering berbatu yang tidak jauh dari lahan basah sebagai tempatnya membuat sarang; pada elevasi 60 m (200 ft) hingga 800 m (2.600 ft) di atas muka laut. Sedangkan habitat yang paling umum dikunjungi ketika bermigrasi adalah pantai berpasir; tetapi juga paparan-paparan lumpur atau pasir di wilayah pasang surut, dan tepian sungai dan danau. Terlebih jarang, burung ini juga mau mengunjungi pantai berbatu.[5]
Kedidi putih memangsa invertebrata kecil yang hidup dalam pasir di bagian atas mintakat pasang surut; misalnya isopoda dan undur-undur laut. Hewan-hewan kecil ini bergerak ke permukaan pasir ketika ombak datang, untuk memakan plankton dan detritus yang dihanyutkan air, tetapi segera mengubur diri ke kedalaman pasir ketika ombak surut. Dengan paruh yang sependek 2 atau 3 cm (0,79 atau 1,18 in) saja, kedidi putih harus bergerak cepat mengikuti irama datang dan perginya ombak, sebelum hewan-hewan mangsanya terkubur lebih dalam dan pasirnya memadat karena surutnya muka air. Kedidi berburu dengan menusuk-nusukkan paruhnya ke pasir atau lumpur, mengandalkan sensitivitas paruhnya untuk mendeteksi mangsa yang bersembunyi.[6]

Kedidi putih memiliki dua anak jenis (subspesies):[7]