British Trust for Ornithology (BTO) adalah sebuah organisasi yang didirikan pada tahun 1932 untuk mempelajari burung di Kepulauan Britania. William, Pangeran Wales, telah menjadi pelindung (patron) organisasi ini sejak Oktober 2020.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Singkatan | BTO |
|---|---|
| Tanggal pendirian | 1932 (1932)[1] |
| Status | Perusahaan nirlaba |
| Tujuan | Ornitologi di Britania Raya |
| Kantor pusat | The Nunnery, Thetford, Norfolk, IP24 2PU |
Wilayah layanan | Britania Raya |
| Situs web | www |

British Trust for Ornithology (BTO) adalah sebuah organisasi yang didirikan pada tahun 1932 untuk mempelajari burung di Kepulauan Britania. William, Pangeran Wales, telah menjadi pelindung (patron) organisasi ini sejak Oktober 2020.
Pada tahun 1931, Max Nicholson menulis:
Di Amerika Serikat, Hungaria, Belanda, dan tempat-tempat lainnya, pusat pertukaran data untuk penelitian disediakan oleh negara; di negara ini (Britania Raya), solusi semacam itu akan terasa tidak sejalan, sehingga kita harus mencari pusat alternatif berskala nasional yang tidak dipaksakan dari atas, melainkan dibangun dari bawah. Eksperimen serupa telah dilakukan di Oxford sejak berdirinya Sensus Burung Oxford (Oxford Bird Census) pada tahun 1927 [...]. Program tersebut kini memiliki seorang direktur purnawaktu, yaitu, Mr W.B.Alexander. [...] Upaya ini dimaksudkan untuk diletakkan di atas fondasi yang permanen dan dibangun sebagai pusat pertukaran data bagi hasil pengamatan burung di negara ini.
Hal ini berujung pada sebuah pertemuan di British Museum (Museum Sejarah Alam) pada Februari 1932, yang kemudian menghasilkan pembentukan sebuah organisasi untuk mengembangkan skema Oxford. Nama British Trust for Ornithology mulai digunakan sejak Mei 1933, dan sebuah penggalangan dana diumumkan di surat kabar The Times pada tanggal 1 Juli.[a][2] Max Nicholson menjabat sebagai bendahara pertama, sedangkan Bernard Tucker sebagai sekretaris. Harry Witherby merupakan penyumbang dana awal dan juga wakil ketua.
Banyak temuan telah didapat mengenai burung melalui pengamatan dan penghitungan, namun metode-metode tersebut jarang memungkinkan burung-burung tersebut untuk diidentifikasi secara individu. Hal ini sangat penting jika kita ingin mempelajari berapa lama mereka hidup serta kapan dan ke mana mereka berpindah—pertanyaan-pertanyaan yang sangat krusial bagi konservasi burung. Penggelangan burung (memasang cincin logam yang ringan dan bernomor unik pada kaki burung) merupakan metode yang andal dan tidak berbahaya untuk mengidentifikasi burung secara individu.
Setiap cincin juga mencantumkan alamat sehingga siapa pun yang menemukan burung bercincin dapat membantu dengan melaporkan di mana, kapan, dan apa yang terjadi pada burung tersebut. Beberapa proyek pemasangan cincin juga menggunakan cincin warna agar burung-burung secara individu dapat diidentifikasi tanpa perlu ditangkap kembali.
Burung-burung telah dipasangi cincin di Britania dan Irlandia selama hampir seratus tahun, dan hingga kini metode ini masih terus mengungkap fakta-fakta baru mengenai rute migrasi dan wilayah persinggahan musim dingin. Fokus utama dari skema pemasangan cincin BTO saat ini adalah pemantauan populasi burung, guna menyediakan informasi mengenai berapa banyak anak burung yang berhasil meninggalkan sarang dan bertahan hidup hingga dewasa, serta berapa banyak burung dewasa yang mampu bertahan melewati tekanan masa pembiakan, migrasi, dan cuaca ekstrem. Perubahan dalam tingkat kelangsungan hidup dan aspek biologi burung lainnya dapat menunjukkan penyebab dari perubahan populasi
BTO menjalankan dua proyek khusus untuk mengumpulkan informasi tersebut. Skema Constant Effort Sites (CES) menyediakan informasi mengenai ukuran populasi, keberhasilan pembiakan, dan kelangsungan hidup spesies burung yang tinggal di habitat semak belukar dan lahan basah. Para petugas penggelangan bekerja di lebih dari 130 lokasi skema CES setiap tahunnya. Proyek Retrapping Adults for Survival (RAS) menghimpun data kelangsungan hidup untuk berbagai jenis spesies, khususnya spesies-spesies yang saat ini menjadi perhatian konservasi.
Pemasangan cincin mengungkapkan bahwa penurunan jumlah burung Kerak-basi Sedge yang berbiak di Britania dan Irlandia berkaitan dengan rendahnya curah hujan di wilayah persinggahan musim dingin mereka di Afrika; sementara itu, penurunan drastis pada jumlah burung Anis Song baru-baru ini ditemukan berkaitan dengan berkurangnya tingkat kelangsungan hidup burung-burung muda. Informasi ini diharapkan dapat membantu identifikasi faktor lingkungan yang bertanggung jawab atas penurunan tersebut.
BTO merupakan anggota dari European Union for Bird Ringing (EURING), serta menjadi pengelola bagi Bank Data EURING.[3][4]