Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiKebangkitan Asia
Artikel Wikipedia

Kebangkitan Asia

Sejak awal 2020-an, serangkaian kebangkitan dan unjuk rasa anti-pemerintah yang banyak dipimpin oleh kaum muda kelahiran Gen Z menyebar di seluruh belahan Asia Selatan dan Asia Tenggara, dengan sejumlah besar di antaranya berujung pada reformasi dan pergantian rezim. Protes tersebut dimulai sebagai tanggapan terhadap merebaknya korupsi, nepotisme, ketidaksetaraan dan mismanajemen ekonomi, otoritarianisme, serta kemunduran demokrasi. Istilah "Kebangkitan Asia" secara tak resmi dicetuskan untuk menyebut peristiwa tersebut, mengutip kemiripannya dengan kebangkitan dunia Arab, meskipun "Musim Semi Asia", "Protes Gen-Z", dan "revolusi Gen-Z" juga dipakai.

Wikipedia article
Diperbarui 27 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kebangkitan Asia
Kebangkitan Asia
Bagian dari Unjuk rasa Gen Z
Dari atas ke bawah dan kiri ke kanan: Revolusi Juli, Unjuk rasa Indonesia 2025, Unjuk rasa Myanmar (2021–kini), Unjuk rasa anti-pemerintahan Nepal 2025, Pawai Triliun Peso
Tanggal2021–kini
LokasiAsia Selatan dan Asia Tenggara
Sebab
  • Otoritarianisme
  • Biaya hidup
  • Kemunduran demokrasi
  • Ketidaksetaraan ekonomi
  • Mismanajemen ekonomi
  • Inflasi
  • Penyensoran internet
  • Nepotisme
  • Brutalitas polisi
  • Korupsi politik
  • Pengangguran
Tujuan
  • Anti-korupsi
  • Demokrasi
  • Transparansi pemerintahan
  • Reformasi
  • Perubahan rezim
Metode
  • Pembakaran
  • Pembangkangan sipil
  • Pemberontakan sipil
  • Perang saudara
  • Demonstrasi
  • Insurgensi
  • Aktivisme internet
  • Penjarahan
  • Aktivisme media
  • Aktivisme daring
  • Protes
  • Pemberontakan
  • Revolusi
  • Kerusuhan
  • Aksi duduk
  • Aksi mogok
  • Aktivisme pelajar
  • Vandalisme
  • Aktivisme pemuda
HasilBeragam
Hasil penuh menurut negara
    • Myanmar: Pemimpin Dewan Administrasi Negara Min Aung Hlaing masih berkuasa. Perang saudara Myanmar dimulai.
    • Sri Lanka: Presiden Gotabaya Rajapaksa dilengserkan, dikirim ke pengasingan, dan pemerintahan digulingkan. Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe terpilih menjadi presiden.
    • Bangladesh: Presiden Sheikh Hasina dilengserkan, dikirim ke pengasingan, dan pemerintahan digulingkan. Pemerintahan sementara pimpinan Muhammad Yunus dibentuk.
    • Indonesia: Unjuk rasa terjadi. Kabinet Presiden Prabowo Subianto dirombak dan sejumlah hukum dan kebijakan direvisi.
    • Nepal: Pengunduran diri Perdana Menteri K. P. Sharma Oli. Sushila Karki diangkat menjadi Perdana Menteri sementara dan DPR dibubarkan. Berbagai gedung pemerintahan dibakar.
    • Philippines: Unjuk rasa terjadi. Penyelidikan terhadap proyek-proyek "hantu" dilakukan.
    • Timor-Leste: Pembelian SUV untuk para anggota parlemen yang kontroversial ditunda dan biaya pensiun seumur hidup bagi mantan anggota ditiadakan.
Jumlah korban
Korban jiwaca 8.400
Cedera13.000+
Ditangkap30.000+

Sejak awal 2020-an, serangkaian kebangkitan dan unjuk rasa anti-pemerintah yang banyak dipimpin oleh kaum muda kelahiran Gen Z menyebar di seluruh belahan Asia Selatan dan Asia Tenggara, dengan sejumlah besar di antaranya berujung pada reformasi dan pergantian rezim. Protes tersebut dimulai sebagai tanggapan terhadap merebaknya korupsi, nepotisme, ketidaksetaraan dan mismanajemen ekonomi, otoritarianisme, serta kemunduran demokrasi.[1][2] Istilah "Kebangkitan Asia" secara tak resmi dicetuskan untuk menyebut peristiwa tersebut, mengutip kemiripannya dengan kebangkitan dunia Arab, meskipun "Musim Semi Asia", "Protes Gen-Z", dan "revolusi Gen-Z" juga dipakai.[3][4][5][6][7]

Protes tersebut dikenal karena peran utamanya diambil oleh Generasi Z, khususnya pelajar, dengan media sosial memainkan peran penting dalam mengorganisasi perlawanan dan penyebaran pesan mereka.[8][9][10][11] Sejumlah pemerintah terdampak memberlakukan pencekalan media sosial sebagai akibatnya.[12][13] Simbol-simbol dalam budaya populer, seperti bendera Bajak Laut Topi Jerami dari seri manga Jepang One Piece, diadopsi oleh para pengunjuk rasa di sepanjang belahan Asia untuk mendukung tujuan mereka.[14][15] Pemerintahan dilengserkan di Sri Lanka, Bangladesh, dan Nepal;[16] sementara unjuk rasa di Indonesia dan Timor-Leste menghasilkan perombakan kebijakan yang tak populer.[17][18][19] Unjuk rasa massa juga sedang terjadi di Filipina.[20][21][22] Di Myanmar, pergesekan pemerintahan melawan unjuk rasa pro-demokrasi berujung pada perang saudara antara junta pemerintahan dan sejumlah pemberontakan besar.[23][24][25] Karena tanggapan yang ditangani dengan keras dan peredaman kekerasan oleh pasukan pemerintahan, terjadi penangkapan massal dan ribuan kematian.[26][27][28]

Referensi

  1. ↑ "Gen Z protests in Asia: Can they spark real change? – DW – 09/18/2025". dw.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-21.
  2. ↑ "From Nepal to Indonesia, What's Driving Asia's Gen Z Protests?".
  3. ↑ Singh, Anand (2025-09-11). "Is this the Asian Spring? Are there parallels with the Arab Spring?". India Today (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-19.
  4. ↑ "Opinion | From Arab Spring to Asian uprisings". kathmandupost.com (dalam bahasa English). Diakses tanggal 2025-09-19. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  5. ↑ Sufian, Abu (2024-08-15). "Arab Spring Effect In South Asia: After Sri Lanka And Bangladesh, Where Next? – OpEd". Eurasia Review (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-09-19.
  6. ↑ "Opinion | A Leaderless and Connected Gen Z Is Taking Over in Asia" (dalam bahasa American English). 2025-09-19. Diakses tanggal 2025-09-19.
  7. ↑ Sharma, Yashraj. "Nepal, Bangladesh, Sri Lanka: Is South Asia fertile for Gen Z revolutions?". Al Jazeera (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-21.
  8. ↑ Subedi, D. B. (2025-09-11). "Deadly Nepal protests reflect a wider pattern of Gen Z political activism across Asia". The Conversation (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-09-21.
  9. ↑ "Social media is a double-edged sword in protests against corruption and nepotism". ABC News (dalam bahasa Australian English). 2025-09-20. Diakses tanggal 2025-09-21.
  10. ↑ "How Gen Z-led protests are rattling governments across Asia". NBC News (dalam bahasa Inggris). 2025-09-15. Diakses tanggal 2025-09-21.
  11. ↑ Jacob, Jayanth (2025-09-14). "From Bangladesh to Nepal: Youth uprisings and what they mean for India". The New Indian Express (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-19.
  12. ↑ Ramachandran, Naman (2024-07-19). "Bangladesh Internet in 'Total Shutdown' Amid Student Protests and Dozens of Deaths: 'Things Are Really Turning Bad'". Variety (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 July 2024. Diakses tanggal 2024-07-20.
  13. ↑ "Gen Z protest in Kathmandu against corruption and ban on social media platforms". The Kathmandu Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 9 September 2025.
  14. ↑ Harvey, Lex (2025-09-20). "This Japanese manga flag has become a global protest symbol for Gen Z". CNN (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-21.
  15. ↑ Guzman, Chad de. "Indonesian Authorities Respond to Mass Flying of 'One Piece' Flag". TIME (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2025-09-17. Diakses tanggal 2025-09-21.
  16. ↑ "How public fury toppled leaders in Nepal, Sri Lanka and Bangladesh". ABC Asia (dalam bahasa Australian English). 2025-09-18. Diakses tanggal 2025-09-19.
  17. ↑ "Indonesian leader fires ministers of finance and security after deadly protests". NBC News (dalam bahasa Inggris). 2025-09-09. Diakses tanggal 2025-09-19.
  18. ↑ "'Stop thieves': Timor-Leste protesters vow to keep rallying over MP car plan". ABC News (dalam bahasa Australian English). 2025-09-16. Diakses tanggal 2025-09-19.
  19. ↑ International, VB Desk (2025-09-17). "Demonstrations shake Timor-Leste now". Views Bangladesh (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-19.
  20. ↑ Lamb, Kate (2025-09-19). "Mass protest expected in Philippines capital amid public fury over alleged corruption in government projects". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2025-09-19.
  21. ↑ "Philippines president says corruption scandal protests justified | International". BSS. Diakses tanggal 2025-09-19.
  22. ↑ "Philippines: Fury over corruption and 'nepo babies' as floods paralyse daily life". www.bbc.com (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2025-09-17. Diakses tanggal 2025-09-19.
  23. ↑ "Myanmar military government sets long prison terms for election protests". Al Jazeera (dalam bahasa Inggris). 30 July 2025. Diakses tanggal 2025-09-19.
  24. ↑ "Myanmar military tightens grip as anti-coup protests enter fifth day".
  25. ↑ "Myanmar Violence Escalates With Rise of 'Self-defense' Groups, Report Says". Voice of America. Agence France-Presse. June 27, 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 January 2022. Diakses tanggal 20 January 2022.
  26. ↑ "UN expert calls for Myanmar action as death toll tops 2,000". www.aljazeera.com (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 October 2022. Diakses tanggal 2022-10-10.
  27. ↑ "A Faux Pas by Bangladesh's PM Has Morphed a Small Protest Into a Nationwide Movement". The Wire (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 July 2024. Diakses tanggal 2024-07-22.
  28. ↑ Ellis-Petersen, Hannah (8 September 2025). "At least 10 people killed during protests against Nepal's social media ban". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 8 September 2025.

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik politik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi
  2. Pranala luar
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026