Kayauni adalah sebuah distrik di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat, Indonesia. Ibu kota Distrik Kayauni berada di Kampung Kayuni. Luas wilayah Distrik Kayauni sekitar 938 km2.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kayauni | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Papua Barat | ||||
| Kabupaten | Fakfak | ||||
| Populasi | |||||
| • Total | 1,617 jiwa | ||||
| Kode Kemendagri | 92.03.15 | ||||
| Kode BPS | 9101087 | ||||
| Luas | 938,00 km² | ||||
| Kepadatan | 1,72 jiwa/km² | ||||
| Kampung/kelurahan | 9 desa | ||||
| |||||
Kayauni adalah sebuah distrik di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat, Indonesia. Ibu kota Distrik Kayauni berada di Kampung Kayuni. Luas wilayah Distrik Kayauni sekitar 938 km2.[1]
Distrik Kayauni terdiri dari 9 kampung yaitu: Warpa, Mananmur, Rangkendak, Kuagas, Kayuni, Pattukar, Homorkokma, Ubadari dan Kaburbur.
Jumlah penduduk di Distrik Kayauni pada tahun 2020 sebanyak 1.617 jiwa dengan kepadatan penduduk sebesar 1,72 jiwa/km2. terbagi menjadi 9 kampung. Masyarakat Fakfak sangat beragam, dengan 7 suku asli dan 3 agama berbeda. Informasi mengenai suku asli di Fakfak meliputi suku Mbaham, Ma’tta, Mor, Onin, Irarrutu, Kimbaran, dan Arguni.[2]
Sementara 3 agama saudara di Fakfak yakni Islam, Protestan dan Katolik. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Fakfak tahun 2020, persentasi keagamaan di kecamatan ini yaitu Kristen berjumlah 61,88% (Protestan 47,70% dan Katolik 14,18%), dan Islam 38,12%.[1] Dengan demikian, semboyan yang paling dikenal di Fakfak yaitu "Tiga Tungku Satu Batu".
Penduduk di Distrik Kayauni sebagian besar bekerja sebagai petani. Komoditas tanaman jagung, dan ubi adalah tanaman unggulan yang dikelola warga, dan ada juga yang menanam padi, kakao, dan tanaman lain seperti cabai, bawang merah, bawang putih, jahe, dan lainnya. Warga Papua yang beragama Kristen banyak yang memelihara babi. Sedangkan penduduk lainnya beternak ayam, sapi dan kambing.[1]