Kateri Tekakwita adalah seorang santa yang berasal dari suku Indian di Amerika Serikat. Ia terkenal dengan sebutan "Bunga Bakung dari Mohawk". Kateri adalah seorang gadis Indian yang dibaptis menjadi Kristen. Ia adalah anak yatim piatu yang tumbuh dewasa di tengah-tengah suku Mohawk. Ketika berumur dua puluh tahun, ia bertemu dengan seorang misionaris yang mengajarnya tentang agama Kristen. Beberapa waktu kemudian Kateri minta untuk dibaptis. Orang-orang Indian dari suku Mohawk sangat marah karena Kateri menjadi Kristen sehingga memperlakukannya seperti orang buangan. Karena merasa terancam, Kateri memutuskan untuk meninggalkan suku Mohawk dan mencari pemukiman Indian yang penduduknya beragama Kristen. Ia berjalan sendirian dan menembus hutan Kanada sejauh dua ratus mil hingga akhirnya menemukan desa tersebut. Ia menjadi seorang Kristen yang baik dan taat sampai akhir hidupnya.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kateri Tekakwita | |
|---|---|
Lukisan Kateri Tekakwita yang dilukis sekira tahun 1690 oleh Father Chauchetière | |
| Lahir | 1656 Ossernenon, Iroquois Confederacy (sekarang New York) |
| Meninggal | 17 April 1680 Kahnawake (dekat Montreal), Quebec, Kanada |
| Dihormati di | Gereja Katolik Roma |
| Beatifikasi | 22 Juni 1980, Roma oleh Paus Yohanes Paulus II |
| Pesta | 14 Juli |
Kateri Tekakwita (1656 – 17 April 1680) adalah seorang santa yang berasal dari suku Indian di Amerika Serikat.[1][2] Ia terkenal dengan sebutan "Bunga Bakung dari Mohawk".[2] Kateri adalah seorang gadis Indian yang dibaptis menjadi Kristen.[1][2] Ia adalah anak yatim piatu yang tumbuh dewasa di tengah-tengah suku Mohawk.[1][2] Ketika berumur dua puluh tahun, ia bertemu dengan seorang misionaris yang mengajarnya tentang agama Kristen.[2] Beberapa waktu kemudian Kateri minta untuk dibaptis.[2] Orang-orang Indian dari suku Mohawk sangat marah karena Kateri menjadi Kristen sehingga memperlakukannya seperti orang buangan.[2] Karena merasa terancam, Kateri memutuskan untuk meninggalkan suku Mohawk dan mencari pemukiman Indian yang penduduknya beragama Kristen.[2] Ia berjalan sendirian dan menembus hutan Kanada sejauh dua ratus mil hingga akhirnya menemukan desa tersebut.[2] Ia menjadi seorang Kristen yang baik dan taat sampai akhir hidupnya.[2]