Katedral Metropolitan Santo Petrus, juga disebut sebagai Katedral San Pedro atau Katedral Davao, adalah sebuah gereja katedral Katolik yang berlokasi di Barangay 2-A, Distrik Poblacion, Kota Davao, Filipina. Katedral, yang didedikasikan untuk Santo Petrus, menjadi pusat kedudukan gerejawi Keuskupan Agung Davao.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Katedral Davao | |
|---|---|
| Katedral Metropolitan Santo Petrus | |
Katedral Davao | |
Koordinat: 7°3′38″N 125°36′46″E / 7.06056°N 125.61278°E / 7.06056; 125.61278Lihat peta diperbesar Koordinat: 7°3′38″N 125°36′46″E / 7.06056°N 125.61278°E / 7.06056; 125.61278Lihat peta diperkecil | |
| Informasi umum | |
| Lokasi | Davao City, Davao del Sur |
| Negara | Filipina |
| Denominasi | Gereja Katolik Roma |
| Sejarah | |
| Dedikasi | Santo Petrus |
| Arsitektur | |
| Status | Katedral |
| Status fungsional | Aktif |
| Tipe arsitektur | gereja |
| Gaya | Post-modern |
| Administrasi | |
| Keuskupan Agung | Keuskupan Agung Davao |
| Klerus | |
| Uskup Agung | Romulo G. Valles, DD[1] |
Katedral Metropolitan Santo Petrus, juga disebut sebagai Katedral San Pedro atau Katedral Davao, adalah sebuah gereja katedral Katolik yang berlokasi di Barangay 2-A, Distrik Poblacion, Kota Davao, Filipina. Katedral, yang didedikasikan untuk Santo Petrus, menjadi pusat kedudukan gerejawi Keuskupan Agung Davao.
Gereja sebelumnya, yang dikatakan bergaya Neo-Gotik, dibangun di area yang sama dengan katedral saat ini pada tahun 1847. Pada tahun 1960-an, karena ukurannya yang kecil, Keuskupan Davao meminta dana untuk memperbesar gereja tersebut. Arsitek Chiew bertanggung jawab atas desain gereja baru, yaitu sebuah bahtera, dengan bagian depan runcing tempat salib berdiri. Menara lonceng terpisah juga dibangun. Katedral ini telah menjadi saksi dari dua insiden pengeboman: sebuah insiden pada tahun 1981 yang menewaskan 17 orang, dan satu insiden pada tahun 1993 dengan tujuh kematian.[2]

Katedral bergaya Spanyol dengan desain modern khas struktur padat melengkung bagian depan ini pertama kali dibangun menggunakan nipa dan bambu pada tahun 1847 dan kemudian dibangun kembali dengan kayu pada pertengahan tahun 1900-an oleh arsitek Ramon Basa, hingga dibangun kembali akhirnya direnovasi menjadi beton pada tahun 1964 oleh arsitek Manuel Chiew.[3]