Aoba adalah sebuah kapal penjelajah berat milik Angkatan Laut Kekaisaran Jepang pada Perang Dunia Kedua. Aoba merupakan kapal pemimpin dari kelasnya sendiri. Nama Aoba diambil dari gunung berapi di kawasan Kyoto.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Aoba | |
| Sejarah | |
|---|---|
| Nama | Aoba |
| Asal nama | Gunung Aoba |
| Dipesan | 1923 (Tahun Fiskal) |
| Pasang lunas | 4 Februari 1924 |
| Diluncurkan | 25 September 1926 |
| Mulai berlayar | 20 September 1927[1] |
| Tidak beroperasi | 28 Juli 1945 |
| Dicoret | 20 November 1945 |
| Nasib | Dibongkar pada 1946 sampai 1947 |
| Ciri-ciri umum | |
| Kelas dan jenis | Kapal penjelajah kelas-Aoba |
| Berat benaman |
|
| Panjang | 185,17 m (607 ft 6 in) |
| Lebar |
|
| Daya muat |
|
| Tenaga | 102.000 shp (76.000 kW) |
| Pendorong |
|
| Kecepatan | 33,43–36 kn (61,91–66,67 km/h) |
| Jangkauan |
|
| Awak kapal |
|
| Senjata |
Inisial:
Final:
|
| Pelindung |
|
| Pesawat yang diangkut |
|
| Fasilitas penerbangan | 1 katapel pesawat terbang (final) |
Aoba (青葉code: ja is deprecated , "Daun Segar")[nb 1] adalah sebuah kapal penjelajah berat milik Angkatan Laut Kekaisaran Jepang pada Perang Dunia Kedua. Aoba merupakan kapal pemimpin dari kelasnya sendiri. Nama Aoba diambil dari gunung berapi di kawasan Kyoto.
Kelas Aoba awalnya direncanakan menjadi bagian dari kelas Furutaka. Akan tetapi permasalahan pada kelas Furutaka menyebabkan Aoba dan saudarinya, missing name dirombak desainnya termasuk penambahan turet laras ganda dan katapel pesawat terbang sehingga diklasifikasikan menjadi kelas baru.
Aoba memiliki panjang 185,17 meter dan berat 9000 ton. Ia mampu mencapai kecepatan 36 knot. Ia membawa 1 pesawat apung serta 6 buah meriam 203mm/kal. 50.
Ia menjadi kapal bendera di Divisi Penjelajah ke-6 selama kariernya. Pada awal perang, ia yang dipimpin oleh Rear Admiral Aritama Gotou tergabung ke dalam Divisi Penjelajah ke-6 yang beranggotakan Aoba, missing name, missing name, missing name. Mereka terlibat dalam Invasi Guam dan Invasi Pulau Wake.
Pada tanggal 7 Mei 1942, mereka terlibat dalam Pertempuran Laut Koral. Di pertempuran itu missing name tenggelam dan missing name rusak berat. missing name dan Aoba mengawal penarikan pasukan dari invasi Port Moresby sedangkan missing name dan missing name mengawal missing name pulang.
Kemudian Aoba dipindahkan ke Armada ke-8 yang dipimpin oleh Laksamana Madya Mikawa Gunichi. Pada 7 Agustus 1942, Armada Mikawa terlibat dalam pertempuran yang dikenal dengan Pertempuran Pulau Savo. Pada pertempuran yang disebut sebagai salah satu kemenangan terbesar Jepang, USS Astoria, Quincy, Vinnes dan missing name tenggelam dan USS Chicago, Ralph Talbot dan Patterson mengalami kerusakan berat. Dan missing name terkena tembakan tiga kali, missing name dua kali, Aoba sekali, dan missing name tidak terkena. Akan tetapi missing name tenggelam sepulang dari pertempuran setelah ditorpedo oleh missing name. Sedangkan Aoba tidak mengalami kerusakan dari serangan tersebut.
Karier Aoba berlanjut di Pertempuran Tanjung Esperance. Pertempuran ini juga disebut sebagai Pertempuran Pulau Savo kedua. Armada Amerika Serikat saat itu berhasil membuat formasi T terhadap Armada Angkatan Laut Kekaisaran Jepang. Admiral Gotou yang memimpin Aoba membuat kesalahan dengan mengira ia terkena friendly fire. Akibat keputusannya, missing name dan missing name tenggelam. Sedangkan Aoba mengalami kerusakan dan Goto terbunuh.
Selesainya dari pertempuran tersebut, ia kembali ke Kure untuk diperbaiki. Dan kariernya selanjutnya menjadi pengawal konvoi dan menghindari maut beberapa kali, antara lain:

Setelah dibombardir lagi pada tanggal 24 dan 28 Juli 1945, Aoba sudah berwujud bangkai kapal yang rusak berat dan tenggelam di perairan dangkal di Kure. Pada tanggal 20 November 1945 ia dicoret dari daftar angkatan laut dan dibongkar pada tahun 1946-1947.[2]