Boeing B-17 Flying Fortress adalah sebuah pesawat pengebom pengintai sayap rendah Amerika Serikat, yang dibuat untuk Pasukan Udara Angkatan Darat Amerika Serikat. Terbang perdana pada tanggal 28 Juli 1935, dan dipensiunkan tahun 1968, dengan lebih dari 12.000 Flying Fortress diproduksi.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| B-17 Flying Fortress | |
|---|---|
A B-17G, Sentimental Journey, tampil di Chino Airshow 2014 di Chino, California | |
| Informasi umum | |
| Jenis | Pengebom berat |
| Asal negara | Amerika Serikat |
| Pabrikan | Boeing |
| Status | Pensiun; sejumlah kecil yang bertugas sebagai burung perang |
| Pengguna utama | Pasukan Udara Angkatan Darat Amerika Serikat |
| Jumlah yang diproduksi | 12.731[1][2] |
| Sejarah | |
| Diproduksi | 1936–1945 |
| Tanggal perkenalan | April 1938 |
| Penerbangan pertama | 28 Juli 1935[3] |
| Varian | |
| Dikembangkan menjadi | Boeing 307 Stratoliner |

Boeing B-17 Flying Fortress adalah sebuah pesawat pengebom pengintai (reconnaissance aircraft) sayap rendah (low wing) Amerika Serikat, yang dibuat untuk Pasukan Udara Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army Air Corps). Terbang perdana pada tanggal 28 Juli 1935, dan dipensiunkan tahun 1968, dengan lebih dari 12.000 Flying Fortress diproduksi.
Digunakan sebagai pengebom strategis pada Perang Dunia II melawan Jerman Nazi, Flying Fortress menjatuhkan lebih dari 500.000 ton bom di Eropa.
Dinamakan flying fortress karena pesawat ini memiliki reputasi yang kuat dalam ketahanan dan kemampuan untuk membawa banyak senjata defensif, menjadikannya sebagai benteng terbang yang "kokoh" atau "kuat" dalam bahasa Inggris. Nama "Flying Fortress" mencerminkan citra pesawat ini sebagai pesawat pengebom berat yang dilengkapi dengan banyak senjata dan memiliki kemampuan bertahan yang baik, terutama selama Perang Dunia II.



Ciri-ciri umum
Kinerja
Persenjataan
