Kankoro mochi (かんころもち) adalah sejenis moci yang biasa dimakan di Kyushu dan Okinawa, Jepang. Makanan ini dibuat dengan mencampurkan ubi jalar yang direbus sebagian ke dalam moci.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (November 2025) |
| Kankoro mochi | |
|---|---|
| Jenis | Makanan ringan |
| Tempat asal | Jepang |
| Daerah | Okinawa dan Kyushu |
| Suhu penyajian | Suhu kamar |
| Bahan utama | Ubi jalar |
Kankoro mochi (かんころもち) adalah sejenis moci yang biasa dimakan di Kyushu dan Okinawa, Jepang. Makanan ini dibuat dengan mencampurkan ubi jalar yang direbus sebagian ke dalam moci.
Dalam bahasa Jepang dialek Gotō, istilah kankoro merujuk pada irisan ubi jalar yang dikeringkan.[1] Awalnya, kankoro dibuat sebagai makanan tahan lama untuk persediaan musim dingin di Kepulauan Gotō, tetapi seiring waktu hidangan ini berkembang menjadi salah satu makanan khas (tokusanhin) dari Prefektur Nagasaki dan kini diproduksi serta dijual di berbagai daerah. Meskipun topografi Kepulauan Gotō didominasi lereng curam dan tanah yang miskin unsur hara, ubi jalar dapat tumbuh dengan baik di sana. Tanaman ini juga memiliki ketahanan tinggi terhadap cuaca ekstrem, termasuk topan, dan hasil panennya relatif stabil, menjadikannya komoditas penting yang menopang perekonomian lokal.[2] Catatan sejarah menunjukkan bahwa ubi jalar telah dibudidayakan oleh masyarakat Gotō sejak era Kanbun (1661–1672), dan pada tahun 1833, Domain Fukue secara resmi mendorong penanamannya, menandai pergeseran besar dalam kebijakan pertanian daerah tersebut.[3] Pada awal era Meiji (akhir 1860-an), ubi jalar telah tersebar luas di seluruh kepulauan, dan pada masa Taishō (1912–1926), menjadi hasil pertanian paling melimpah di wilayah itu.[4]
Namun, produksi ubi jalar di Gotō perlahan menurun seiring merosotnya permintaan untuk bahan baku shōchū dan pati.[5] Meskipun demikian, tradisi membuat kankoro mochi tetap dilestarikan. Hingga kini, banyak keluarga di Gotō yang masih menyiapkannya untuk perayaan Tahun Baru, mengirimkan kue tersebut kepada anak-anak dan kerabat yang telah pindah dari pulau sebagai bentuk kenangan dan ikatan dengan kampung halaman mereka.[6]
Proses pembuatan kankoro mochi dimulai dengan pengeringan ubi jalar di bawah sinar matahari selama sekitar dua minggu untuk mengurangi kadar airnya. Setelah itu, kulit ubi dikupas, lalu dipotong menjadi irisan tipis berbentuk bulat dan direbus sebelum kembali dijemur hingga kering. Hasil keringannya, yang disebut kankoro, kemudian disimpan hingga siap digunakan. Sementara itu, beras ketan dicuci, direndam selama dua minggu, dan kemudian dikukus hingga matang. Sebelum diolah lebih lanjut, kankoro direndam dalam air panas dan dikukus kembali untuk melembutkannya. Setelah dikukus, kankoro ditumbuk dalam lesung menggunakan alu, lalu dicampur dengan beras ketan kukus dan dihaluskan hingga menjadi adonan yang lengket dan menyatu. Dalam produksi modern, proses penumbukan ini sering digantikan oleh mesin pemukul moci. Adonan yang telah terbentuk kemudian dipindahkan ke permukaan kerja dan dibentuk menjadi balok setengah silinder sebagai bentuk khas kankoro mochi tradisional.[7]