Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiKampanye Fathimiyah di Maghreb barat (958–960)
Artikel Wikipedia

Kampanye Fathimiyah di Maghreb barat (958–960)

Kampanye Fathimiyah di Maghreb barat dipimpin oleh jenderal Fathimiyah Jawhar al-Siqilli dan Ziri bin Manad antara tahun 958 dan 960. Kampanye tersebut ditujukan terhadap penguasa yang telah mengakui kedaulatan Khalifah Kordoba.

Wikipedia article
Diperbarui 6 Desember 2024

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kampanye Fathimiyah di Maghreb barat
Bagian dari perluasan Kekhalifahan Fathimiyah
Tanggal958–960
LokasiAljazair dan Maroko barat
Hasil kemenangan Fathimiyah
Perubahan
wilayah
  • Penaklukan Fez dan Sijilmasa[1][2]
  • Wilayah kekuasaan Fatimiyah meluas hingga ke tepi Samudera Atlantik[2]
Pihak terlibat
Kekhalifahan Fathimiyah Kekhalifahan Kordoba (nominal)
Keamiran Sijilmasa
Tokoh dan pemimpin
Ziri bin Manad
Jawhar
Emir Fez (POW)
Ibnu Wasul (POW)

Kampanye Fathimiyah di Maghreb barat dipimpin oleh jenderal Fathimiyah Jawhar al-Siqilli dan Ziri bin Manad antara tahun 958 dan 960. Kampanye tersebut ditujukan terhadap penguasa yang telah mengakui kedaulatan Khalifah Kordoba.[3][4]

Latar belakang

Setelah berakhirnya kekuasaan Idrisiyyah di Fez, salah satu pangeran mendirikan pemerintahan di Rif pada tahun 930-an, ia mengakui otoritas Fathimiyah hingga kematiannya pada tahun 948.[4] Pada tahun 950-an, wilayah utara Maroko saat ini diubah menjadi protektorat Umayyah.[4]

Pengepungan

Pada tahun 958 Jawhar menduduki Sijilmasa setelah penguasanya Ibnu Wasul mengevakuasi kota tersebut, namun ia diserahkan kepada Jawhar dan koin-koin di percetakannya dicetak atas nama Khalifah Fathimiyah.[3] Pada musim dingin tahun 958 Ziri bin Manad mengarahkan pengepungan terhadap Fez dan pada bulan November 959 ia berhasil menaklukkan tembok Fez, dua hari setelah ia menangkap emir dan menjadikannya tawanan.[3] Fez dan Sijilmasa direbut dan wilayah Fathimiyah diperluas hingga ke Atlantik.[2][1] Amir Fez dan Ibnu Wasul dari Sijilmasa dibawa serta dalam kurungan dan kaum Idrisid dipaksa untuk menyediakan sandera.[3] Setelah ekspedisi ini, hanya Tangier dan Ceuta yang dikuasai oleh Khalifah Kordoba.[5]

Akibat

Pada tahun 973 jenderal Umayyah Ghalib menginvasi Maroko, ia menegaskan kembali kekuasaan Umayyah di Maroko dengan menaklukkan Fez dan memaksa Banu Gannun untuk mengalihkan kesetiaan mereka dari Fatimiyah ke Umayyah.[4]

Referensi

  1. 1 2 Histoire de l'Afrique des origines à nos jours. Robert Cornevin, Marianne Cornevin. Payot.
  2. 1 2 3 A History of Egypt: Volume 6, In the Middle Ages. Stanley Lane-Poole. Cambridge University Press.
  3. 1 2 3 4 The Empire of the Mahdi: The Rise of the Fatimids. By Heinz Halm. BRILL.
  4. 1 2 3 4 A History of the Maghrib in the Islamic Period. Jamil M. Abun-Nasr, Ǧamīl M. Abū al-Naṣr, Abun-Nasr, Jamil Mirʻi Abun-Nasr
  5. ↑ A History of Islamic Spain. Professor W Montgomery Watt, Pierre Cachia. Transaction Publishers.

Sumber

  • Brett, Michael (2001). The Rise of the Fatimids: The World of the Mediterranean and the Middle East in the Fourth Century of the Hijra, Tenth Century CE. The Medieval Mediterranean. Vol. 30. Leiden, Boston, Köln: Brill. ISBN 90-04-11741-5.
  • Halm, Heinz (1991). Das Reich des Mahdi: Der Aufstieg der Fatimiden [Kekaisaran Mahdi: Bangkitnya Dinasti Fathimiyah] (dalam bahasa Jerman). Munich: C. H. Beck. ISBN 978-3-406-35497-7.
  • l
  • b
  • s
Topik Kekhalifahan Fathimiyah
Imam-khalifah
  • al-Mahdi Billah
  • al-Qa'im bi-Amr Allah
  • al-Mansur Billah
  • al-Mu'izz li-Din Allah
  • al-Aziz Billah
  • al-Hakim bi-Amr Allah
  • al-Zahir li-i'zaz Din Allah
  • al-Mustansir Billah
  • al-Musta'li Billah
  • al-Amir bi-Ahkam Allah
  • al-Hafiz li-Din Allah
  • al-Zafir bi-Amr Allah
  • al-Fa'iz bi-Nasr Allah
  • al-Adid li-Din Allah
  • Dinasti
Sejarah
Awal dan kemajuan (909–973)
  • Penaklukan Aghlabiyyah Ifriqiyah
  • Pembentukan
  • Pemberontakan Sisilia pertama
  • Invasi Mesir pertama
  • Invasi Mesir kedua
  • Pemberontakan Sisilia ke-2
  • Pemberontakan Abu Yazid (943–947)
  • Penaklukan Maroko
  • Penaklukan Mesir
Puncak dan krisis (973–1073)
  • Ekspansi ke Suriah
    • Aleksandretta
    • Invasi Qaramitah pertama dan kedua
    • Perjuangan dengan Alptakin
    • Aleppo
    • Apamea
    • Pemberontakan Muffarij bin Daghfal
    • Pemberontakan aliansi Badui
  • Pemberontakan Abu Rakwa
  • Invasi Bani Hilal ke Ifriqiyah
  • Penaklukan Bagdad oleh al-Basasiri
  • Lenyapnya Aleppo
  • Kesulitan Mustansiriyah
Pemulihan dan kejatuhan (1073–1171)
  • Kediktatoran Badr al-Jamali
  • Pemberontakan Nizar
    • Skisma Musta'li–Nizari
  • Perang Salib Pertama
  • Pengepungan Askelon
  • Rezim Kutayfat dan kenaikan takhta al-Hafiz
    • Skisma Hafizi–Tayyibi
  • Invasi Tentara Salib ke Mesir
  • Akhir Kekhalifahan Fathimiyah
    • Pertempuran Orang Kulit Hitam
    • Konspirasi melawan Salahuddin
Pemerintahan
dan militer
Wazir
dan pemangku kuasa
  • Jawdzar
  • Ya'qub bin Killis
  • Ibnu Ammar
  • Barjawan
  • Sitt al-Mulk
  • Ali bin Ahmad al-Jarjara'i
  • Abu Muhammad al-Yazuri
  • Rashad
  • Nasir al-Dawla bin Hamdan
  • Badr al-Jamali
  • al-Afdhal Syahansyah
  • Kutayfat
  • Hasan bin al-Hafiz
  • Bahram al-Armani
  • Ridwan bin Walakhsyi
  • al-Ma'mun al-Bata'ihi
  • al-Adil bin as-Sallar
  • Abbas bin Abi al-Futuh
  • Tala'i bin Ruzzik
  • Ruzzik bin Tala'i
  • Syawar bin Mujir as-Sa'di
  • Dirgham
  • Asaduddin Syirkuh bin Syadzi
  • Salahuddin
Dinasti vasal
  • Kalbiyah (Sisilia)
  • Ziri dan Hammadiyah (Ifriqiyah)
  • Kesyarifan Makkah
  • Syarif Madinah
  • Jarrah (Palestina)
  • Mirdas (Aleppo)
  • Sulaihiyah, Hamdaniyah, dan Zurayiyah (Yaman)
  • Bani Kanz (Nubia)
  • Lodi (Multan)
Pejabat, gubernur
dan jenderal
  • Abu Ja'far Muhammad bin Ahmad al-Baghdadi
  • Khalil bin Ishaq at-Tamimi
  • Jawhar
  • Bakjur
  • Manjutakin
  • Anusytakin ad-Dizbari
  • al-Basasiri
  • Qadi al-Fadil
Militer
  • Angkatan darat Fathimiyah
    • Kutama
    • Ghilman
  • Angkatan laut Fathimiyah
Isma'ilisme
Doktrin
  • Imamah
  • Hujjah
  • Esoterisme
    • Batin dan Zahir
Cabang dan pecahan
  • Qaramitah
  • Druze
    • Hamzah bin Ali
  • Nizari
    • Hassasin
  • Musta'li
    • Tayyibi
    • Hafizi
Pendakwah
dan teolog
  • Hamdan Qarmat
  • Ibnu Hawsyab
  • Ali bin al-Fadl al-Jaysyani
  • Abu Abdallah al-Shi'i
  • Muhammad bin Ahmad al-Nasafi
  • Abu Hatim ar-Razi
  • Abu Tammam
  • Ja'far bin Mansur al-Yaman
  • al-Qadi an-Nu'man
  • Abu Ya'qub as-Sijistani
  • Ahmad bin Ibrahim an-Naysaburi
  • Abu'l-Fawaris Ahmad bin Ya'qub
  • Abdallah
  • al-Mu'ayyad fi'l-Din al-Shirazi
  • Hamiduddin al-Kirmani
Gerakan
anti-Fathimiyah
  • Akhu Muhsin
  • Manifesto Bagdad
Budaya
Seni dan arsitektur
  • Mahdiya
    • Masjid Agung Mahdiya
    • Skifa Kahla
  • Mansuriya
  • Kairo
    • Masjid al-Hakim
    • Masjid Al-Aqmar
    • Bab al-Futuh
    • Bab an-Nasr
    • Bab Zuwayla
    • Istana-istana Fatimiyah Agung
    • Masjid Juyusyi
    • Masyhad Sayyidah Ruqayyah
      • Mihrab portabel
    • Masjid Al-Salih Tala'i
  • Mimbar Masjid Ibrahimi
  • Makam Kepala Husain
Sastra dan Pembelajaran
  • Ali bin Muhammad al-Iyadi
  • al-Qadi an-Nu'man
  • Muhammad bin Hani al-Andalusi al-Azdi
  • al-Musabbihi
  • Universitas Al-Azhar
  • Darul-Hikmah

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar belakang
  2. Pengepungan
  3. Akibat
  4. Referensi
  5. Sumber

Artikel Terkait

Dinasti Fathimiyah

Dinasti Khalifah Ismailiyah

Al-Hasan bin Ali al-Kalbi

Gubernur Tunis, Keamiran Sisilia (911–964)

Jawhar al-Siqilli

(memerintah 946–953). Pada tahun 958, putra dan penerus al-Mansur, al-Mu'izz Lidinillah (memerintah 953–975) memilih Jawhar untuk memimpin kampanye memulihkan kendali

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026