Kalabas atau labu botol adalah sejenis labu yang buah mudanya dapat disayur dan buah tuanya dijadikan wadah air, tabung, kantung hias, ataupun koteka. Kalabas masih berkerabat dekat dengan beligo dan rasanya pun bermiripan. Bentuk buahnya bervariasi, mulai dari membulat hingga lonjong memanjang.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Kalabas | |
|---|---|
| Buah muda kalabas | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Eudikotil |
| Klad: | Rosidae |
| Ordo: | Cucurbitales |
| Famili: | Cucurbitaceae |
| Genus: | Lagenaria |
| Spesies: | L. siceraria |
| Nama binomial | |
| Lagenaria siceraria | |
| Sinonim | |
|
Lagenaria leucantha | |

Kalabas[1] atau labu botol (Lagenaria siceraria) adalah sejenis labu yang buah mudanya dapat disayur dan buah tuanya dijadikan wadah air, tabung, kantung hias, ataupun koteka. Kalabas masih berkerabat dekat dengan beligo dan rasanya pun bermiripan. Bentuk buahnya bervariasi, mulai dari membulat hingga lonjong memanjang.
Tumbuhan ini diketahui sebagai salah satu tanaman budi daya tertua, tetapi ditanam bukan untuk bahan pangan melainkan untuk dijadikan alat rumah tangga.
Karena bentuknya, peralatan laboratorium yang berbentuk menyerupai buah labu air juga dinamakan labu, seperti labu ukur dan labu Erlenmeyer.
Kalabas mengandung racun kukurbitasin yang menyebabkan rasa pahit pada buah ini saat masih mentah. Racun kukurbitasin dapat membuat mual, muntah, dan sakit perut. Beberapa kasus dilaporkan di India, bahwa ada beberapa orang mengalami sakit bahkan meninggal setelah minum jus labu air.