Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Koteka

Koteka adalah pakaian untuk menutup kemaluan laki-laki dalam budaya sebagian penduduk asli Pulau Papua. Kata koteka sendiri berasal dari bahasa mee yang berarti pakaian, dalam bahasa dani disebut holim. Koteka terbuat dari kulit labu atau juga bisa terbuat dari moncong burung khawil atau taun-taun, yang dalam bahasa korowai disebut khawisip. Mulut burung taun-taun ini dapat diperoleh dengan cara berburu, sedangkan labu air ini ditanam dan diproses sehingga berbentuk yang dinamakan koteka yang digunakan oleh kaum laki-laki.

Wikipedia article
Diperbarui 31 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Koteka
Koteka

Koteka adalah pakaian untuk menutup kemaluan laki-laki dalam budaya sebagian penduduk asli Pulau Papua. Kata koteka sendiri berasal dari bahasa mee yang berarti pakaian, dalam bahasa dani disebut holim.[1] Koteka terbuat dari kulit labu atau juga bisa terbuat dari moncong burung khawil atau taun-taun (Rhyticeros plicatus),[2] yang dalam bahasa korowai disebut khawisip. Mulut burung taun-taun ini dapat diperoleh dengan cara berburu, sedangkan labu air (lagenaria siceraria) ini ditanam dan diproses sehingga berbentuk yang dinamakan koteka yang digunakan oleh kaum laki-laki.

Bagi masyarakat Hubula (Dani) di Lembah Baliem, bentuk holim berkaitan dengan status pemakainya. Koteka dengan ujung melengkung ke depan (kolo) dipakai oleh Ap Kain (pemimpin konfederasi), koteka yang melengkung ke samping (haliag) dipakai golongan menengah seperti Ap Menteg (panglima perang) atau Ap Ubalik (tabib atau pemimpin adat). Sedangkan koteka yang bentuknya tegak lurus digunakan oleh masyarakat biasa.[1]

Namun, setiap suku memiliki perbedaan bentuk koteka. Orang suku Yali, misalnya, menyukai bentuk labu yang panjang untuk humi mereka.[3] Sedangkan orang Lani di Tiom biasanya memakai dua labu untuk membentuk kobeba.

Operasi Koteka

Artikel utama: Operasi Koteka

Sejak 1950-an, para misionaris mengampanyekan penggunaan celana pendek sebagai pengganti koteka. Ini tidak mudah. Suku Dani di Lembah Baliem saat itu kadang-kadang mengenakan celana, tetapi tetap mempertahankan koteka.

Pemerintah RI sejak 1960-an pun berupaya mengurangi pemakaian koteka. Melalui para gubernur, sejak Frans Kaisiepo pada 1964, kampanye antikoteka digelar.[4]

Pada 1971, dikenal istilah "operasi koteka" dengan membagi-bagikan pakaian kepada penduduk. Akan tetapi karena tidak ada sabun, pakaian itu akhirnya tak pernah dicuci. Pada akhirnya warga Papua malah terserang penyakit kulit.

Walau seiring waktu, koteka semakin kurang populer dipakai sehari-hari. Pada tahun 2019 diperkirakan hanya 10% dari penduduk pegunungan (sekarang Papua Tengah dan Papua Pegunungan) yang menggunakan koteka,[5] dan penggunaannya lebih sering dalam upacara adat atau sebagai cendera mata.[6]

Galeri

  • Dua orang suku Hubula memakai holim
    Dua orang suku Hubula memakai holim
  • Koteka asli suku Mee diikat dengan tali anggrek
    Koteka asli suku Mee diikat dengan tali anggrek
  • Humi suku Yali diikat dengan tali rotan
    Humi suku Yali diikat dengan tali rotan
  • Kobeba milik suku Lani
    Kobeba milik suku Lani

Referensi

  1. 1 2 Sitompul, Oleh Martin (2017-07-04). "Ada Apa dengan Koteka". Historia - Majalah Sejarah Populer Pertama di Indonesia. Diakses tanggal 2024-06-08.
  2. ↑ "Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat". jurnalarkeologipapua.kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 2022-02-08.
  3. ↑ Suroto, Hari (2021-01-03). "Fakta-fakta Koteka dan Rok Rumput Khas Suku Yali di Papua". detikTravel. Diakses tanggal 2023-02-04.
  4. ↑ Wiryono, Singgih. Asril, Sabrina (ed.). "Masa Kelam Koteka Era Orba, Warga Papua Dirazia dan Dipaksa Pakai Celana Pendek". Kompas.com. Diakses tanggal 2020-02-27.
  5. ↑ Tim detikcom (2019-08-06). "Anggota DPRD di Papua 2019-2024 Diminta Pakai Koteka Saat Pelantikan". detiknews. Diakses tanggal 2024-06-08.
  6. ↑ Wargadiredja, Arzia Tivany (2019-08-07). "Koteka Terancam Punah, Muncul Gerakan Mahasiswa Papua Memakainya di Kampus". VICE. Diakses tanggal 2024-06-08.
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • FAST
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Israel
Lain-lain
  • IdRef

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Operasi Koteka
  2. Galeri
  3. Referensi

Artikel Terkait

Operasi Koteka

Operasi Koteka adalah sebuah operasi yang dilancarkan oleh pemerintahan Orde Baru di Indonesia pada tahun 1971-1972 dengan tujuan untuk menghapuskan penggunaan

Papua Pegunungan

provinsi di Pulau Papua, Indonesia

Papua Tengah

provinsi di Pulau Papua, Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026