Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kakawin Nirarthaprakreta

Kakawin Nirarthaprakrĕta merupakan salah satu kakawin yang memuat ajaran filsafat Hindu berbahasa Jawa Kuno. Poerbatjaraka menyebutkan bahwa kitab ini memuat pelajaran ilmu kesempurnaan atau mistik. Informasi penulisan kakawin ini terdapat di bagian kolofon, yaitu dikerjakan pada tahun 1381 Śaka di suatu daerah bernama Kancana.

manuskrip lontara
Diperbarui 6 Juni 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kakawin Nirarthaprakrĕta (aksara Jawa: ꦤꦶꦫꦫ꧀ꦡꦥꦿꦏꦽꦠ) merupakan salah satu kakawin yang memuat ajaran filsafat Hindu berbahasa Jawa Kuno. Poerbatjaraka[1] menyebutkan bahwa kitab ini memuat pelajaran ilmu kesempurnaan atau mistik. Informasi penulisan kakawin ini terdapat di bagian kolofon, yaitu dikerjakan pada tahun 1381 Śaka (1459 Masehi) di suatu daerah bernama Kancana (di Selatan Surabaya).

Riwayat

Pada mulanya naskah ini sempat diduga sebagai Kuñjarakarna dan ditemukan bersama dengan Kakawin Negarakrĕtagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca. Setelah diteliti lebih lanjut, ternyata naskah tersebut bukanlah Kuñjakarna, melainkan sumber tunggal Nirarthaprakrĕta.

Naskah ini dipelajari dan diterjemahkan ke Bahasa Belanda oleh Poeratjaraka, serta dimuat dalam jurnal Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde 107 (1951) no 2/3, Leiden halaman 201-225.

Penulis

Pengarang kakawin ini tidak dapat diketahui secara pasti, walaupun dalam kolofon disebutkan "Tan Wring Deya" yang diduga merupakan pseudonim dari penulisnya, seperti Mpu Tantular dan Mpu Tanakung.

Isi

Berikut ini adalah contoh isi dari Nirartaprakrĕta.

Pupuh 1, Bait 1

Jawa Kuno: santawya ṅwaṅi jöṅ bhaṭāra paramārthātyanta riṅ niskala / saṅ tan sah sinamādhi muṅgwi tĕṅahiṅ hṛt-tikta śunyālaya / sūryopāma sirān prakāśa mĕnuhi sarwātma dīptojjwala / byaktāwās kahiḍĕp swa-dīpa sumĕnö lumre ṅ manah niścala

Indonesia: Kumohon ampun di bawah paduka Bhatara Paramartha yang niskala—tak berwujud, yang senantiasa menjadi tujuan samadi dan bersemayam di tengah-tengah alam kesunyian abadi. Bhatara laksana surya yang dengan perkasa memenuhi jiwa segala makhluk dengan cahaya yang gemilang, terang dan nyata-Nya bercahaya dengan sendirinya, menyinari hati yang tak goyah dengan sepenuh-penuhnya.

Kolofon

Jawa Kuno: iti nirarthaprakṛta samāpta tĕlas rinacana deniṅ pūpuṭut tan wriṅ deya 1381 (Śaka), uṅ aṅ saraswatyai namah. Siddhirastu sampūrṇa pwa yeṅ kañcana. Durgā Dewi tan len ika sthananya riṅ padmāmbara.

Indonesia: Demikianlah Nirarthaprakrĕta, ditulis oleh seorang calon pendeta Tan-wring-deya pada tahun 1381 Śaka. Ung, ang, sembah hamba kepada Dewi Saraswatî yang sempurna. Selesai ditulis di Kancana. Dewi Durga tidak lain bersemayam di mahligai teratai di surga.

Catatan Kaki

  1. ↑ Kepustakaan Djawa

Referensi

  1. Poerbatjaraka, R. 1952. Kepustakaan Djawa. Jakarta: Djambatan.
  2. Poerbatjaraka, R. 1951. Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenunde 107. Amsterdam: Leiden.
  • l
  • b
  • s
Kakawin
  • Sastra Jawa Kuno
  • Sastra Jawa-Bali
Kitab
  • Arjunawijaya
  • Arjunawiwaha
  • Banawa Sekar
  • Bharatayuddha
  • Bhomantaka
  • Hariwangsa
  • Kresnayana
  • Kunjarakarna
  • Nagarakretagama
  • Nirarthaprakerta
  • Nitisastra
  • Parthayadnya
  • Ramayana
  • Siwaratrikalpa
  • Smaradahana
  • Sumanastaka
  • Sutasoma
  • Wrettasancaya
Penulis
  • Dharmaja
  • Dusun
  • Kanwa
  • Monaguna
  • Panuluh
  • Prapanca
  • Sedah
  • Tanakung
  • Tantular
  • Triguna
  • Artikel terkait: Bahasa Jawa Kuno
  • Lontar

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Riwayat
  2. Penulis
  3. Isi
  4. Catatan Kaki
  5. Referensi

Artikel Terkait

Aksara Lontara

aksara tradisional yang digunakan untuk bahasa Bugis, Makassar, dan Mandar di Sulawesi di Indonesia

Colliq Pujié

bangsawan Bugis Melayu yang menjadi pengarang, penulis, penyunting naskah Lontara Bugis kuno, penyalin naskah dan sekretaris istana Kerajaan Tanete (sekarang

Meong Palo Karellae

dalam sejumlah manuskrip lontara di Sulawesi Selatan, termasuk naskah dari Kabupaten Soppeng yang ditulis menggunakan aksara Lontara dan bahasa Bugis

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026