Dalam analisis numerik, kaidah Simpson atau aturan Simpson adalah salah satu metode untuk mencari hampiran numerik dari integral tentu. Metode ini berasal dari matematikawan Thomas Simpson, yang berasal dari Leicestershire, Inggris. Kaidah ini dinamai dengan kaidah tong dalam bahasa Jerman dan beberapa bahasa lainnya, lantaran Johannes Kepler berhasil menurunkan rumus ini pada tahun 1615 setelah melihat rumus ini digunakan pada tong anggur. Kaidah Simpson merupakan dua kasus spesial dari rumus Newton-Cotes tertutup.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel atau sebagian dari artikel ini mungkin diterjemahkan dari Simpson's rule di en.wikipedia.org. Isinya masih belum akurat, karena bagian yang diterjemahkan masih perlu diperhalus dan disempurnakan. Jika Anda menguasai bahasa aslinya, harap pertimbangkan untuk menelusuri referensinya dan menyempurnakan terjemahan ini. Anda juga dapat ikut bergotong royong pada ProyekWiki Perbaikan Terjemahan. (Pesan ini dapat dihapus jika terjemahan dirasa sudah cukup tepat. Lihat pula: panduan penerjemahan artikel) |


Dalam analisis numerik, kaidah Simpson atau aturan Simpson adalah salah satu metode untuk mencari hampiran numerik dari integral tentu. Metode ini berasal dari matematikawan Thomas Simpson (1710 – 1761), yang berasal dari Leicestershire, Inggris. Kaidah ini dinamai dengan kaidah tong dalam bahasa Jerman dan beberapa bahasa lainnya, lantaran Johannes Kepler berhasil menurunkan rumus ini pada tahun 1615 setelah melihat rumus ini digunakan pada tong anggur.[butuh rujukan] Kaidah Simpson merupakan dua kasus spesial dari rumus Newton-Cotes tertutup.
Salah satu penerapan kaidah Simpson adalah dalam arsitektur perkapalan untuk menghitung kapasitas kapal atau sekoci.[1]
Jika didefinisikan variabel yang disebut panjang langkah[butuh rujukan], maka kaidah Simpson 1/3 dapat dinyatakan sebagai
Nilai hampiran di atas akan berubah menjadi eksak apabila fungsi merupakan polinomial yang berderajat 3 atau kurang.
Kaidah Simpson didasarkan pada interpolasi kuadratik yang dikonstruksikan dari titik . Dengan menggunakan interpolasi polinomial Lagrange, maka diperoleh
Dengan menggunakan teknik integral substitusi, maka dapat dengan mudah ditunjukkan bahwa
Apabila hasil di atas dituliskan dalam variabel , maka didapatkan
Keberadaan faktor pada rumus di atas mengakibatkan rumus tersebut disebut sebagai kaidah Simpson 1/3
Dengan menebak bahwa
maka nilai koefisien di atas dapat diperoleh dengan mensyaratkan nilai hampiran di ruas kanan menjadi nilai eksak apabila fungsi merupakan fungsi kuadrat. Oleh karena nilai , maka sistem persamaan yang dihasilkan memiliki penyelesaian yang tunggal, yaitu
Pembuktian ini pada dasarnya adalah versi tak formal dari pembuktian interpolasi Lagrange, lantaran bentuk umum hampirannya ditebak di awal pembuktian.

Galat dari hampiran integral menggunakan kaidah Simpson adalah
dengan .[2]
Perhatikan bahwa galat kaidah Simpson 1/3 sebanding dengan . Akan tetapi, penurunan rumus kaidah Simpson menunjukkan bahwa galat kaidah Simpson 1/3 sebenarnya sebanding terhadap . Orde tambahan ini diperoleh karena kaidah Simpson menggunakan titik-titik berjarak sama pada domain integrasi .
Oleh karena galatnya sebanding dengan turunan keempat dari fungsi pada titik , maka kaidah Simpson 1/3 akan memberikan hasil eksak apabila fungsi merupakan polinomial berderajat tiga atau kurang, sebab turunan keempat dari fungsi adalah nol pada setiap titik.
Jika domain integrasi cukup "kecil" (dalam artian, fungsi yang akan diintegralkan relatif mulus pada interval ), maka kaidah Simpson dengan subinterval akan memberikan hampiran yang cukup dekat dengan nilai eksak integralnya. Untuk fungsi yang seperti itu, interpolasi kuadratik seperti yang digunakan dalam aturan Simpson akan memberikan hasil yang baik.
Akan tetapi, terkadang ditemukan kasus dimana fungsi yang akan diintegralkan tidaklah mulus pada interval yang diberikan. Biasanya, ini artinya fungsinya sangat berosilasi atau tidak memiliki turunan pada beberapa titik. Pada kasus-kasus tersebut, kaidah Simpson akan memberikan hasil yang buruk. Salah satu cara untuk menangani masalah ini adalah mempartisi interval menjadi subinterval yang sama panjangnya, lalu terapkan kaidah Simpson pada setiap subinterval. Nilai hampiran integralnya diperoleh dengan menjumlahkan hasil hampiran kaidah Simpson pada setiap subinterval. Pendekatan ini disebut sebagai kaidah Simpson 1/3 komposit, atau kaidah Simpson komposit saja.[butuh rujukan]
Misalkan interval dipartisi menjadi subinterval dengan panjang yang sama. Apabila variabel menyatakan panjang dari partisi , maka didapatkan . Andaikan titik partisinya ialah , maka diperoleh persamaan . Sehingga,
Jika dipilih , maka kaidah Simpson komposit akan menjadi kaidah Simpson 1/3 biasa.
Dalam penerapan nya, sering kali lebih menguntungkan apabila digunakan panjang interval yang berbeda, dan fokus pada lokasi dimana fungsinya kurang "berperilaku baik". Metode ini akan mengarah ke Metode Simpson adaptif.
| Contoh implementasi menggunakan Python |
import math
import numpy as np
def f(x) :
return math.cos(x) #mencari integral fungsi y = cos(x)
def aturan_simpson(a, b, n):
if n % 2 != 0 :
print("nilai n haruslah genap")
else :
h = (b - a) / n
x = np.linspace(a, b, n+1)
y = []
for i in range(0, n+1) :
y.append(f(a + i*h))
return h/3 * (y[0] + 4*np.sum(y[1:-1:2]) + 2*np.sum(y[2:-1:2]) + y[-1])
|
Nilai galat yang dihasilkan dari kaidah Simpson komposit ialah
dimana dan adalah "panjang langkah".[3][4] Ukuran galatnya diperoleh dari
Kaidah Simpson 3/8, disebut juga Kaidah kedua Simpson, adalah metode lain untuk melakukan pengintegralan numerik yang diajukan oleh Thomas Simpson. Metode ini didasari oleh interpolasi kubik yang dikonstruksikan dari titik . Secara matematis, kaidah Simpson 3/8 dapat dinyatakan sebagai berikut: dengan sebagai panjang langkah. Keberadaan faktor pada rumus di atas mengakibatkan rumus tersebut disebut sebagai kaidah Simpson 3/8
Galat yang dihasilkan melalui kaidah Simpson 3/8 ialah dimana . Sehingga, kaidah Simpson 3/8 dua kali lebih akurat daripada kaidah Simpson 1/3, tetapi metode ini memerlukan perhitungan nilai fungsi pada titik yang lebih banyak.
Apabila interval dipartisi menjadi subinterval dengan panjang yang sama. Apabila variabel menyatakan panjang dari partisi , maka didapatkan . Andaikan titik partisinya ialah , maka diperoleh persamaan . Sehingga,
Jika dipilih , maka kaidah Simpson 3/8 komposit akan menjadi kaidah Simpson 3/8 biasa.