Kacang merah dan nasi adalah hidangan khas masakan Kreol Louisiana yang secara tradisional dimasak pada hari Senin dengan menggunakan kacang merah kecil, sayuran seperti paprika, bawang, dan seledri, bumbu seperti thyme, cabai cayenne, dan daun salam, serta tulang babi sisa dari makan malam hari Minggu. Semua bahan tersebut dimasak perlahan dalam satu panci dan disajikan bersama nasi. Daging seperti ham, sosis, dan ham asap tasso juga sering digunakan dalam hidangan ini.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Kacang merah dan nasi adalah hidangan khas masakan Kreol Louisiana (bukan berasal dari masakan Cajun) yang secara tradisional dimasak pada hari Senin dengan menggunakan kacang merah kecil, sayuran seperti paprika, bawang, dan seledri, bumbu seperti thyme, cabai cayenne, dan daun salam, serta tulang babi sisa dari makan malam hari Minggu. Semua bahan tersebut dimasak perlahan dalam satu panci dan disajikan bersama nasi.[1] Daging seperti ham, sosis (terutama andouille), dan ham asap tasso juga sering digunakan dalam hidangan ini.
Hidangan ini memiliki latar kebiasaan tradisional, di mana ham biasanya disajikan sebagai hidangan hari Minggu, sedangkan hari Senin adalah hari mencuci pakaian. Dengan demikian, panci berisi kacang dapat dibiarkan di atas kompor untuk dimasak perlahan sementara para wanita sibuk mencuci.[2] Hidangan ini merupakan variasi dari olahan nasi dan kacang, dan kini umum dijumpai di wilayah tenggara Amerika Serikat.
Hidangan serupa juga dimasak di seluruh Amerika Tengah, sebagian Amerika Selatan, dan kawasan Karibia, serta menjadi makanan pokok di banyak daerah tersebut. Contohnya antara lain gallo pinto, moros y cristianos, feijoada, casamiento, dan arroz con habichuelas. Hidangan vegetarian yang serupa, rajma chawal (yang secara harfiah berarti nasi dan kacang merah), juga populer di India bagian utara.[3]
Ketika Revolusi Haiti berakhir dan Kekaisaran Haiti Pertama berdiri pada tahun 1804, ribuan pengungsi dari revolusi tersebut—baik orang kulit putih maupun orang kulit berwarna bebas (affranchis atau gens de couleur libres)—melarikan diri ke New Orleans, sering kali membawa budak Afrika bersama mereka, sehingga populasi kota tersebut meningkat dua kali lipat.[4] Mereka juga memperkenalkan berbagai hidangan khas Haiti seperti kacang merah dan nasi serta chayote (atau disebut mirliton, yaitu sayuran berbentuk seperti buah pir) ke dalam masakan Kreol Louisiana.
Kacang merah dan nasi merupakan salah satu dari sedikit hidangan bergaya New Orleans yang umum disajikan baik di rumah maupun di restoran. Banyak restoran dan bahkan sekolah masih terus menyajikannya sebagai menu makan siang atau makan malam khusus pada hari Senin, biasanya ditemani dengan roti jagung dan sosis asap atau daging babi panggang. Meskipun tradisi hari mencuci pada hari Senin kini sudah menjadi bagian dari sejarah, kacang merah dan nasi tetap menjadi hidangan pokok untuk acara besar seperti pesta Super Bowl dan Mardi Gras. Musisi asal New Orleans, Louis Armstrong, memiliki hidangan favorit berupa kacang merah dan nasi, dan ia sering menutup suratnya dengan tanda tangan “Red Beans and Ricely Yours, Louis Armstrong”.[5]