Kabedon atau Kabe-Don merujuk kepada tindakan menampar keras sebuah tembok, yang menghasilkan bunyi keras. Istilah ini berasal dari kata 壁 kabe yang berarti "tembok", dan ドン don yang merupakan onomatope Jepang untuk suara banting, mirip "buk/buak" dalam bahasa Indonesia. Istilah tersebut mengartikan tindakan menampar tembok sebagai bentuk protes yang terjadi di pemukiman umum seperti kondominium saat kamar sebelah membuat kebisingan. Pengartian lain sering muncul dalam manga shōjo atau anime saat seorang pria memaksa seorang wanita berdiri membelakangi tembok dengan satu tangan atau lengan memukul tembok dan membuat suara "don".
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Kabedon atau Kabe-Don (Jepang: 壁ドンcode: ja is deprecated ) merujuk kepada tindakan menampar keras sebuah tembok, yang menghasilkan bunyi keras. Istilah ini berasal dari kata 壁 kabe yang berarti "tembok", dan ドン don yang merupakan onomatope Jepang untuk suara banting, mirip "buk/buak" dalam bahasa Indonesia. Istilah tersebut mengartikan tindakan menampar tembok sebagai bentuk protes yang terjadi di pemukiman umum seperti kondominium saat kamar sebelah membuat kebisingan.[1] Pengartian lain sering muncul dalam manga shōjo atau anime saat seorang pria memaksa seorang wanita berdiri membelakangi tembok dengan satu tangan atau lengan memukul tembok dan membuat suara "don".[2][3]