KM Dharma Ferry VII adalah kapal feri yang dioperasikan oleh PT Dharma Lautan Utama untuk rute Surabaya - Balikpapan, kapal ini merupakan kapal feri terbesar milik PT DLU bersamaan dengan kapal kembarannya KM Dharma Kencana VII.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Mei 2025) |
| Sejarah | |
|---|---|
| Nama | KM Dharma Ferry VII |
| Pemilik | Blue Highway Line (1993-2000) Blue Highway Line West Japan (2000-2007) Diamond Ferry (2007-2011) Ferry Sunflower (2011-2018) Dharma Lautan Utama (2018) |
| Operator |
Blue Highway Line (1993-2000) Blue Highway Line West Japan (2000-2007) Diamond Ferry (2007-2011) Ferry Sunflower (2011-2018) Dharma Lautan Utama (2018) |
| Pembangun | Mitsubishi Heavy Industries, Shimonoseki, Jepang |
| Pasang lunas | Juni 1992 |
| Diluncurkan | November 1992 |
| Selesai | Maret 1993 |
| Diperoleh | September 2018 |
| Mulai berlayar | April 2019 (Indonesia) |
| Ganti nama |
Sunflower Satsuma (1993-2018) Dharma Ferry VII (2018) |
| Pelabuhan daftar | Tanjung Perak |
| Identifikasi | Nomor IMO: 9035113 |
| Status | Aktif |
| Ciri-ciri umum | |
| Jenis | feri |
| Tonase | 12.418 ton |
| Berat benaman | 5.814 ton |
| Panjang | 186.00 m |
| Lebar | 25.50 m |
| Kecepatan | 15 knot |
| Kapasitas |
2.000 penumpang 130 kendaraan besar, 200 sepeda motor |
KM Dharma Ferry VII adalah kapal feri yang dioperasikan oleh PT Dharma Lautan Utama untuk rute Surabaya - Balikpapan, kapal ini merupakan kapal feri terbesar milik PT DLU bersamaan dengan kapal kembarannya KM Dharma Kencana VII.[1][2]
Kapal ini dibangun di Mitsubishi Heavy Industries sebagai pengganti dari kapal sebelumnya milik Blue Highway Line dan mulai beroperasi pada rute Osaka-Shibushi pada tanggal 24 Maret 1993. Pada tahun 2000, perusahaan Blue Highway Line dibagi dan kapal tersebut menjadi milik Blue Highway Line West Japan Co., Ltd., dan pada tahun 2007, menyusul penggabungan Diamond Ferry Co., Ltd. dan Blue Highway Line West Japan Co., Ltd., perusahaan tersebut menjadi milik Diamond Ferry Co., Ltd. Karena penggabungan Kansai Kisen dan Diamond Ferry menjadi Ferry Sunflower, jalur ini akan dioperasikan oleh Ferry Sunflower mulai 1 November 2009. Pada bulan April 2018, kapal ini berganti nama menjadi Sunflower Satsuma 1 setelah Sunflower Satsuma generasi ketiga mulai beroperasi, kapal ini beroperasi sementara antara Kobe dan Beppu hingga tanggal 26 Agustus sebagai pengganti Sunflower Pearl yang dihentikan sementara.[3][4]
Pada bulan September 2018, kapal tersebut dipensiunkan dan dijual, PT Dharma Lautan Utama kemudian membeli kapal tersebut dengan nama Dharma Ferry VII berbendera Mongolia yang kemudian berganti menjadi berbendera Indonesia. Kapal dijadwalkan beroperasi perdana pada bulan April 2019 untuk rute Surabaya - Balikpapan.[1][5]