Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Jules Emile Antoine von Wolzogen Kühr

Jules Emile Antoine Kühr, belakangan von Wolzogen Kühr adalah pejabat Hindia Belanda. Antara tahun 1928-1935, ia menjabat sebagai wali kota Bandung di Hindia Belanda. Dalam periode tersebut, ia menjadi kurator residen sementara di Technische Hogeschool Bandoeng.

Wikipedia article
Diperbarui 7 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Jules Emile Antoine von Wolzogen Kühr
Ilustrasi Ir. JEA. von Wolzogen Kühr

Jules Emile Antoine Kühr, belakangan von Wolzogen Kühr (9 Juni 1880 – 18 Oktober 1955) adalah pejabat Hindia Belanda (kini Indonesia). Antara tahun 1928-1935, ia menjabat sebagai wali kota Bandung di Hindia Belanda. Dalam periode tersebut, ia menjadi kurator residen sementara di Technische Hogeschool Bandoeng (kini Institut Teknologi Bandung).

Kehidupan awal

Kühr lahir di Batavia (kini Jakarta), sebagai putera dari Carl Adolf Hugo Kühr dan Wilhelmina Petronella Wijnmalen. Ia tumbuh dalam keluarga teosofi yang sejahtera dengan seorang saudari dan 3 orang saudara laki-laki. Salah satu saudara laki-lakinya meninggal saat bayi.[1] Adiknya bernama Suzanna von Wolzogen Kühr, yang terkenal sebagai sastrawati dan sejarawan, yang mengkhususkan diri dalam sejarah wanita.

Kedua orang tuanya lahir di Hindia Belanda dan berasal dari keluarga pejabat. Mulai tahun 1902, nama marga salah satu leluhur wanitanya digabungkan ke nama marga dirinya, sehingga marganya menjadi von Wolzogen Kühr.[1] Keluarga tersebut menggemari musik dan suka banyak membaca. Sang ayah adalah seorang Freemason dan ibunya aktif dalam Perhimpunan Teosofi, dan secara berkala menulis artikel di Theosofisch Maandblad van Nederlandsch-Indië.

Pindah ke Belanda

Pada tahun 1904, keluarga tersebut pindah ke Belanda dan bertempat tinggal di Rijswijk. Mereka tinggal bersama sang nenek, yang sudah pindah ke Belanda setahun sebelumnya. Salah satu saudarinya tetap di Nederlands-Indië, karena terikat pekerjaan sebagai guru. JEA. von Wolzogen Kühr meraih gelar insinyur teknik sipil dari Technische Hogeschool Delft pada tahun 1909.[2]

Karier

Setelah lulus, ia bekerja sebagai insinyur di Staatsspoorwegen dan antara tahun 1912-1927 menjadi ketua eksploitasi untuk jalur barat Staatsspoorwegen di Nederlands-Indie.

Pada tahun 1928, ia menjadi wali kota Bandung, kota yang sejak 4 tahun sebelumnya menjadi kantor pusat Staatsspoorwegen. Ia tetap menjadi wali kota hingga bulan April 1935. Setelah itu, ia kembali ke Nederland untuk bekerja di Bataafsche Petroleum Maatschappij di Den Haag.[2]

Ir. JEA. von Wolzogen Kühr meninggal di Naarden dalam usia 75 tahun.

Rujukan

  1. 1 2 Els Kloek (2014-11-11). "Kühr, Suzanna Ignatia von Wolzogen (1883-1953)". Digitaal Vrouwenlexicon van Nederland. Huygens Instituut. Diarsipkan dari asli tanggal 2025-01-26. Diakses tanggal 2025-03-10.
  2. 1 2 Michiel Wijers (2018-01). "Kwartierstaat Von Wolzogen Kühr". Diakses tanggal 2025-05-10.
  • l
  • b
  • s
Wali Kota Bandung
Era Hindia Belanda
  • E.A. Maurenbrecher (1906–1907)
  • R.E. Krijboom (1907–1908)
  • J.A. van Der Ent (1909–1910)
  • J.J. Verwijk (1910–1912)
  • C.C.B. van Vlenier (1912–1913)
  • B. van Bijveld (1913–1920)
  • Bertus Coops (1920–1921), (1928–1934)
  • S.A. Reitsma (1921–1928)
  • Ir. J.E.A. von Wolzogen Kühr (1929–1935)
  • Mr. J.M. Wesselink (1936–1941)
Lambang Kota Bandung
Era Jepang
  • R. Ating Atmadinata (1941–1945)
Era Kemerdekaan
  • R. Sjamsuridjal (1945–1947)
  • Ir. Oekar Bratakoesoemah (1947–1949 )
  • R. Enoch (1949–1957)
  • R. Priatna Kusumah (1957–1966)
  • R. Didi Djukardi (1966–1968)
  • R. Hidayat Sukarmadidjaja (1968–1970)
  • Otje Djundjunan (1971–1976)
  • H.Utju Djoenaedi (1976–1978)
  • R. Husen Wangsaatmadja (1978–1983)
  • H. Ateng Wahyudi (1983–1988–1993)
  • H. Wahyu Hamidjaja (1993–1998)
  • H. Aa Tarmana (1998–2003)
  • H. Dada Rosada (2003–2013)
  • M. Ridwan Kamil (2013–2018)
  • Oded M. Danial (2018–2021)
  • Yana Mulyana (2021–2023)
  • Muhammad Farhan (2025–sekarang)

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kehidupan awal
  2. Pindah ke Belanda
  3. Karier
  4. Rujukan

Artikel Terkait

Bertus Coops

politisi Belanda

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026