Jose Francisco Oliveros adalah seorang prelatus Katolik Roma Filipina, yang menjabat sebagai Uskup keempat dari Keuskupan Malolos.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Jose Francisco Oliveros | |
|---|---|
| Uskup Malolos | |
Oliveros pada 2014 | |
| Takhta | Malolos |
| Penunjukan | 14 Mei 2004 |
Awal masa jabatan | 5 Agustus 2004 |
Masa jabatan berakhir | 11 Mei 2018 |
| Pendahulu | Rolando Tria Tirona |
| Penerus | Dennis Villarojo |
| Jabatan lain |
|
| Imamat | |
Tahbisan imam | 28 November 1970 oleh Paus Paulus VI |
Tahbisan uskup | 20 Maret 2000 oleh Antonio Franco |
| Informasi pribadi | |
| Nama lahir | Jose Francisco Oliveros |
| Lahir | (1946-09-11)11 September 1946 Quezon, Quezon, Filipina |
| Meninggal | 11 Mei 2018(2018-05-11) (umur 71) Malolos, Bulacan, Filipina |
| Makam | Katedral Malolos |
| Denominasi | Katolik Roma |
| Almamater | Seminari Pusat Universitas Santo Tomas |
| Semboyan | Confido in Misericordia Dei (Aku percaya akan kasih Allah) |
| Lambang | |
Jose Francisco Oliveros (11 September 1946 – 11 Mei 2018) adalah seorang prelatus Katolik Roma Filipina, yang menjabat sebagai Uskup keempat dari Keuskupan Malolos.
Sebelum pindah ke Malolos, ia menjadi profesor dan imam-pembina di Sekolah Teologi Santo Alfonsus, Kota Lucena dari 1972-1973, kemudian menjadi wakil rektor pada 1982-1983 dan rektor pada 1983-1992.
Ia kemudian menjadi uskup Boac, Marinduque pada 2000-2004.
Oliveros lahir pada 11 September 1946. Orangtuanya adalah Vicente Oliveros dan Angelina Francisco, dari Quezon di provinsi bernama sama. Ia belajar di Seminari Minor Bunda dari Gunung Karmel, Sariaya dan Seminari Pusat Universitas Santo Tomas di Manila. Ia merampungkan gelar magisternya dalam bidang psikologi dari Universitas Ateneo de Manila, dan gelar doktor dalam teologi suci dari Universitas Kepausan Santo Thomas Aquinas di Roma, Italia.
Ia ditahbiskan menjadi imam pada 28 November 1970 di Luneta (Taman Rizal), Manila oleh Paus Paulus VI.[1] Ia ditugaskan sebagai imam di Keuskupan Gumaca, Quezon, pada 1984.[2]
Oliveros juga menjadi pembina seminari. Ia mula-mula menjabat sebagai profesor dan direktur spiritual di Seminari Bunda dari Gunung Karmel, Sariaya, Quezon pada 1971-1972.[1] Ia kemudian mengajar di Sekolah Teologi Santo Alfonsus, Kota Lucena pada 1972-1973.[1] Setelah penugasannya di Amerika Serikat dan Jerman, ia menjadi wakil rektor Sekolah Teologi Santo Alfonsus pada 1982-1983, kemudian diangkat menjadi rektor pada 1983-1992.[1]
Paus Yohanes Paulus II mengangkatnya pada 2 Februari 2000 menjadi Uskup Keuskupan Boac. Ia ditahbiskan menjadi uskup pada 20 Maret 2000, di Katedral San Diego de Alcala, Gumaca, Quezon oleh Uskup Agung Antonio Franco, mantan Nunsius Apostolik untuk Filipina[3] didampingi oleh Uskup Agung Gaudencio Borbon Rosales, Uskup Agung Lipa saat itu dan Uskup Emilio Zurbano Marquez, Uskup Gumaca saat itu. Semboyan episkopalnya "Confido in Misericordia Dei (Aku percaya akan kasih Allah)," yang diambil dari Mazmur 52.[4]
Pada 15 Agustus 2003, Oliveros diangkat menjadi administrator apostolik Keuskupan Malolos, sesambil masih menjabat sebagai Uskup Boac.[1] Pada 14 Mei 2004, ia diangkat menjadi Uskup Malolos. Ia ditugaskan pada 5 Agustus 2004, di Basilika-Katedral Perawan Tak Bernoda (Katedral Malolos), Malolos.[1]
Ia meninggal pada 11 Mei 2018, setelah sakit dalam jangka penjang, terutama kanker prostat, dalam usia 71 tahun. Ia menjadi uskup Malolos pertama yang meninggal saat menjabat. Salah satu kegiatan terakhirnya adalah penahbisan episkopal Bartolome G. Santos, yang, pada waktu itu, diangkat menjadi Uskup Iba ke-5, yang ia lakukan bersama dengan Uskup Agung San Fernando, Pampanga Florentino Lavarias dan Kardinal Uskup Agung Manila Luis Antonio Kardinal Tagle di Katedral Malolos pada 30 April 2018, dan dua misa terakhirnya di paroki San Miguel Arcangel di kota Marilao dan San Miguel diadakan pada 8 Mei, 3 hari sebelum kematiannya. Ia dimakamkan di Katedral Malolos.[5] Setelah kematian Oliveros, Paus Fransiskus mengangkat Honesto Ongtioco, uskup kedua Balanga, Bataan dari 8 April 1998 sampai 28 Agustus 2003 dan uskup Cubao sejak 28 Agustus 2003, menjadi administrator apostolik sede vacante keuskupan tersebut dari 11 Mei 2018 sampai pengangkatan Dennis Villarojo sebagai uskup kelima pada 21 Agustus 2019.
| Jabatan Gereja Katolik | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Rafael Montiano Lim |
Uskup Boac 20 Maret 2000 – 5 Agustus 2004 |
Diteruskan oleh: Reynaldo G. Evangelista |
| Didahului oleh: Rolando T. Tirona |
Uskup Malolos 5 Agustus 2004 – 11 Mei 2018 |
Diteruskan oleh: Dennis C. Villarojo |