Antonio Franco adalah seorang prelatus Katolik Roma Italia dan diplomat Vatikan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Antonio Franco | |
|---|---|
| Nunsius Apostolik emeritus untuk Israel dan Siprus Delegasi Apostolik emeritus untuk Yerusalem dan Palestina Uskup Agung Tituler Gallesium | |
| Gereja | Gereja Katolik |
| Penunjukan | 21 Januari 2006 |
| Pensiun | 18 Agustus 2012 |
| Pendahulu | Pietro Sambi |
| Penerus | Giuseppe Lazzarotto |
| Jabatan lain | |
| Imamat | |
Tahbisan imam | 10 Juli 1960 |
Tahbisan uskup | 26 April 1992 oleh Paus Yohanes Paulus II, Franciszek Macharski dan Angelo Sodano |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 24 Maret 1937 Puglianello, Benevento, Italia |
| Kewarganegaraan | Italia |
Jabatan sebelumnya |
|
Antonio Franco (lahir 24 Maret 1937 di Puglianello, Italia) adalah seorang prelatus Katolik Roma Italia dan diplomat Vatikan.
Ia lahir di Puglianello, Italia, pada 24 Maret 1937. Ia ditahbiskan menjadi imam Telese o Cerreto Sannita pada 10 Juli 1960.
Untuk mempersiapkan karir diplomatik, ia masuk Akademi Gerejawi Kepausan pada 1968.[1]
Ia memegang berbagai jabatan dalam misi diplomatik Takhta Suci di Iran, Prancis, Misi Permanen Takhta Suci untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York dan Seksi untuk Hubungan dengan Negara-negara Sekretariat Negara.[2][3]
Ia diangkat menjadi uskup agung tituler Gallesium dan Nunsius Apostolik untuk Ukraina pada 28 Maret 1992.[4] Ia menerima penahbisan episkopal dari Paus Yohanes Paulus II pada 26 April.[5] Dari 1993 sampai 1997, saat menjadi Nunsius untuk Ukraina, ia juga menjabat disana sebagai kepala kepala Administrasi Apostolik baru Zakarpattia dari Latini (kemudian Keuskupan Mukacheve).
Pada 6 April 1999, ia diangkat menjadi Nunsius Apostolik untuk Filipina.[6]
Pada 21 Januari 2006, Paus Benediktus XVI mengangkatnya menjadi Nunsius Apostolik untuk Israel dan Siprus serta Delegasi Apostolik untuk Yerusalem dan Palestina.[7] Pada April 2007, Franco mengancam untuk memboikot acara peringatan Holokaus di Yad Vashem dengan alasan museum tersebut menyebut perilaku Paus Pius XII terhadap Yahudi pada Perang Dunia II. Franco akhirnya mengalah dan berkata bahwa ia hanya ingin menarik perhatian terhadap pertanyaan tersebut dan menyebut sengketa tersebut "hanyalah diplomasi".[8] Plakat museum tersebut yang menyebut kegiatan Paus Pius kemudian dimodifikasi.[9] Franco juga membantu mengurusi kunjungan Paus Benediktus ke Tanah Suci pada Mei 2008, dan ia memajukan diskusi antar komunitas agama dan Takhta Suci dan pemerintah kawasan tersebut.[9]
Franco pensiun dari penugasan diplomatik pada Agustus 2012 namun masih bertugas untuk menangani negosiasi antar Takhta Suci dan Israel terkait masalah fiskal, pajak dan lahan Gereja di Israel.[9]
Pada 22 Februari 2013, ia menggantikan Uskup Agung Giuseppe De Andrea sebagai Assessor Ordo Makam Kudus.[10]
Pada akhir 2017, ia terus menjabat sebagai anggota delegasi Takhta Suci untuk Komisi Kerja Permanen Bilateral antara Takhta Suci dan Negara Israel.[11]
| Jabatan diplomatik | ||
|---|---|---|
| Jabatan baru | Nunsius Apostolik untuk Ukraina 1992 - 1999 |
Diteruskan oleh: Nikola Eterović |
| Didahului oleh: Pietro Sambi |
Nunsius Apostolik untuk Israel 2006 – 2012 |
Diteruskan oleh: Giuseppe Lazzarotto |
| Didahului oleh: Gian Vincenzo Moreni |
Nunsius Apostolik untuk Filipina 25 Februari 2006 – 9 Juni 2007 |
Diteruskan oleh: Fernando Filoni |
| Jabatan Gereja Katolik | ||
| Didahului oleh: Giuseppe De Andrea |
Assessor Ordo Makam Kudus 2013–kini |
Petahana |