Jiucai hezi (韭菜盒子), dikenal juga sebagai chive box atau chive pocket, merupakan jenis pai gurih tradisional yang berasal dari provinsi Shandong, Tiongkok.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (November 2025) |
| Jiucai hezi | |
|---|---|
Pan-fried jiucai hezi at a restaurant in Chongwenmen | |
| Tempat asal | China |
| Daerah | Shandong |
| Bahan utama | Garlic chives, egg, cellophane noodles, wheat flour |
| Jiucai hezi | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Hanzi tradisional: | 韭菜盒子code: zh is deprecated | ||||||
| Hanzi sederhana: | 韭菜合子code: zh is deprecated | ||||||
| Makna harfiah: | chive box | ||||||
| |||||||
Jiucai hezi (韭菜盒子), dikenal juga sebagai chive box atau chive pocket, merupakan jenis pai gurih tradisional yang berasal dari provinsi Shandong, Tiongkok.[1]
Hidangan ini dibuat dari campuran daun bawang kucai dan telur yang dibungkus dengan adonan tepung tipis, kemudian dimasak dengan cara dipanggang di wajan (pan-fried) atau dipanggang dalam oven. Jiucai hezi biasanya disajikan sebagai makanan perayaan, terutama saat Tahun Baru Imlek.
Adonan jiucai hezi dibuat dari campuran sederhana tepung terigu dan air, yang kemudian diolah menjadi kulit tipis dan lentur. Dalam tradisi kuliner Tiongkok, terdapat dua varian dasar adonan untuk hidangan ini. Varian pertama menggunakan ragi atau bahan pengembang alami, menghasilkan tekstur kulit yang lebih lembut, sedikit mengembang, dan kenyal setelah dimasak. Sementara varian kedua tidak menggunakan ragi, menciptakan kulit yang lebih padat dan renyah ketika digoreng atau dipanggang.
Bagian isi atau stuffing jiucai hezi mencerminkan keseimbangan rasa gurih dan aroma segar khas masakan rumah Tiongkok utara. Bahan utamanya adalah daun bawang kucai yang dicincang halus dan dicampur dengan telur orak-arik lembut. Campuran ini sering diperkaya dengan tambahan udang kecil yang sudah ditumis, memberikan cita rasa laut yang ringan. Selain itu, mi kaca atau cellophane noodles turut ditambahkan untuk memberikan tekstur lembut dan sedikit kenyal pada isian. Dalam beberapa variasi daerah, bahan tambahan seperti jamur, wood ear fungus (jamur kuping hitam), atau bahkan daging cincang juga digunakan untuk memperkaya rasa. Semua bahan dicampur secara merata sebelum dibungkus dalam adonan pipih dan dilipat membentuk setengah lingkaran. Teknik ini menghasilkan bentuk khas “kotak kucai” yang menjadi ciri utama jiucai hezi.[1]
Beberapa variasi menambahkan jamur atau wood ear fungus, bahkan ada versi dengan daging cincang sebagai bahan utama. Proses pembuatannya dilakukan dengan menempatkan isian di tengah adonan pipih, lalu dilipat menjadi bentuk setengah lingkaran seperti pastel. Setelah itu, jiucai hezi digoreng di atas wajan hingga berwarna keemasan.[2] Hidangan ini biasanya disajikan bersama saus cuka beras hitam yang dicampur minyak wijen sebagai pelengkap.
Jiucai hezi sempat menarik perhatian publik dunia pada 14 Februari 2022, saat atlet ski bebas Eileen Gu tertangkap kamera sedang menyantap makanan ini di sela-sela babak kualifikasi Olimpiade Musim Dingin Beijing.
Dalam wawancara setelahnya, Gu mengonfirmasi bahwa makanan yang ia bawa adalah jiucai hezi. Momen tersebut menjadi viral di Tiongkok.[3] Data dari platform Meituan mencatat lonjakan pencarian daring untuk “jiucai hezi” hingga lebih dari 161% dalam sepekan setelah kejadian itu, dengan pesanan daring mencapai lebih dari 1,6 juta, meningkat 93% dibanding tahun sebelumnya. Media China Food Press melaporkan bahwa tren viral ini berdampak nyata pada penjualan jiucai hezi di berbagai daerah, menunjukkan bagaimana budaya populer dapat memengaruhi kebiasaan kuliner masyarakat.[4]