Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Jalur kereta api Tulungagung–Tugu

Jalur kereta api Tulungagung–Trenggalek–Tugu adalah salah jalur kereta api nonaktif di Indonesia yang menghubungkan Stasiun Tulungagung dengan Stasiun Tugu (Trenggalek) sepanjang kurang lebih 39 Km dan terletak di area Daerah Operasi VII Madiun.

Jalur Kereta Api Nonaktif di Indonesia
Diperbarui 18 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Jalur kereta api Tulungagung–Tugu
Jalur kereta api Tulungagung–Trenggalek–Tugu
Bekas abutment dari salah satu jembatan jalur KA yang berada di area Stasiun Tugu (Trenggalek).
Ikhtisar
JenisLintas Cabang
SistemJalur kereta api rel ringan
StatusTidak beroperasi
TerminusStasiun Tulungagung
Stasiun Tugu (Trenggalek)
Stasiun21
Operasi
Dibangun olehStaatsspoorwegen
Legalitas pembangunanWet 6 Juni 1919 Staatsblad No. 312
Dibuka1921
Ditutup1 November 1932
Dibuka kembali1947 (Segmen Tulungagung–Campurdarat)
Ditutup kembali1970
Pemilik
  • De Jure : Wilayah Aset VII Madiun
Karakteristik lintasLintas datar dengan melintasi rawa-rawa
DepoTulungagung, Trenggalek
Rangkaian2 s.d. 3 rangkaian
Data teknis
Panjang rel39 km
Lebar sepur1.067 mm (3 ft 6 in)
Kecepatan operasi20 s.d. 40 km/jam
Peta rute
Legenda
Tulungagung
 
Left arrow Bangil – Kertosono Right arrowKTS–BG
JPN
Jepun
BE
Beji (Tulungagung)
BYL
Boyolangu
PJK
Pojok
PEL
Pelem
CPT
Campurdarat
DWT
Duwet
SKR
Sokoanyar
BDG
Bandung (Tulungagung)
BDGP
Bandung Pasar
BLS
Bulus
KDL
Kedunglurah
BDO
Bendo (Trenggalek)
NTL
Ngetal
SWN
Siwalan
TRG
Trenggalek
KGS
Kedungsakal
NGS
Nglongsor
WNG
Winong
TGU
Tugu

Jalur kereta api Tulungagung–Trenggalek–Tugu adalah salah jalur kereta api nonaktif di Indonesia yang menghubungkan Stasiun Tulungagung dengan Stasiun Tugu (Trenggalek) sepanjang kurang lebih 39 Km dan terletak di area Daerah Operasi VII Madiun.

Sejarah

Jalur ini dibangun oleh Staatsspoorwegen dan diresmikan pada tanggal yang berbeda, untuk segmen Tulungagung–Campurdarat sepanjang 14 Km diresmikan pada tanggal 15 Juli 1921, sementara segmen Campurdarat–Tugu sepanjang 25 Km diresmikan pada tanggal 1 Juli 1922.[1]Biaya pembangunan jalur trem sepanjang 48 Km ini memakan dana f 1.893.000.[2]

Berdasarkan surat SS No. 3639 tertanggal 8 Maret 1902, diwacanakan akan dibangun jalur kereta dari Stasiun Jetis menuju Stasiun Tugu (Trenggalek) menghubungkan jalur kereta api Ponorogo–Slahung dengan jalur kereta api Tulungagung–Tugu, serta dari Stasiun Badegan menuju Stasiun Baturetno menghubungkan jalur kereta api Ponorogo–Badegan dengan jalur kereta api Purwosari–Baturetno yang ditujukan untuk mendukung jalur kereta api lintas selatan Pulau Jawa dengan rute Yogyakarta–Wonogiri–Ponorogo–Trenggalek–Tulungagung.[3]

Pada 25 April 1930, koran "De Indische Courant" mengabarkan bahwa SS berencana membuka perhentian baru di lintas ini yang kelak bernama Stopplaats Bandoengpasser pada km 21+300 pada 1 Mei 1930. Dalam Buku Jarak penerbitan Mei 2004, nama perhentian ini disesuaikan dengan ejaan yang berlaku sehingga ditulis sebagai Bandungpasar, tetapi letak km-nya ditulis km 21+285 atau 15 meter lebih awal dari pernyataan koran, sehingga terdapat dualisme letak km-nya.

Semasa beroperasi, Trem di wilayah Trenggalek dimanfaatkan sebagai angkutan penumpang maupun barang. Kereta penumpang dibagai menjadi tiga kelas, yakni kelas 2, kelas 3, dan kelas I. Kelas 2 diperuntukan bagi orang Asia Timur Tengah (Cina, Arab) dan juga pejabat pribumi, kelas 3 untuk campuran, sedangkan kelas I dikhususkan untuk orang pribumi. Pembagian penumpang pada saat itu memang berdasaran kelas sosial.

Jalur ini secara resmi ditutup oleh SS per 1 November 1932 karena opgebroken (dicabut) dikarenakan faktor resesi ekonomi global dekade 1930-an dan faktor terus meruginya lintas ini juga menjadi penyebab ditutupnya.[4][5][6] Relnya sendiri (Segmen Campurdarat–Tugu) telah dicabut Jepang pada tahun 1943. Sedangkan gundukan tanahnya (railbed) telah dikeruk untuk meninggikan jalan raya Campurdarat–Bandung. Karena jalan raya Campurdarat–Bandung memiliki peran penting untuk mobilitas rakyat dan tentara pada era perang revolusi dan satu-satunya jalan yang tidak tergenang dari awal tahun 1900-an hingga 1960. Sementara segmen Tulungagung–Campurdarat sempat dibuka kembali tahun 1947 oleh Djawatan Kereta Api Indonesia dan aktif hingga tahun 1970-an pada masa Perusahaan Negara Kereta Api sebagai angkutan gamping dan gula PG Mojopanggung, serta beberapa segmen jalur yang telah dibongkar oleh Jepang sempat dibangun kembali oleh pihak pabrik gula sebagai jalur lori perkebunan.

Pada Agustus 2023, dilakukan inventaris ulang oleh PT Kereta Api Indonesia Persero Daerah Operasi 7 Madiun. Menurut Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Persero Daerah Operasi 7 Madiun, Supriyanto, hal tersebut dilakukan guna menjaga aset- aset negara yang saat ini dikuasakan ke PT KAI.[7]

Jalur terhubung

Lintas aktif

Kertosono–Bangil

Lintas nonaktif

Tidak terhubung dengan lintasan kereta api nonaktif manapun.

Daftar stasiun

NomorNama stasiunSingkatanAlamatLetakKetinggianStatusFoto
Lintas Tulungagung–Tugu (Trenggalek)
oleh Staatsspoorwegen Oosterlijnen
Termasuk dalam Daerah Operasi VII Madiun
Segmen Tulungagung–Campurdarat
Panjang segmen 14 Km
Diresmikan pada tanggal 15 Juli 1921
5014TulungagungTAJalan Pangeran Antasari 7, Kampungdalem, Tulungagung, Tulungagungkm 0+000 lintas Tulungagun–Trenggalek–Tugu
km 156+820 lintas Bangil–Blitar–Kertosono
+85 mBeroperasi
- Jepun JPNkm 1+143+85 mTidak beroperasi
- Beji BEJkm 2+747+94 mTidak beroperasi
- Boyolangu BYLkm 6+535+98 mTidak beroperasi
- Pojok PJKkm 8+913+85 mTidak beroperasi
- Pelem (Tulungagung) PELkm 11+317+85 mTidak beroperasi
- Campurdarat CPTCampurdarat, Campurdarat, Tulungagungkm 13+670+82 mTidak beroperasi
Segmen Campurdarat–Tugu
Panjang segmen 25 Km
Diresmikan pada tanggal 1 Juli 1922
- Duwet DWTkm 16+840Tidak beroperasi
- Sokoanyar SKRkm 19+320+72 mTidak beroperasi
- Bandung (Tulungagung) BNDkm 20+620+75 mTidak beroperasi
- Bandungpasar BNDPkm 21+285+80 mTidak beroperasi
- Bulus BLSkm 24+191+70 mTidak beroperasi
- Kedunglurah KDLkm 27+780+64 mTidak beroperasi
- Bendo(Trenggalek) BDOkm 31+212+108 mTidak beroperasi
- Ngetal NTLkm 33+415+88 mTidak beroperasi
- Siwalan SWNkm 36+820+96 mTidak beroperasi
- Trenggalek TRGNgantru, Trenggalek, Trenggalekkm 38+762+103 mTidak beroperasi
- Kedungsakal KGSkm 40+990+105 mTidak beroperasi
- Nglongsor NGSkm 43+720+108 mTidak beroperasi
- Winong WNGkm 46+769+110 mTidak beroperasi
- Tugu (Trenggalek) TGUDermosari, Tugu, Trenggalekkm 48+375+111 mTidak beroperasi

Keterangan:

  • Stasiun yang dicetak tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang dicetak miring merupakan stasiun nonaktif.

Referensi:

  • Letak stasiun: [8][9]
  • Pengidentifikasi stasiun: [10]
  • Tanggal pembukaan jalur: [11]: 106–124 

Referensi

  1. ↑ (Belanda) S. A., Reitsma (1928). Korte geschiedenis der Nederlandsch-Indische spoor- en tramwegen. Batavia (Jakarta) – Weltevreden. Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  2. ↑ "Kisah Jalur TREM Tulungagung-Trenggalek-Tugu". Jejakjejak. 2022-01-06. Diakses tanggal 2023-05-06.
  3. ↑ Reitsma, S. A. (1920). Indische spoorweg-politiek. Landsdrukkerij. hlm. 286–289.
  4. ↑ (Belanda) "Spoor- en tramwegen; tijdschrift voor het spoor- en tramwegwezen in Nederland en Indië, jrg 8, 1935, no 16, 30-07-1935". Moorman's Periodieke PersDen Haag. 30 Juli 1935. hlm. 380. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-08-25. Diakses tanggal 3 Februari 2020. ;
  5. ↑ (Belanda) "},"title":{"wt":"De ingenieur; Weekblad gewijd aan de techniek en de economie van openbare werken en nijverheid jrg 49, 1934, no 7, 16-02-1934"},"url":{"wt":"https://www.delpher.nl/nl/tijdschriften/view?identifier=dts:2969009:mpeg21:0007&query=%28De+Ingenieur+Toegoe%29&coll=dts&rowid=9"},"magazine":{"wt":"De ingenieur"},"location":{"wt":""},"publisher":{"wt":"De Vereeniging van Burgerlijke Ingenieurs"},"date":{"wt":"16-02-1934"},"access-date":{"wt":"2-8-2021"}},"i":0}}]}' id="mwlg"/>"De ingenieur; Weekblad gewijd aan de techniek en de economie van openbare werken en nijverheid jrg 49, 1934, no 7, 16-02-1934". De ingenieur. De Vereeniging van Burgerlijke Ingenieurs. 16-02-1934. Diakses tanggal 2-8-2021.
  6. ↑ (Belanda) Anonim.1932.Spoorlijn opgeheven.Jakarta:Bataviaasch nieuwsblad
  7. ↑ Agency, ANTARA News. "KAI inventarisasi aset jalur KA Tulungagung-Trenggalek". ANTARA News Jawa Timur. Diakses tanggal 2025-10-30.
  8. ↑ Subdirektorat Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). ;
  9. ↑ Perusahaan Umum Kereta Api (1992). Ikhtisar Lintas Jawa.
  10. ↑ Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia
  11. ↑ Reitsma, S.A. (1928). Korte Geschiedenis der Nederlandsch-Indische Spoor- en Tramwegen. Weltevreden: G. Kolff & Co.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Jalur terhubung
  3. Lintas aktif
  4. Lintas nonaktif
  5. Daftar stasiun
  6. Referensi
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026