Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiJalur kereta api Padang Panjang–Payakumbuh–Limbanang
Artikel Wikipedia

Jalur kereta api Padang Panjang–Payakumbuh–Limbanang

Jalur kereta api Padang Panjang–Bukittinggi–Payakumbuh–Limbanang adalah segmen jalur kereta api nonaktif di Sumatera Barat yang menghubungkan Stasiun Padang Panjang dengan Stasiun Payakumbuh. Jalur ini termasuk dalam Wilayah Aset Divre II Sumatera Barat. Jalur ini merupakan jalur pegunungan dengan gradien ekstrem, sehingga untuk menaklukkannya harus menggunakan jalur rel gigi. Panjangnya adalah 72 km.

jalur kereta api di Indonesia
Diperbarui 30 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Jalur kereta api Padang Panjang–Payakumbuh–Limbanang
Jalur kereta api Padang Panjang–Payakumbuh-Limbanang
Stasiun Payakumbuh
Ikhtisar
JenisJalur lintas cabang
SistemJalur kereta api rel ringan
StatusTidak beroperasi
LokalKota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Agam, Kota Bukittinggi, Kabupaten Lima Puluh Kota, dan Kota Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat
TerminusPadang Panjang
Payakumbuh
Limbanang
Operasi
Dibangun olehStaatsspoorwegen ter Sumatra's Westkust
Dibuka1891-1896
Ditutup
  • 1933, segmen Payakumbuh–Limbanang
  • 1973, segmen Bukittinggi–Payakumbuh
  • 1986, segmen Padang Panjang - Bukittinggi
PemilikPT Kereta Api Indonesia
OperatorWilayah Aset Divre II Sumatera Barat
DepoPadang Panjang (PP)
Data teknis
Panjang lintas72 km (44,74 mi)
Lebar sepur1.067 mm (3 ft 6 in) Lebar sepur Cape
Kecepatan operasi10 s.d. 40 km/jam (pada saat itu)
Titik tertinggi+1.154 m (Koto Baru)
Rel gigiRiggenbach
Peta rute
Legenda


km
elev (M)
atau panjang (m)
dalam meter

PP–SWL
Padang Panjang
Left arrow Kubukrambil – Kandang Ampat Right arrow
KATN
Kantin
PP–PP
BIT
Bintungan
PSB
Pasar Rebo
KTT
Koto Tua
ARA
Aer Angat
KYD
Kayu Tanduk
KOB
Koto Baru
PRR
Padang Giring-giring
SGB
Sungai Buluh
CIN
Cingkaring
PDR
Padang Luar
BKT
Bukittinggi
ATJ
Aur Tajungkang
AKL
Anak Limau
PTP
Parit Putus
TLM
Tanjung Alam
BIO
Biaro
KTH
Kotoh Ilalang
BSO
Baso
UJG
Ujung Guguk
SPP
Simpang Padang Tarab
PGT
Padang Tarab
SIP
Simpang (Payakumbuh)
PLG
Piladang
???
Pakansinayan
PY
Payakumbuh
???
Simalanggang
???
Dangung-Dangung
LMB
Limbanang
km


 
elev (M)
atau panjang (m)
dalam meter

Jalur kereta api Padang Panjang–Bukittinggi–Payakumbuh–Limbanang adalah segmen jalur kereta api nonaktif di Sumatera Barat yang menghubungkan Stasiun Padang Panjang dengan Stasiun Payakumbuh. Jalur ini termasuk dalam Wilayah Aset Divre II Sumatera Barat. Jalur ini merupakan jalur pegunungan dengan gradien ekstrem, sehingga untuk menaklukkannya harus menggunakan jalur rel gigi. Panjangnya adalah 72 km.[1]

Sejarah

Tak seperti jalur lainnya di Sumatera Barat yang memfokuskan diri untuk pengangkutan batu bara, jalur kereta api ini hanya digunakan untuk mengangkut biji kopi dan tentara dari Benteng Fort de Kock di Kota Bukittinggi.[2][3] Jalur ini sepaket dengan pembangunan jalur Padang–Sawahlunto. Jalur menuju Fort de Kock Bukittinggi selesai pada tanggal 1 November 1891. Selanjutnya adalah Bukittinggi–Payakumbuh pada tanggal 15 September 1896.[4]

Setelah Staatsspoorwegen ter Sumatra's Westkust menyelesaikan pembangunan dan meresmikan segmen Bukittinggi–Payakumbuh, selanjutnya dibangunlah sebuah jalur trem kota sepanjang 20 km dari Stasiun Payakumbuh menuju Stasiun Limbanang.[5] Namun sayang sekali, pada 1933 Staatsspoorwegen ter Sumatra's Westkust melakukan penutupan dan pembongkaran segmen ini.[6]

Buku Sejarah Kota Padang tidak banyak mencatat jalur ini. Dalam catatan sejarah tersebut terdapat fakta menarik bahwa dari Payakumbuh terdapat jalur lori menuju tambang emas sejauh 25 km yang saat ini sudah ditutup. Fokusnya kemudian beralih menjadi pengangkutan penumpang. Karena kalah bersaing dengan mobil pribadi dan angkutan umum (akibat kebijakan motorisasi pada masa Orde Baru), maka jalur relasi Bukittinggi–Payakumbuh ditutup mulai tahun 1973[1][7] dan ditutup sepenuhnya pada tahun 1986 dengan tutupnya segmen Padang Panjang–Bukittinggi akibat kebijakan rasionalisasi lokomotif diesel yang membuat lokomotif uap dirucat semua karena jalur ini sangat bergantung dengan lokomotif uap. Sebelum ditutup, jalur segmen Padang Panjang–Bukittinggi pernah dilewati Lokomotif BB204 tetapi tidak mampu karena prasarana yang sangat tua.

Untuk memulai reaktivasi jalur ini, Stasiun Bukittinggi dan Stasiun Payakumbuh sudah memasang papan nama dengan logo PT KAI 2011-20. Penggusuran telah dilakukan di Stasiun Bukittinggi pada akhir tahun 2017.[8] Saat ini sedang dilakukan penyusunan AMDAL untuk jalur menuju Bukittinggi[9] dan konstruksinya akan dimulai pada tahun 2019 mendatang. Diperkirakan trase untuk reaktivasi jalurnya diubah dari yang semula menghadap jalan raya menjadi membelakangi jalan raya lintas provinsi. Reaktivasi ini dilatarbelakangi oleh kemacetan jalan menuju Bukittinggi yang tidak bisa terkontrol lagi serta menjadi prioritas utama pemerintah pusat dalam reaktivasi jalur kereta api mati bersamaan dengan jalur Cianjur–Padalarang dan Cikudapateuh–Ciwidey.

Jalur terhubung

Lintas aktif

Tidak terhubung dengan lintas aktif manapun

Lintas nonaktif

  • Jalur kereta api Padang Panjang–Sawahlunto
  • Jalur kereta api Pulau Aie–Padang Panjang (Segmen Kayu Tanam–Padang Panjang

Daftar stasiun

NomorNama stasiunSingkatanAlamatLetakKetinggianStatusFoto
Lintas Teluk Bayur–Padang–Lubuk Alung–Padang Panjang–Payakumbuh
Segmen Padang Panjang–Bukittinggi
Diresmikan pada tanggal 1 November 1891
oleh Staatsspoorwegen ter Sumatra's Westkust
Termasuk dalam Divisi Regional II Sumatera Barat
7050 Padang Panjang PPJalan Sutan Syahrir, Silaing Atas, Padang Panjang Barat, Padang Panjangkm 75+361 lintas Teluk Bayur–Padang–Lubuk Alung–Padang Panjang–Bukittinggi–Payakumbuh+773 mTidak beroperasi
7201 Kantin KATNkm 76+101Tidak beroperasi
- Bintungan BITJalan Raya Padang Panjang–Bukittinggi, Panyalaian, Sepuluh Koto, Tanah Datarkm 78+800Tidak beroperasi
7202 Pasar Rebo PSBPasa Raba'a, Panyalaian, Sepuluh Koto, Tanah Datarkm 80+060+979 mTidak beroperasi
7203 Kototua KTTkm 81+100Tidak beroperasi
- Aer Angat ARAkm 82+800Tidak beroperasi
- Kayu Tanduk KYDAie Angek, Sepuluh Koto, Tanah Datarkm 83+373Tidak beroperasi
7207 Koto Baru KOBJalan Raya Padang Panjang-Bukittinggi, Koto Baru, Sepuluh Koto, Tanah Datarkm 85+552+1.154 mTidak beroperasi
- Padang Giring-giring PRRkm 86+200Tidak beroperasi
7209 Sungai Buluh SGBBatagak, Sungai Pua, Agamkm 88+460Tidak beroperasi
- Cingkaring CINCingkariang, Banuhampu, Agamkm 89+577Tidak beroperasi
7215 Padang Luar PDRJalan Raya Pasar Padang Lua-Bukittinggi, Padang Lua, Banuhampu, Agamkm 90+740Tidak beroperasi
7220 Bukittinggi BKTJalan M. Syafei, Tarok Dipo, Guguk Panjang, Bukittinggikm 94+567+920 mTidak beroperasi
Segmen Bukittinggi–Payakumbuh
Diresmikan pada tanggal 15 September 1896
7221 Aur Tajungkang ATJkm 95+352Tidak beroperasi
- Anak Limau AKLkm 97+100Tidak beroperasi
- Parit Putus PTPkm 98+700Tidak beroperasi
7224 Tanjung Alam TLMJalan Raya Batusangkar-Bukittinggi, Tanjung Alam, Biaro Gadang, IV Angkek, Agamkm 99+887Tidak beroperasi
7225 Biaro BIOkm 102+300Tidak beroperasi
7226 Kotoh Ilalang KTHLambah, Ampek Angkek, Agamkm 104+100Tidak beroperasi
7227 Baso BSOJalan Raya Batusangkar–Bukittinggi, Candung Koto Laweh, Candung, Agamkm 105+912+909 mTidak beroperasi
7228 Ujung Guguk UJGPadang Tarok, Baso, Agamkm 109+576Tidak beroperasi
Simpang Padang Tarab SPPkm 111+600Tidak beroperasi
7231 Padang Tarab PGTJalan Raya Bukittinggi-Payakumbuh, Padang Tarok, Baso, Agamkm 113+115+697 mTidak beroperasi
7232 Simpang (Payakumbuh) SIPkm 117+172Tidak beroperasi
7233 Piladang PLG[a]Jalan Raya Bukittinggi-Payakumbuh, Piladang, Koto Tangah Batu Hampa, Akabiluru, Lima Puluh Kotakm 119+250Tidak beroperasi
Pakansinayan Pakan Sinayan, Payakumbuh Barat, Payakumbuhkm 124+368Tidak beroperasi
7234 Payakumbuh PYJalan Soekarno-Hatta, Parit Rantang, Payakumbuh Barat, Payakumbuhkm 127+526+514 mTidak beroperasi
Segmen Payakumbuh–Limbanang[10]
Panjang segmen 20 km
Diresmikan pada tanggal 19 Juni 1921
Ditutup pada 1 Oktober 1933[11]
- Simalanggang Jalan Raya Mungka, Koto Tangah Simalanggang, Payakumbuh, Lima Puluh Kotakm ?Tidak beroperasi
Dangung-Dangung -Guguak VIII Koto, Guguak, Lima Puluh Kotakm ?Tidak beroperasi
- Limbanang -Jalan Tan Malaka, Limbanang, Suliki, Lima Puluh Kotakm 147+xxxTidak beroperasi

Keterangan:

  • Stasiun yang dicetak tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang dicetak miring merupakan stasiun nonaktif.

Referensi:

  • Letak stasiun: [12][13]
  • Pengidentifikasi stasiun: [14]
  • Tanggal pembukaan jalur: [15]: 106–124 

Catatan kaki

  1. ↑ Singkatan stasiun ini sama dengan Stasiun Bogor Paledang

Referensi

  1. 1 2 Asdhiana, I Made, ed. (2016-01-05). "Yang Tersisa dari Kejayaan Kereta Api di Sumbar". Kompas.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-08-11.
  2. ↑ Sumbar, Antara. "Sejarah Kereta Api Sumbar dan Mimpi "Shinkansen"". ANTARA News. Diakses tanggal 2018-08-11.
  3. ↑ made, ed. (2010-03-25). "Bukittinggi, Fort de Kock, Berawal dari Pasar". Kompas.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-08-11.
  4. ↑
  5. ↑ (Belanda) Reitsma, S. A.: Korte geschiedenis der Nederlandsch-Indische spoor- en tramwegen; Batavia (Jakarta) – Weltevreden 1928
  6. ↑ Sumatra, De (20-09-1933). "SUMATRA DE S.S. OP SUMATRA. De opheffing van Pajacombo – Limbanang en de tarieven-politiek". J. Hallermann. Diakses tanggal 2-6-2019. ;
  7. ↑ Safwan, M.; Taher, I; Asnan, G.; Syafrizal (1987). "Sejarah Kota Padang". Direktorat Jenderal Kebudayaan, Depdikbud RI.
  8. ↑ "Penggusuran Rumah Warga Di Stasiun Bukittinggi Berlangsung Aman - Pilar Bangsa News". Pilar Bangsa News. 2017-12-05. Diakses tanggal 2018-08-11.
  9. ↑ "PT. KAI Gelar Konsultasi Publik Reaktivasi Jalur Kereta Api – Kaba12.com". Diarsipkan dari asli tanggal 2018-08-28. Diakses tanggal 2018-08-28.
  10. ↑ "Overzicht van de lijnen SSS". Studiegroep Zuid-West-Pacific. Diakses tanggal 23 Juni 2019.
  11. ↑ (Belanda) "Spoor- en tramwegen; tijdschrift voor het spoor- en tramwegwezen in Nederland en Indië, jrg 8, 1935, no 16, 30-07-1935". Moorman's Periodieke PersDen Haag. 30 Juli 1935. hlm. 380. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-08-25. Diakses tanggal 3 Februari 2020. ;
  12. ↑ Subdirektorat Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). ;
  13. ↑ Perusahaan Umum Kereta Api (1992). Ikhtisar Lintas Jawa.
  14. ↑ Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia
  15. ↑ Reitsma, S.A. (1928). Korte Geschiedenis der Nederlandsch-Indische Spoor- en Tramwegen. Weltevreden: G. Kolff & Co.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Jalur terhubung
  3. Lintas aktif
  4. Lintas nonaktif
  5. Daftar stasiun
  6. Catatan kaki
  7. Referensi

Artikel Terkait

Kereta Api Indonesia

perusahaan operator kereta asal Indonesia

Daftar jalur kereta api di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Daftar jalur kereta api nonaktif di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026