Jalur Jalan Raya Kota - Pondok Labu adalah sebuah jalan raya yang melewati pusat bisnis utama di wilayah Provinsi DKI Jakarta, Indonesia yang memiliki panjang 24 km. Jalur jalan raya ini menghubungkan kawasan Kota Tua Jakarta, Jakarta Barat di utara dengan Cilandak, Jakarta Selatan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Jalur Jalan Raya Kota - Pondok Labu | |
|---|---|
Jalan Panglima Polim adalah salah satu jalan yang termasuk dalam Jalur Jalan Raya Kota - Pondok Labu. (2011) | |
| Informasi rute | |
| Dikelola oleh Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta (Taman Sari–Cilandak) Direktorat Jenderal Bina Marga (Cilandak–Kota Depok) | |
| Panjang | 24 km (15 mi) |
| Berdiri | Sejak sekitar abad ke-17 |
| Persimpangan besar | |
| Persimpangan besar | Simpang Kota Tua Simpang Jalan Raya Mangga Besar Simpang Jalan Samanhudi/Jalan K.H. Zainul Arifin Simpang Jalan K.H. Hasyim Ashari Simpang Harmoni Simpang Jalan Medan Merdeka Utara Bundaran Bank Indonesia Simpang Jalan Kebon Sirih Simpang Jalan K.H. Wahid Hasyim Bundaran Hotel Indonesia Simpang Dukuh Atas Simpang Jalan Prof. Dokter Satrio dan Jalan K.H. Mas Mansyur Simpang Susun Semanggi Bundaran Senayan Simpang Jalan Hang Tuah VII/Jalan Raden Patah II Simpang CSW (Jalan Trunojoyo/Jalan Kyai Maja) Simpang Jalan Melawai Simpang Jalan Barito II/Jalan Panglima Polim IX Simpang Jalan Wijaya II Simpang Jalan Darmawangsa Raya Simpang Jalan Cipete Raya Simpang Fatmawati (Jalan TB Simatupang/Jalan RA Kartini Simpang Pasar Pondok Labu Simpang Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta Simpang Jalan Cinere Raya |
| Lokasi | |
| Negara | Indonesia |
| Provinsi | DKI Jakarta Jawa Barat |
| Kota | Jakarta Barat Jakarta Pusat Jakarta Selatan Kota Depok |
| Sistem jalan | |
Jalur Jalan Raya Kota - Pondok Labu adalah sebuah jalan raya yang melewati pusat bisnis utama di wilayah Provinsi DKI Jakarta, Indonesia yang memiliki panjang 24 km. Jalur jalan raya ini menghubungkan kawasan Kota Tua Jakarta, Jakarta Barat di utara dengan Cilandak, Jakarta Selatan.

Jalur Jalan Raya ini sebenarnya sudah terbentuk sejak sekitar abad ke-17 seiring dengan perkembangan kota Batavia, tepatnya mulai dari Jalan Pintu Besar, Gajah Mada,[1] hingga Hayam Wuruk.[2] Jalan ini kemudian diperpanjang ke arah selatan mulai tahun 1950-an, seiring dengan pembangunan kota satelit Kebayoran Baru dan ambisi Presiden RI yang pertama, yakni Ir. Soekarno untuk membangun ulang Jakarta menjadi Ibukota yang modern yang diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi "mercusuar" dari sebuah bangsa baru yang kuat.[3]
Ruas jalan yang merupakan bagian jalur jalan raya ini adalah:[a]
Secara administratif, jalur ini melewati dua provinsi dan satu kota, yakni:
Jalur Jalan Raya Kota—Pondok Labu memiliki banyak persimpangan besar maupun kecil. Persimpangan besar pada jalur jalan raya ini adalah:

Poros jalan Kota-Pondok Labu dilayani layanan BRT Transjakarta koridor 1 yang membentang dari halte Blok M sampai dengan halte Kota. Selain itu, terdapat layanan bus kota Transjakarta sepanjang poros jalan tersebut dan bus ekspres yang dikelola oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek melalui layanan JA Connexion, JR Connexion, serta Transjabodetabek, menghubungkan Jakarta dengan wilayah penyangganya seperti Kabupaten–Kota Tangerang, Kabupaten–Kota Bekasi, Bogor, dan Kota Depok.





Poros Jalan Kota–Pondok Labu dilayani layanan kereta moda raya terpadu, yaitu MRT Jakarta dengan lin Utara-Selatan yang menghubungkan Stasiun Lebak Bulus dengan Bundaran HI, namun perpanjangan ke Stasiun Kota masih dalam pembangunan. Selain itu, terdapat kereta komuter Commuter Line serta kereta bandara di Stasiun Sudirman, Stasiun Jakarta Kota, dan Sudirman Baru, yaitu Commuter Line Cikarang, Bogor, Tanjung Priok, dan Bandara Soekarno-Hatta. Kemudian layanan lintas rel terpadu juga dilayani sepanjang poros jalan Kota-Pondok Labu, yaitu LRT Jabodebek di Stasiun Dukuh Atas.