J.P Cho (1927-1995) atau kepanjangannya Junichi Paul Cho adalah salah satu pendiri dari Universitas Atma Jaya. Nama Koreanya adalah Jang Soon-il. Cho sendiri adalah lafal bahasa Jepang dari marga Koreanya, Jang (張). Nama J.P Cho diabadikan sebagai nama gedung di Kampus 1 Semanggi Unika Atma Jaya.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Februari 2023) |
| J.P Cho | |
|---|---|
| Nama asal | Jang Soon-il (장순일)[1] |
| Lahir | 1927 |
| Pekerjaan | Insinyur |
| Suami/istri | Khouw Siok Pwan |
| Orang tua | Jang Yoon-won (Cho Jun En) dan Oey Hanga[1] |
J.P Cho (1927-1995) atau kepanjangannya Junichi Paul Cho adalah salah satu pendiri dari Universitas Atma Jaya.[2] Nama Koreanya adalah Jang Soon-il.[1] Cho sendiri adalah lafal bahasa Jepang dari marga Koreanya, Jang (張).[1] Nama J.P Cho diabadikan sebagai nama gedung di Kampus 1 Semanggi Unika Atma Jaya.[3]
J.P Cho lahir pada tahun 1927 dengan nama Korea Jang Soon-il merupakan putra dari Jang Yoon-won (1883-1947) Dan Oey Hanga (黃姮娥).[1][4] Jang Yoon-won sendiri merupakan tokoh pergerakan kemerdekaan Korea melawan penjajahan Jepang.[2] Jang pindah ke Hindia Belanda untuk mencari suaka dan kemudian hidup di sana.[2]
Ia melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di Technishe Hogeschool Delft, Belanda.[4] Ia mendapat gelar insinyur mesin pada tahun 1955. Semasa menjadi mahasiswa di Belanda ia aktif dalam IMKI (Ikatan Mahasiswa Katolik Indonesia) dan berteman baik dengan Drs. Frans Seda dan Ir. Bian Tamin (Tan Bian Seng). Cho kembali ke Indonesia pada tahun 1955 di mana pada saat itu sedang kekurangan tenaga ahli teknik.[4] Ia memutuskan untuk menjadi pengajar di Akademi Teknik Nasional hingga tahun 1960.
Frans Seda kemudian mengajaknya untuk bergabung di Unika Atma Jaya. J.P Cho dan Frans Seda serta berbagai tokoh yang berlatar belakang cendikiawan Katolik, seperti Lo Siang Hien-Ginting, Goei Tjong Tik, IJ Kasimo, JB Legiman S.H., Pang Lay Kim, Tan Bian Seng, Anton Moeliono, St. Munadjat Danusaputro, JE Tan, dan Ben Mang-Reng Say. akhirnya mendirikan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya pada tanggal 1 Juni 1960.[5]
Satu tahun kemudian J.P Cho bersama Bian Tamin memutuskan untuk mendirikan Fakultas Teknologi di Universitas Atma Jaya (1961).[4] Ia dipercaya untuk menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknologi pada masa awalnya, di samping Wakil Ketua III Yayasan Atma Jaya.[4] Pengajaran dan kegiatan belajar di Fakultas Teknologi mengalami berbagai kesulitan dan tantangan pada awalnya akibat kekurangan fasilitas dan tenaga pengajar.[4] Namun demikian, karena upaya J.P Cho dan koleganya, fakultas ini terus berkembang hingga menjadi kini menjadi Fakultas Teknik Unika Atma Jaya.[4] Pada tahun 1989, J.P. Cho dianugerahi gelar Sancto Silvester oleh Paus Yohannes Paulus II.[4]