Istana Gerbang Emas atau Istana Kubah Hijau adalah sebuah istana yang dibangun di Bagdad pada masa pemerintahan Khalifah Al-Mansur dalam Kekhalifahan Abbasiyah. Penamaan istana didasarkan oleh lapisan emas pada gerbang istana dan penggunaan kubah berwarna hijau. Bentuk Istana Gerbang Emas adalah segi empat dengan panjang masing-masing sisi sekitar 200 meter. Di samping Istana Gerbang Emas terdapat Masjid Jami' Al-Mansur.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Istana Gerbang Emas atau Istana Kubah Hijau adalah sebuah istana yang dibangun di Bagdad pada masa pemerintahan Khalifah Al-Mansur dalam Kekhalifahan Abbasiyah. Penamaan istana didasarkan oleh lapisan emas pada gerbang istana dan penggunaan kubah berwarna hijau. Bentuk Istana Gerbang Emas adalah segi empat dengan panjang masing-masing sisi sekitar 200 meter. Di samping Istana Gerbang Emas terdapat Masjid Jami' Al-Mansur.
Istilah gerbang emas pada nama Istana Gerbang Emas merujuk kepada lapisan emas yang terdapat pada gerbang istana.[1] Nama lain untuk Istana Gerbang Emas ialah Istana Kubah Hijau.[2] Penamaan Istana Kubah Hijau disematkan karena kubah yang digunakan pada istana berwarna hijau.[3] Kubah hijau pada Istana Gerbang Emas memiliki ukuran yang besar.[4]
Istana Gerbang Emas dibangun oleh Kekhalifahan Abbasiyah pada masa pemerintahan Khalifah Al-Mansur.[5] Lokasi pembangunan Istana Gerbang Emas terletak di tengah kota Bagdad. Gaya arsitektur yang diterapkan pada Istana Gerbang Emas ialah arsitektur Persia.[6] Istana Gerbang Emas dibangun berbentuk segi empat dengan panjang masing-masing sisinya sekitar 200 meter. Bahan bangunan yang digunakan untuk membangun Istana Gerbang Emas ialah batu kapur dan batu bata.[7]
Kubah yang terdapat di atas Istana Gerbang Emas dibuat setinggi 130 kaki.[8] Bahan pembuatan kubah istana berupa zamrud berwarna hijau.[9] Pada puncak kubah Istana Gerbang Emas terdapat sebuah patung berbentuk penunggang kuda.[10]
Istana Gerbang Emas dibangun sebagai tempat tinggal dan tempat menyelenggarakan pemerintahan bagi Khalifah Al-Mansur dan tempat tinggal bagi para penerusnya.[11] Penghuni Istana Gerbang Emas terdiri dari khalifah dan istrinya serta anak-anaknya. Selain itu, Istana Gerbang Emas juga menjadi tempat tinggal bagi para pengawal dan para budak yang bekerja untuk istana.[12]
Di samping Istana Gerbang Emas terdapat sebuah masjid yang dibangun untuk menegaskan bahwa Kekhalifahan Abbasiyah memerintah dengan Islam sebagai landasan utamanya. Nama masjidnya ialah Masjid Jami' Al-Mansur. Ukuran Masjid Jami' Al-Mansur adalah 100 × 100 meter dengan kubah setinggi 130 kaki.[5] Di sekeliling Istana Gerbang Emas terdapat rumah-rumah milik rakyat yang dibangun atas izin khalifah. Keberadaan rumah-rumah milik rakyat merupakan kebijakan khalifah untuk tetap hidup berdekatan dan tidak terpisah dari rakyatnya.[13]