Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiIstana Gerbang Emas
Artikel Wikipedia

Istana Gerbang Emas

Istana Gerbang Emas atau Istana Kubah Hijau adalah sebuah istana yang dibangun di Bagdad pada masa pemerintahan Khalifah Al-Mansur dalam Kekhalifahan Abbasiyah. Penamaan istana didasarkan oleh lapisan emas pada gerbang istana dan penggunaan kubah berwarna hijau. Bentuk Istana Gerbang Emas adalah segi empat dengan panjang masing-masing sisi sekitar 200 meter. Di samping Istana Gerbang Emas terdapat Masjid Jami' Al-Mansur.

istana Kekhalifaan Abbasiyah di Bagdad
Diperbarui 5 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Istana Gerbang Emas
Istana Gerbang Emas (nomor 2) yang berbentuk segi empat di tengah Kota Bagdad. Masjid Jami' Al-Mansur (nomor 1) terletak di sebelah istana.

Istana Gerbang Emas atau Istana Kubah Hijau adalah sebuah istana yang dibangun di Bagdad pada masa pemerintahan Khalifah Al-Mansur dalam Kekhalifahan Abbasiyah. Penamaan istana didasarkan oleh lapisan emas pada gerbang istana dan penggunaan kubah berwarna hijau. Bentuk Istana Gerbang Emas adalah segi empat dengan panjang masing-masing sisi sekitar 200 meter. Di samping Istana Gerbang Emas terdapat Masjid Jami' Al-Mansur.

Penamaan

Istilah gerbang emas pada nama Istana Gerbang Emas merujuk kepada lapisan emas yang terdapat pada gerbang istana.[1] Nama lain untuk Istana Gerbang Emas ialah Istana Kubah Hijau.[2] Penamaan Istana Kubah Hijau disematkan karena kubah yang digunakan pada istana berwarna hijau.[3] Kubah hijau pada Istana Gerbang Emas memiliki ukuran yang besar.[4]

Pembangunan dan arsitektur

Istana Gerbang Emas dibangun oleh Kekhalifahan Abbasiyah pada masa pemerintahan Khalifah Al-Mansur.[5] Lokasi pembangunan Istana Gerbang Emas terletak di tengah kota Bagdad. Gaya arsitektur yang diterapkan pada Istana Gerbang Emas ialah arsitektur Persia.[6] Istana Gerbang Emas dibangun berbentuk segi empat dengan panjang masing-masing sisinya sekitar 200 meter. Bahan bangunan yang digunakan untuk membangun Istana Gerbang Emas ialah batu kapur dan batu bata.[7]

Kubah yang terdapat di atas Istana Gerbang Emas dibuat setinggi 130 kaki.[8] Bahan pembuatan kubah istana berupa zamrud berwarna hijau.[9] Pada puncak kubah Istana Gerbang Emas terdapat sebuah patung berbentuk penunggang kuda.[10]

Kegunaan

Istana Gerbang Emas dibangun sebagai tempat tinggal dan tempat menyelenggarakan pemerintahan bagi Khalifah Al-Mansur dan tempat tinggal bagi para penerusnya.[11] Penghuni Istana Gerbang Emas terdiri dari khalifah dan istrinya serta anak-anaknya. Selain itu, Istana Gerbang Emas juga menjadi tempat tinggal bagi para pengawal dan para budak yang bekerja untuk istana.[12]

Lingkungan sekitar

Di samping Istana Gerbang Emas terdapat sebuah masjid yang dibangun untuk menegaskan bahwa Kekhalifahan Abbasiyah memerintah dengan Islam sebagai landasan utamanya. Nama masjidnya ialah Masjid Jami' Al-Mansur. Ukuran Masjid Jami' Al-Mansur adalah 100 × 100 meter dengan kubah setinggi 130 kaki.[5] Di sekeliling Istana Gerbang Emas terdapat rumah-rumah milik rakyat yang dibangun atas izin khalifah. Keberadaan rumah-rumah milik rakyat merupakan kebijakan khalifah untuk tetap hidup berdekatan dan tidak terpisah dari rakyatnya.[13]

Referensi

  1. ↑ Ishak, Zulkarnaen (Januari 2018). Iyubenu, Edi AH (ed.). Fantasmagoria: Citra, Tubuh, Teks. Bantul: Basabasi. hlm. 85. ISBN 978-602-6651-72-3. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Supriyadi (2015). Renaisans Islam. Jakarta: Penerbit PT Elex Media Komputindo. hlm. 148. ISBN 978-602-02-5876-8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Ahmad Rofi', Usmani (Oktober 2016). Dawami, I., dan Intan, N. (ed.). Islamic Golden Stories: Tanggung Jawab Pemimpin Muslim. Sleman: Penerbit Bunyan. hlm. 155. ISBN 978-602-291-266-8. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ Bobrick, Benson (Maret 2013). Kejayaan Sang Khalifah Harun ar-Rasyid: Kemajuan Peradaban Dunia pada Zaman Keemasan Islam [The Caliph's Splendor: Islam and the West in the Golden Age of Baghdad]. Diterjemahkan oleh Aunullah, Indi. Jakarta: Pustaka Alvabet. hlm. 212. ISBN 978-602-9193-30-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. 1 2 al-Azizi, Abdul Syukur (November 2017). Sejarah Terlengkap Peradaban Islam. Kota Yogyakarta: Noktah. hlm. 174. ISBN 978-602-61834-6-0. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ↑ Qorib, M., dan Wirian, O. (2023). Zailani dan Zuliana (ed.). Islam dan Peradaban: Sejarah, Perkembangan, dan Spirit Moderasi Piagam Madinah. Bandung: CV. Bildung Nusantara. hlm. 116. ISBN 978-623-8588-01-5. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. ↑ Mahasnah, Muhammad Husain (Mei 2016). Zirzis, Achmad (ed.). Pengantar Studi Sejarah Peradaban Islam [Adhwa' ala Tarikh Al-Ulum inda Al-Muslimin]. Diterjemahkan oleh Misbah, Muhammad. Jakarta Timur: Pustaka Al-Kautsar. hlm. 235. ISBN 978-979-592-745-7. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. ↑ Nichols, Susan (2017). Al-Karaji: Tenth-Century Mathematician and Engineer (dalam bahasa Inggris). New York: Rosen Publishing Group, Incorporated. hlm. 33. ISBN 978-1-5081-7136-2. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. ↑ Donikian, Ardemis (2023). A Vacation in Baghdad and Beyond (dalam bahasa Inggris). Trafford Publishing. hlm. 14. ISBN 978-1-4907-7672-9. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  10. ↑ Hinds, Kathryn (2009). The Palace (dalam bahasa Inggris). Marshall Cavendish Benchmark. hlm. 24. ISBN 978-0-7614-3088-9. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  11. ↑ Le Strange, Guy (2011). Baghdad: During the Abbasid Caliphate (dalam bahasa Inggris). Kota New York: Cosimo, Incorporated. hlm. 32. ISBN 978-1-61640-532-8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  12. ↑ Kotapish, Dawn (2000). Daily Life in Ancient and Modern Baghdad (dalam bahasa Inggris). Minneapolis: Runestone Press. hlm. 9. ISBN 0-8225-3219-0. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  13. ↑ Pirotta, Saviour (2019). The Golden Horsemen of Baghdad (dalam bahasa Inggris). London: Bloomsbury Publishing. hlm. 139. ISBN 978-1-4729-5597-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Penamaan
  2. Pembangunan dan arsitektur
  3. Kegunaan
  4. Lingkungan sekitar
  5. Referensi

Artikel Terkait

Al-Adid

Abbasiyah dari Bagdad: pada tahun 1154, khalifah Abbasiyah al-Muqtafi (m. 1136–1160) mengeluarkan diploma yang menunjuk penguasa Dinasti Zankiyah di Suriah

Muqatil bin Sulaiman

ahli tafsir suni abad ke-8

Anusytakin ad-Dizbari

negarawan dan jenderal Kekhalifahan Fathimiyah (w. 1042)

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026