Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Islam di Jepang

Islam di Jepang sudah ada sejak awal masuknya pasukan Ottoman Turki ke Jepang pada akhir abad ke-18 dan muslim jepang pertama ialah Mitsutaro Takaoka yang berada di prefektur Kobe. Islam dalam bahasa Jepang adalah イスラム教

artikel daftar Wikimedia
Diperbarui 22 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Islam di Jepang
Islam menurut negara
Afrika
  • Aljazair
  • Angola
  • Benin
  • Botswana
  • Burkina Faso
  • Burundi
  • Kamerun
  • Tanjung Verde
  • Republik Afrika Tengah
  • Chad
  • Komoro
  • Republik Demokratik Kongo
  • Republik Kongo
  • Djibouti
  • Mesir
  • Guinea Khatulistiwa
  • Eritrea
  • Eswatini
  • Etiopia
  • Gabon
  • Gambia
  • Ghana
  • Guinea
  • Guinea-Bissau
  • Pantai Gading
  • Kenya
  • Lesotho
  • Liberia
  • Libya
  • Madagaskar
  • Malawi
  • Mali
  • Mauritania
  • Mauritius
  • Maroko
  • Mozambik
  • Namibia
  • Niger
  • Nigeria
  • Rwanda
  • Sao Tome dan Principe
  • Senegal
  • Seychelles
  • Sierra Leone
  • Somalia
    • Somaliland
  • Afrika Selatan
  • Sudan Selatan
  • Sudan
  • Tanzania
  • Togo
  • Tunisia
  • Uganda
  • Sahara Barat
  • Zambia
  • Zimbabwe
Asia
  • Afganistan
  • Bahrain
  • Bangladesh
  • Bhutan
  • Brunei
  • Kamboja
  • Tiongkok
  • Timor Leste
  • Hong Kong
  • India
  • Indonesia
  • Iran
  • Irak
  • Israel
  • Jepang
  • Yordania
  • Kazakhstan
  • Korea
  • Kyrgyzstan
  • Kuwait
  • Laos
  • Lebanon
  • Makau
  • Malaysia
  • Maladewa
  • Mongolia
  • Myanmar
  • Nepal
  • Korea Utara
  • Oman
  • Pakistan
  • Palestina
  • Filipina
  • Qatar
  • Arab Saudi
  • Singapura
  • Korea Selatan
  • Sri Lanka
  • Suriah
  • Taiwan
  • Tajikistan
  • Thailand
  • Tibet
  • Turki
  • Turkmenistan
  • Uni Emirat Arab
  • Uzbekistan
  • Vietnam
  • Yaman
Amerika
  • Antigua dan Barbuda
  • Argentina
  • Bahama
  • Barbados
  • Belize
  • Bolivia
  • Brazil
  • Kanada
  • Chili
  • Kolombia
  • Kosta Rika
  • Kuba
  • Dominika
  • Republik Dominika
  • Ekuador
  • El Salvador
  • Guiana Prancis
  • Grenada
  • Guatemala
  • Guyana
  • Haiti
  • Honduras
  • Jamaika
  • Meksiko
  • Nikaragua
  • Panama
  • Paraguay
  • Peru
  • Saint Kitts dan Nevis
  • Saint Lucia
  • Saint Vincent dan Grenadine
  • Suriname
  • Trinidad dan Tobago
  • Amerika Serikat
  • Uruguay
  • Venezuela
Eropa
  • Albania
  • Andorra
  • Armenia
  • Austria
  • Azerbaijan
  • Belarus
  • Belgia
  • Bosnia dan Herzegovina
  • Bulgaria
  • Kroasia
  • Siprus
  • Ceko
  • Denmark
  • Estonia
  • Finlandia
  • Prancis
  • Georgia
  • Jerman
  • Yunani
  • Hungaria
  • Islandia
  • Irlandia
  • Italia
  • Kosovo
  • Latvia
  • Liechtenstein
  • Lithuania
  • Luksemburg
  • Malta
  • Moldova
  • Monako
  • Montenegro
  • Belanda
  • Makedonia Utara
  • Norwegia
  • Polandia
  • Portugal
  • Rumania
  • Rusia
  • San Marino
  • Serbia
  • Slowakia
  • Slowenia
  • Spanyol
  • Swedia
  • Swiss
  • Ukraina
  • Britania Raya
    • Inggris
    • Irlandia Utara
    • Skotlandia
    • Wales
  • Uni Soviet
Oseania
  • Australia
  • Kepulauan Cocos
  • Fiji
  • Guam
  • Kiribati
  • Kepulauan Marshall
  • Mikronesia
  • Nauru
  • Kaledonia Baru
  • Selandia Baru
  • Kepulauan Mariana Utara
  • Palau
  • Papua Nugini
  • Samoa
  • Kepulauan Solomon
  • Tonga
  • Tuvalu
  • Vanuatu
 Portal Islam
  • l
  • b
  • s

Islam di Jepang sudah ada sejak awal masuknya pasukan Ottoman Turki ke Jepang pada akhir abad ke-18 dan muslim jepang pertama ialah Mitsutaro Takaoka yang berada di prefektur Kobe.[1] Islam dalam bahasa Jepang adalah イスラム教 (bahasa Jepang: isuramukyou)

Antara 1877 dan Perang Dunia II

Hubungan Islam dengan Jepang ini masih terbilang belia jika dibandingkan hubungan agama ini dengan negara-negara yang lain di seluruh dunia.

Tidak terdapat sebuah hitungan yang nyata tentang hubungan-hubungan antara agama Islam dengan Jepang atau cerita sejarah tentang Islam di Jepang melalui penyebaran agama, kecuali beberapa hubungan tersembunyi antara penduduk-penduduk Jepang dengan orang-orang Muslim dari negara lain sebelum tahun 1868.

Agama Islam diketahui untuk pertama kali oleh penduduk Jepang pada tahun 1877 sebagai sebagian pemikiran agama barat dan pada sekitar tahun itu, kehidupan Nabi Muhammad diterjemahkan dalam Bahasa Jepang. Ini membantu agama Islam menempatkan diri dalam pemikiran intelek orang Jepang, tetapi hanya sebagai satu pengetahuan dan pemikiran.

Lagi satu hubungan yang penting dibuat pada tahun 1890 ketika Turki Usmaniyah mengirim utusan yang menumpang sebuah kapal yang dinamakan "Ertugrul" ke Jepang untuk tujuan menjalin hubungan diplomatik antara kedua negara serta untuk saling memperkenalkan orang Muslim dan orang Jepang. Kapal itu yang membawa 609 orang penumpang dalam pelayaran pulang ke negara mereka tenggelam dengan 540 penumpang tewas.

Dua orang Jepang Muslim pertama yang diketahui ialah Mitsutaro Takaoka yang memeluk Islam pada tahun 1909 dan mengambil nama Omar Yamaoka setelah menunaikan haji di Mekah, serta Bumpachiro Ariga yang pada masa yang lebih kurang sama telah pergi ke India untuk berdagang dan kemudian memeluk Islam di bawah pengaruh orang-orang Muslim di sana serta mengambil nama Ahmad Ariga. Bagaimanapun, kajian-kajian ini telah membuktikan bahwa seorang Jepang yang dikenali sebagai Torajiro Yamada mungkin merupakan orang Jepang Muslim yang pertama ketika ia melawat negara Turki disebabkan turut berdukacita dengan korban tewas dalam kecelakaan maut Ertugrul. Dia mengambil nama Abdul Khalil dan mungkin pergi ke Mekah untuk naik haji.

Bagaimanapun, kehidupan komunitas Muslim yang benar tidak bermula sehingga beratus-ratus pelarian Muslim Turki, Uzbekistan, Tajikistan, Kirghizstan, Kazakhstan dan Tatar Turki yang lain dari Asia Tengah dan Rusia, pengaruh Revolusi Bolshevik semasa Perang Dunia I. Orang-orang Muslim ini yang diberikan perlindungan di Jepang menetap di beberapa pelabuhan utama di sekitar Jepang dan mendirikan komunitas-komunitas Islam. Segelintir orang Jepang memeluk Islam melalui hubungan mereka dengan orang-orang Muslim ini.

Dengan pembentukan komunitas-komunitas Muslim ini, beberapa buah masjid telah didirikan. Masjid yang paling penting di antaranya ialah Masjid Kobe yang didirikan pada tahun 1935, dan Masjid Tokyo yang didirikan pada tahun 1938. Bagaimanapun, orang Jepang Muslim tidak mengambil bagian dalam pengelolaan masjid-masjid ini dan tidak terdapat orang Jepang yang menjadi imam, dengan pengecualian Syaikh Ibrahim Sawada, imam pada Ahlulbayt Islamic Centre di Tokyo.[2]

Setelah Perang Dunia II

Gerbang muka Masjid Kobe.

Saat Perang Dunia II, salah satu "Ledakan Islam" dimulai oleh kelompok militer di Jepang melalui pendirian pusat-pusat studi untuk mengkaji Islam dan Dunia Muslim. Pilot-pilot tempur Jepang yang pergi ke negara-negara Asia Tenggara sebagai tentara semasa Perang Dunia II diajarkan untuk mengucapkan "La ilaha illa Allah" digunakan ketika pesawat-pesawat mereka ditembak jatuh di kawasan-kawasan ini supaya mereka tidak dibunuh. Sebuah pesawat Jepang telah dikatakan ditembak jatuh dan pilotnya diamankan oleh penduduk setempat. Apabila pilot itu mengucap kata-kata "ajaib" itu, mereka merasa terharu ketika penduduk-penduduk itu berubah sikap terhadapnya, dan memperlakukannya dengan baik. Telah dikatakan bahwa pada waktu itu, lebih dari 100 buah buku dan jurnal mengenai Islam telah diterbitkan di Jepang. Bagaimanapun, pusat-pusat pengkajian ini sama sekali tidak diketuai atau diurus oleh orang-orang Muslim dan tujuannya bukan untuk penyebaran Islam. Tujuan yang sebenarnya adalah untuk menambah wawasan militer dengan pengetahuan yang diperlukan mengenai Islam dan orang Muslim karena terdapat komunitas-komunitas Muslim yang besar di kawasan-kawasan yang diduduki oleh angkatan militer Jepang di negara RRT dan negara-negara Asia Tenggara. Oleh karena itu, dengan berakhirnya perang pada tahun 1945, pusat-pusat pengkajian ini menghilang sama sekali.

Ada lagi satu "Ledakan Islam", kali ini selepas krisis minyak 1973. Media massa Jepang telah memberi penerbitan yang besar tentang Dunia Muslim, dan khususnya kepada Dunia Arab, akan pentingnya negara-negara ini terhadap ekonomi Jepang. Dengan penerbitan ini, banyak orang Jepang yang tidak mempunyai secuil pengetahuan tentang Islam mempunyai peluang untuk melihat rukun Islam ke-5, Haji di Mekah serta untuk mendengar panggilan Azan (panggilan Islam untuk Shalat) dan pembacaan Al-Quran. Selain itu banyak orang Jepang yang memeluk Islam secara terang-terangan ketika itu, terdapat juga banyak upacara Islamisasi massal yang terdiri dari berpuluh-puluh ribu orang. Bagaimanapun, selepas krisis minyak selesai, kebanyakan pemeluk Islam Jepang meninggalkan agama itu. Orang-orang Turki merupakan komunitas Muslim yang terbesar di Jepang hingga akhir-akhir ini.[butuh rujukan]

Era Modern

Pada masa kini ketika Jepang menjadi salah satu tujuan pendidikan, usaha dan wisata yang populer, banyaknya pekerja, pelajar dan wisatawan muslim turut memengaruhi perkembangan Islam disana. Minister Sato, Wakil Duta Besar untuk Indonesia menyatakan: "Di Jepang pada tahun seribu sembilan ratus tiga puluhan (1930-an), hanya ada dua masjid, tetapi saat ini sudah terdapat lebih dari seratus masjid. Masyarakat Islam yang ada di Jepang, paling banyak orang Indonesia, kemudian orang Pakistan, Bangladesh, dan Iran. Pusat Islam dan Asosiasi Muslim Jepang di Tokyo menjadi pusat studi Islam dan Bahasa Arab bagi warga Jepang, yang banyak menarik perhatian warga muda Jepang. Saya percaya, akumulasi dari berbagai usaha yang kecil seperti ini, dapat memberi andil bagi dunia yang lebih damai."[3]

Bandara-bandara internasional di Jepang berusaha menjadi lebih ramah kepada umat Islam dengan menyediakan fasilitas dan ruang ibadah di tengah kenaikan tajam pengunjung dari dunia Islam menyusul kelonggaran dari pemerintah Jepang tentang peraturan untuk mengeluarkan visa pada Juli 2013.[4]

Kyoto, juga berencana menjadi kota yang ramah terhadap muslim. Pasca pembebasan visa pada Juli 2013, jumlah pengunjung muslim asal Malaysia ke Jepang meningkat dan mendorong pemerintahan di Kyoto mencari cara untuk memenuhi kebutuhan mereka. Kyoto memiliki kelompok studi di bawah Asosiasi Muslim Kyoto. Asosiasi yang berdiri sejak tahun 1987 ini mengusahakan agar muslim dapat mengunjungi masjid dan beribadah di dalamnya, menyediakan ruangan dengan petunjuk arah kiblat, juga memberikan informasi terkait tempat-tempat makan halal yang di Kyoto.[5][6]

Persatuan Muslim Jepang

Serangan Jepang terhadap China dan negara-negara Asia Tenggara semasa Perang Dunia II menghasilkan hubungan-hubungan antara orang-orang Jepang dengan orang-orang Muslim. Mereka yang memeluk agama Islam melalui hubungan-hubungan itu kemudian mengasaskan Persatuan Jepang Muslim di bawah pimpinan Allahyarham Sadiq Imaizumi pada tahun 1953. Persatuan tersebut ialah organisasi Jepang Muslim yang pertama.

Ketua kedua persatuan ini ialah Allahyarham Umar Mita. Mita merupakan orang Islam yang tipikal bagi generasi tuanya yang mempelajari Islam di wilayah-wilayah yang diduduki oleh Kekaisaran Jepang. Melalui hubungan-hubungannya dengan orang-orang Cina Muslim, dia memeluk Islam di Beijing. Saat Mita kembali ke Jepang selepas perang, dia menunaikan haji, dan merupakan orang Jepang pertama sesudah peperangan untuk berbuat demikian. Mita juga membuat terjemah Al-Quran bahasa Jepang untuk pertama kali. Oleh itu, hanya selepas Perang Dunia II baru terdapat sebuah komunitas di Jepang.

Populasi

Populasi Muslim telah tumbuh dalam beberapa tahun terakhir, karena pemerintah telah berusaha untuk menarik lebih banyak pekerja asing dan pelajar. Jumlah Muslim yang tinggal di Jepang meskipun kecil, telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam dekade terakhir, dari 110.000 pada 2010 menjadi 230.000 pada akhir 2019. Menurut Tanada Hirofumi dari Universitas Waseda, populasi tersebut memasukkan 50.000 orang Jepang yang dikonversi ke Islam. Jepang memiliki lebih dari 110 masjid. Itu adalah perubahan yang disambut baik, kata Muhammad Tahir Abbas Khan, seorang profesor di apu dan kepala Asosiasi Muslim Beppu (bma). Pada tahun 2001, ketika dia pertama kali tiba dari Pakistan sebagai mahasiswa pascasarjana, hanya ada 24 masjid di negara itu dan tidak ada satu pun di Kyushu.[7]

Referensi

Catatan kaki
  1. ↑ "Melacak Masuknya Islam Pertama Kali ke Negeri Sakura Jepang". Republika Online. 2020-04-03. Diakses tanggal 2022-07-23.
  2. ↑ "Alquran 10". Alquran2007.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-02-13. Diakses tanggal 2010-05-02.
  3. ↑ "Ceramah oleh Minister Sato, Wakil Duta Besar untuk Indonesia "Hubungan Islam dan Jepang"". www.id.emb-japan.go.jp. Diakses tanggal 2014-01-05.
  4. ↑ "Airports in Japan striving to become friendlier to Muslims". http://asia.nikkei.com. 2013-12-22. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-12-31. Diakses tanggal 2014-01-11. ;
  5. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-01-11. Diakses tanggal 2014-01-11.
  6. ↑ "Kyoto aims to be Muslim-friendly city". www.japantimes.co.jp. 2013-12-22. Diakses tanggal 2014-01-11.
  7. ↑ "The number of Muslims in Japan is growing fast". The Economist. ISSN 0013-0613. Diakses tanggal 2022-07-09.
Bacaan lanjutan
  • Islam in Japan: It's past, present and future. Islamic Centre Japan, 1980.
  • Arabia, Jilid 5, No. 54. Februari 1986/Jamad al-Awal 1406.

Pranala luar

  • Ceramah tentang Hubungan Islam dan Jepang oleh Wakil Duta Besar Jepang untuk Indonesia
  • Islam-Soalan Lazim Jepang Diarsipkan 2006-09-05 di Wayback Machine. – tapak web Islam Jepang yang memberi daftar yang menyeluruh mengenai rujukan dan sumber Islam dalam bahasa Jepang.
  • Islamic Website Jepang – web Islam Jepang yang terkenal.
  • Pusat Islam Jepang Diarsipkan 2009-08-04 di Wayback Machine.
  • l
  • b
  • s
Islam di Asia
Negara
berdaulat
Asia Tenggara
  • Brunei
  • Kamboja
  • Indonesia
  • Laos
  • Malaysia
  • Myanmar
  • Filipina
  • Singapura
  • Thailand
  • Timor Leste2
  • Vietnam
Asia Timur
  • Jepang
  • Korea Selatan
  • Korea Utara
  • Mongolia
  • Tiongkok
  • Republik Tiongkok
Asia Selatan
  • Afganistan
  • Bangladesh
  • Bhutan
  • India
  • Maladewa
  • Nepal
  • Pakistan
  • Sri Lanka
Asia Tengah
  • Kazakhstan3
  • Kirgizstan
  • Tajikistan
  • Turkmenistan
  • Uzbekistan
Asia Barat
  • Armenia1
  • Azerbaijan1
  • Bahrain
  • Siprus1
  • Georgia1
  • Irak
  • Iran
  • Israel
  • Yordania
  • Kuwait
  • Lebanon
  • Oman
  • Palestina
  • Qatar
  • Arab Saudi
  • Suriah
  • Turki3
  • Uni Emirat Arab
  • Yaman
Lintas benua
  • Mesir3
  • Rusia3
Negara dengan
pengakuan terbatas
  • Abkhazia1
  • Republik Artsakh1
  • Ossetia Selatan1
  • Siprus Utara1
  • Republik Tiongkok
Dependensi dan
wilayah lain
  • Kepulauan Cocos (Keeling)
  • Hong Kong
  • Makau
  • Pulau Natal
  • Wilayah Samudra Hindia Britania
1 Terkadang dimasukkan ke Eropa, tergantung definisi perbatasan. 2 Terkadang dimasukkan ke Oseania. 3 Negara lintas benua.
  • l
  • b
  • s
Masjid di Jepang
  • Masjid Annur, Niigata
  • Masjid Asakusa
  • Masjid Fukuoka
  • Masjid Indonesia-Tokyo
  • Masjid Jami' Tokyo
  • Masjid Kobe
  • Masjid Osaka Ibaraki
  • Kategori
  • Islam di Jepang
  • Masjid menurut negara
Basis data pengawasan otoritas: Nasional Sunting di Wikidata
  • Jepang

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Antara 1877 dan Perang Dunia II
  2. Setelah Perang Dunia II
  3. Era Modern
  4. Persatuan Muslim Jepang
  5. Referensi
  6. Pranala luar

Artikel Terkait

Wikimedia Foundation

organisasi amal asal Amerika Serikat

Pemblokiran Wikimedia di Indonesia

pembatasan domain auth.wikimedia.org di Indonesia

Wikikamus bahasa Banjar

Wiktionary berbahasa Banjar

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026