Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiIsih penak jamanku to?
Artikel Wikipedia

Isih penak jamanku to?

Isih penak jamanku to? atau piye kabare, isih penak jamanku to? adalah sebuah slogan dalam bahasa Jawa yang menyatakan bahwa zaman pemerintahan Presiden Indonesia Soeharto lebih baik daripada zaman sekarang. Slogan ini telah muncul pada tahun 2013 di stiker, kaos, dan internet. Slogan ini juga dapat ditemukan di baliho kampanye politik dan ditempel di angkutan umum, truk, dan becak. Partai Golkar menyangkal pernyataan bahwa slogan itu disebarkan oleh Golkar. Perasaan nostalgia tersebut dipromosikan oleh Tommy Soeharto, putra dari Soeharto, saat mendirikan Partai Berkarya. Dalam sebuah survei Indo Barometer yang diambil oleh majalah Tempo pada tahun 2018, 32,9% responden menyatakan bahwa Suharto adalah presiden paling berhasil.

kalimat slogan bahasa Jawa yang terkenal pada masa pemerintahan Soeharto
Diperbarui 4 Februari 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Isih penak jamanku to? (bahasa Indonesia: masih enak zaman saya 'kan?code: id is deprecated ) atau piye kabare, isih penak jamanku to? (bahasa Indonesia: apa kabar, masih enak zaman saya 'kan?code: id is deprecated ) adalah sebuah slogan dalam bahasa Jawa yang menyatakan bahwa zaman pemerintahan Presiden Indonesia Soeharto lebih baik daripada zaman sekarang.[1] Slogan ini telah muncul pada tahun 2013 di stiker, kaos, dan internet.[2] Slogan ini juga dapat ditemukan di baliho kampanye politik dan ditempel di angkutan umum, truk, dan becak.[2] Partai Golkar menyangkal pernyataan bahwa slogan itu disebarkan oleh Golkar.[3] Perasaan nostalgia tersebut dipromosikan oleh Tommy Soeharto, putra dari Soeharto, saat mendirikan Partai Berkarya.[4] Dalam sebuah survei Indo Barometer yang diambil oleh majalah Tempo pada tahun 2018, 32,9% responden menyatakan bahwa Suharto adalah presiden paling berhasil.[5][6]

Lihat pula

  • Nostalgia

Referensi

  1. ↑ Nugroho, Andreas (2013-11-25). "Mengapa 'merindukan' sosok Suharto?". BBC News Indonesia. Diakses tanggal 2021-11-13.
  2. 1 2 Pontororing, Angela (Juli 2016). "Sebuah Upaya Pembacaan Poskolonial dengan Metode Dialog Imajinatif Antara Foto Soeharto "Piye Kabare, Penak Jamanku To?" dan Teks Keluaran 14:10-12; 16:1-3; 17:3" (PDF). Indonesian Journal of Theology. 4/1: 1–44. Diakses tanggal 7 Februari 2022.
  3. ↑ Waskita, Ferdinand (13 Februari 2014). Simanjuntak, Johnson (ed.). "Golkar Bantah Buat Atribut Soeharto 'Piye Kabare, Enak Jamanku To'". Tribunnews.com. Diakses tanggal 7 Februari 2022.
  4. ↑ Dewi, Tiffany Marantika (2018-05-28). "Tommy Soeharto: Kita Sudah 20 Tahun Reformasi Tapi Nyatanya Tidak Lebih Baik". Tribun Wow. Diakses tanggal 2021-11-13.
  5. ↑ Siddiq, Taufiq (2018-05-20). "Survei: Soeharto Dinilai sebagai Presiden Paling Berhasil". Tempo.co. Diakses tanggal 2021-11-13.[pranala nonaktif permanen]
  6. ↑ "Dari 1965 hingga slogan 'piye kabare enak jamanku toh': Suharto dibenci, Suharto dirindukan". BBC News Indonesia. Diakses tanggal 2021-11-13.
  • l
  • b
  • s
Soeharto
Presiden Indonesia ke-2
Keluarga
Orang tua
Kertosudiro (ayah) dan Sukirah (ibu)
Pasangan dan saudara
Tien Soeharto (istri) • Probosutedjo (adik) • Sudwikatmono (sepupu)
Generasi ke-2
  • Tutut (anak) dan Indra Rukmana (menantu)
  • Sigit (anak) dan Elsje Anneke Ratnawati (menantu)
  • Bambang (anak) dan Halimah (mantan menantu), Mayangsari (menantu)
  • Titiek (anak) dan Prabowo Subianto (mantan menantu)
  • Tommy (anak) dan Tata (mantan menantu)
  • Mamiek (anak)
  • Agus (keponakan) dan Joanna Nalapraya (keponakan menantu)
Generasi ke-3
  • Dandy Nugroho Hendro Maryanto (cucu)
  • Danty Indriastuti Purnamasari (cucu)
  • Danny Bimo Hendro Utomo (cucu)
  • Ari Sigit (cucu)
  • Aryo Sigit (cucu)
  • Eno Sigit (cucu)
  • Panji Trihatmodjo (cucu)
  • Gendis Siti Hatmanti (cucu)
  • Aditya Trihatmanto (cucu)
  • Khirani Trihatmodjo (cucu)
  • Didit Hediprasetyo (cucu)
  • Dharma Mangkuluhur (cucu)
  • Gayanti Hutami (cucu)
Pemerintahan
  • Kobkamtib
  • Kebijakan 15 November 1978
  • Paket Kebijaksanaan Oktober 1988
  • Proyek lahan gambut satu juta hektar
  • Rencana Pembangunan Lima Tahun
Topik terkait
  • Memorial
  • Isih penak jamanku to?
← Didahului: Soekarno
Digantikan: B. J. Habibie →

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Lihat pula
  2. Referensi

Artikel Terkait

Soeharto

Penjabat Presiden Indonesia (1967–1968) & Presiden Indonesia ke-2 (1968–1998)

Partai Komunis Indonesia

bekas partai politik di Indonesia

Kompas (surat kabar)

Surat kabar nasional Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026