Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Ikan belalai-gajah

Ikan belalai-gajah adalah spesies ikan dari genus Gnathonemus dan famili Mormyridae. Ikan ini sangat unik karena dapat menggunakan elektrolokasi untuk mencari mangsa. Selain itu, mereka juga memiliki rasio perbandingan penggunaan oksigen otak-terhadap-tubuh yang paling besar dari antara semua vertebrata, bahkan lebih besar daripada manusia. Kemungkinan ikan ini mengonsumsi banyak sekali oksigen di otaknya karena mereka memiliki otak yang sangat besar untuk ikan seukuran itu, dan juga karena mereka adalah hewan ektotermik.

Wikipedia article
Diperbarui 18 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Ikan belalai-gajah
Ikan belalai-gajah
Ilustrasi ikan belalai-gajah
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Animalia
Filum:
Chordata
Kelas:
Actinopterygii
Ordo:
Osteoglossiformes
Famili:
Mormyridae
Genus:
Gnathonemus
Spesies:
G. petersii
Nama binomial
Gnathonemus petersii
(Günther, 1862)
Sinonim[1]
  • Gnathonemus brevicaudatus Pellegrin, 1919
  • Mormyrus petersii Günther, 1862
Artikel takson sembarang

Ikan belalai-gajah (Gnathonemus petersii) adalah spesies ikan dari genus Gnathonemus dan famili Mormyridae. Ikan ini sangat unik karena dapat menggunakan elektrolokasi untuk mencari mangsa. Selain itu, mereka juga memiliki rasio perbandingan penggunaan oksigen otak-terhadap-tubuh yang paling besar dari antara semua vertebrata (sekitar 0,6), bahkan lebih besar daripada manusia (hanya 0,2).[2] Kemungkinan ikan ini mengonsumsi banyak sekali oksigen di otaknya karena mereka memiliki otak yang sangat besar untuk ikan seukuran itu, dan juga karena mereka adalah hewan ektotermik.[2]

Spesies ini tinggal di sungai-sungai di Afrika Barat dan Tengah, khususnya cekungan hilir Sungai Niger, cekungan Sungai Ogun, dan hulu Sungai Chari. Mereka menyukai sungai yang tidak deras arusnya dan berlumpur, atau kolam-kolam dengan tempat bernaung, seperti batang yang tenggelam di dasar sungai. Warna mereka bervariasi antara cokelat tua hingga hitam.

Seperti yang bisa ditebak dari namanya, ikan ini memiliki perpanjangan yang seperti belalai di kepalanya. Namun, ini bukanlah belalai, tetapi merupakan perpanjangan mulut, dan ikan ini menggunakannya untuk mempertahankan diri, berkomunikasi, melakukan navigasi, dan mencari cacing dan serangga untuk dimakan. Organ ini dilapisi oleh elektroreseptor, dan begitu pula bagian tubuhnya yang lain. Ikan belalai-gajah menggunakan medan listrik yang lemah, yang dihasilkan dengan menggunakan sel-sel khusus yang disebut elektrolit, yang berevolusi dari sel otot.

Rentang hidup ikan belalai-gajah berkisar antara 6-10 tahun, tetapi terdapat laporan bahwa mereka dapat hidup lebih lama.

Catatan kaki

  1. ↑ "Gnathonemus petersii". Integrated Taxonomic Information System. Diakses tanggal July 3, 2007.
  2. 1 2 Nilsson G (1996) "Brain and body oxygen requirements of Gnathonemus petersii, a fish with an exceptionally large brain" Journal of Experimental Biology, 199(3): 603-607. Download

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Gnathonemus petersii.
Wikispecies mempunyai informasi mengenai Gnathonemus petersii.
  • Peter Cain and Sapna Malwal, Landmark use and development of navigation behaviour in the weakly electric fish Gnathonemus petersii (Mormyridae; Teleostei), Journal of Experimental Biology, 205, 3915-3923 (2002),
Pengidentifikasi takson
Gnathonemus petersii
  • Wikidata: Q945393
  • Wikispecies: Gnathonemus petersii
  • ADW: Mormyridés
  • BOLD: 140851
  • CoL: 8YX9Z
  • EoL: 994811
  • FishBase: 2085
  • GBIF: 2402409
  • iNaturalist: 101561
  • IRMNG: 10145447
  • ITIS: 161918
  • IUCN: 181553
  • NCBI: 42645
  • Open Tree of Life: 115478
  • WoRMS: 1015207
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
  • Yale LUX


Ikon rintisan

Artikel bertopik ikan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Catatan kaki
  2. Pranala luar
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026